Sebuah cuplikan dari siaran televisi Cina – CCTV menjadi viral setelah memperlihatkan aksi prajurit marinir Angkatan Laut Cina dalam latihan infiltrasi bawah air, meluncurkan drone intai yang tak lazim, yakni robot burung flapping wing. Meski teknologi jenis drone ini sudah pernah diperkenalkan, termasuk sempat dikembangkan oleh Dislitbang TNI AD, tapi drone burung yang dilepaskan marinir Cina terkesan natural dan menyerupai sosok burung asli. (more…)
Meski dapat terbang lebih tinggi, endurance lama dan punya jangkauan lebih jauh, namun drone intai konvensional punya ‘kelemahan’, yakni rentan bila mendapat serangan, lantaran kemampuan manuver untuk menghindar terbatas. Hal ini berbanding terbalik dengan drone FPV (First Person View) yang dapat dikendalikan secara penuh oleh pilot di darat. (more…)
Melengkapi kehadiran satelit, drone dengan kemampuan intai taktis amat dibutuhkan oleh Amerika Serikat guna meronda kawasan di Timur Tengah. Lantaran penuh gejolak akan konflik, tak sedikt AS kehilangan drone intai yang punya kemampuan terbang lama dengan harga mahal. Berangkat dari kondisi itu, kehadiran drone intai yang mampu terbang lama (long endurance) dengan harga relatif murah menjadi kebutuhan bagi US Central Command. (more…)
Lantaran fokus pada produksi alutsista berat seperti jet tempur dan pesawat tanker, Airbus Defence and Space (ADS) seolah tertinggal dalam pengembangan drone intai taktis. Meski kurang ada gaungnya, rupanya sejak tahun 2023, Airbus lewat anak perusahaannya, Survey Copter telah mengembangkan drone intai taktis yang diberi label Capa-X, yang pada pameran pertahanan Eurosatory 2024 kembali diperkenalkan kepada publik. (more…)
Kemunculan drone intai di suatu obyek vital tak bisa dihadapi dengan santuy, pun boleh jadi perlu waktu untuk mengeliminasi dengan teknik jamming, lantaran dibutuhkan pengaturan frekuensi yang pas. Nah, ada kabar dari Polandia yang memperkenalkan prototipe sistem hanud untuk menghadapi drone dengan tembakan dari senapan mesin berat (SMB). (more…)
Sebuah dokumen rahasia yang bocor yang kemudian dipublikasi oleh The Washington Post telah menjadi perhatian negara-negara yang bersengketa dengan Cina. Dokumen rahasia itu berisi citra satelit dari National Geospatial Intelligence Agency (NGA) yang memperlihatkan dua drone di sebuah pangkalan udara di Cina timur, sekitar 560 kilometer dari Shanghai. Yang menarik perhatian, kedua drone itu adalah Wuzhen (WZ-8). (more…)
Bila pada Mei lalu masih berstatus menanti kontrak, pemerintah Spanyol rupanya gercep (gerak cepat-red) untuk memuluskan produksi alutsista dalam negeri. Pada 29 November 2023, Airbus mewartakan telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Spanyol untuk pengembangan dan akuisisi drone bertenaga propeller SiRTAP (Sistema RPAS Táctico de Altas Prestaciones) untuk kebutuhan Angkatan Darat dan Angkatan Udara Spanyol. (more…)
Sebuah drone intai dengan mesin propeller tergantung di sling kabel pada langit Museum Militer Nasional Belanda di Verlengde Paltzerweg 1 3768 MX Soest. Selain dari desain, rupanya ada label tulisan yang tak kalah menarik perhatian tertera pada bodi drone itu, yakni “Anjing Nica.” Dari dua kata pada label itu, maka Nica terbilang lekat dalam ingatan sejarah bangsa Indonesia. (more…)
Menurut informasi yang dirilis Kantor Kanselir Jerman, disebut bahwa Negeri Bavaria akan memasok sejumlah besar drone intai RQ-35 Heidrun ke Angkatan Bersenjata Ukraina. Meski dipasok oleh Jerman, uniknya RQ-35 Heidrun adalah drone produksi Denmark. Dari segi desain dan fungsi, Heidrun sepintas tak berbeda dengan drone intai pada umumnya. Namun, setiap drone yang berlaga di perang Ukraina, menjadi menarik untuk disimak. (more…)
Hermes 900 dikenal sebagai drone intai dengan kualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance). Debut drone berukuran besar bertenaga propeller ini pun sudah lumayan lama, lantaran Hermes 900 terbang perdana pada 9 Desember 2009. Dan di Paris AirShow 2023, pihak manufaktur, yakni Elbit Systems memperkenalkan varian baru yang disebut Hermes 900 Starliner. (more…)