
Nama PT Merpati Wahana Raya (MWR) memang belum banyak terdengar dalam jagad industri alutsista nasional. Namun di Indo Defence 2018, manufaktur drone dan perangkat selam yang berkantor di bilangan Jalan Sudirman ini merilis prototipe drone yang sosoknya tak biasa. Punya wingspan 4 meter, drone yang belum berlabel marketing ini menarik perhatian, khususnya dalam segmen drone VTOL (Vertical Take Off and Landing), inilah rintisan terbesar untuk pengembangan drone dari dalam negeri. (more…)

Kembali ke Januari 2018, tersiar kabar bahwa PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Turkish Aerospace Industries (TAI) dalam tahap finalisasi kerjasama pengembangan drone MALE untuk kebutuhan TNI AU. Dan lebih dalam disebutkan kedua manufaktur aviasi tersebut menggodok rancangan UAV MALE yang diambil dari basis UAV Anka, drone MALE produksi TAI yang saat ini sudah digunakan AU Turki dan Kepolisian Negeri Otoman tersebut. (more…)

Kilas balik ke 15 Juli 2017, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), melalui Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan (PTIPK) telah melakukan uji coba penerbangan drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) intai mini Alap-Alap PA4 dari Bandara Cakra Buana di Cirebon. Key point dari uji coba Alap-Alap PA4 saat itu adalah kemampuan terbang selama 7 jam dengan mengusung kamera go-pro untuk menyurvei lintasan kereta sekitar Cirebon. (more…)

Setelah Korps Marinir mengoperasikan drone flying wing SWG-R1, kini ada kabar terbaru bahwa TNI AL juga akan memperoleh drone jenis baru untuk memperkuat kemampuan pengamatannya di lautan. Persisnya TNI AL akan mendapatkan 4 unit drone ScanEagle produksi Boeing Insitu pada pertengahan 2018 ini.
(more…)

Di artikel kami terdahulu pernah diulas tentang SQUIRE (Signaal’s Quiet Universal Intruder Recognition Equipment), yakni radar manpack besutan Thales dengan desain kompak dengan ukuran yang terbilang kecil, sehingga dapat dipindah-pindahkan oleh dua prajurit. Tapi apakah SQUIRE adalah radar paling kecil? (more…)

Industri Dalam Negeri yang selama ini berkecimpung dalam rancang bangun prototipe drone (UAV/Unmmaned Aerial Vehicle) mulai mendapatkan angin segar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan). Meski sebagian besar belum mendapatkan kontrak produksi, belum lama ini dilakukan Demo Terbang Drone yang digelar di Komplek Pustek Roket LAPAN, Rumpin Bogor Jawa Barat pada 27 Juli 2017. Beraham jenis drone yang dirilis institusi pemerintah dan perusahaan swasta bersatu dalam satu event yang lebih mirip disebut “drone carnaval.” (more…)

Andai saja proyek KCR (Kapal Cepat Rudal) Klewang Class terus berjalan, mungkin imbas positifnya proyek USV (Unmanned Surface Vehicle) alias drone laut Bonefish akan terus dilanjutkan ke tahapan pembuatan prototipe. Di ajang Indo Defence 2014, PT Lundin Industry Invest (North Sea Boats) telah memperkenalkan full mockup Bonefish, dan bila kesemuanya lancar, saat itu dijadwalkan prototipe Bonefish bakal mulai diuji coba pada tahun 2015. Meski dihadirkan PT Lundin Industry Invest, namun sokongan teknologi drone yang mampu melesat 40 knots ini dipasok oleh Saab dari Swedia. Karena mangkrak-nya proyek Klewang, dan lepasnya keterlibatan Saab dalam proyek KCR trimaran tersebut, maka mimpi Indonesia untuk menghadirkan prototipe Bonefish ikut sirna. (more…)

Sosoknya boleh dibilang kecil bahkan terlihat imut, harganya pun ditaksir hanya belasan juta, tapi siapa sangka sebuah drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) quadcopter mampu mengganggu aksi jet tempur Sukhoi Su-30MK2 TNI AU yang harganya mencapai puluhan juta dollar. Ini bukan skenario dalam latihan, tapi benar-benar terjadi pada 27 April 2017 di Kendari, Sulawesi Tenggara. (more…)

Karena kerap digunakan untuk misi pengintaian oleh lawan, maka drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) lebih berharga jika bisa ditangkap atau dialihkendali, sehingga drone dengan muatan sensor dan database berteknologi tinggi dapat dipelajari isinya. Metode untuk meng-capture drone ada beberapa cara, mulai dari jamming seperti yang berhasil dilakukan Iran pada drone RQ-170 Sentinel milik AS, dimana kendali drone dapat diakuisisi sampai didaratkan. Atau ada langkah jamming frekuensi untuk melumpuhkan drone guna dijatuhkan. (more…)

Di pameran dirgantara Aero India 2017 di kota Bangalore (14 – 18 Februari), Indomiliter.com menjadi salah satu media dari Indonesia yang pertama kali berkesempatan melihat langsung Saab Skeldar V-200, jenis drone helikopter VTOL (Vertical Take Off and Landing) pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI yang dikabarkan dalam waktu dekat bakal dikirim ke Indonesia. Dibanding drone pada umumnya, Skeldar V-200 memang dirancang untuk tugas-tugas yang berkaitan pada intai maritim. (more…)