Dalam segmem senjata MLRS (Multiple Launch Rocket System), kaliber 122 mm boleh dikata menjadi yang paling banyak disorot, lantaran masif digunakan Armed Korps Marinir dan telah roketnya sendiri (R-Han 122) telah mampu diproduksi di dalam negeri. Namun, itu bukan berarti pengembangan roket MLRS di kaliber lain diabaikan. Seperti Litbang Politeknik Kodiklatad TNI AD telah merilis roket MLRS kaliber 90 mm. (more…)
Dinamika peperangan di masa mendatang harus diperhitungkan secara cermat, seperti munculnya ancaman yang potensial dihadapi unit Kavaleri adalah serangan dari senjata (rudal) anti tank berpemandu laser. Dan belum lama ini ada kabar dari Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad), yaitu dimulainya uji fungsi prototipe I Laser Warning System (LWS) yang dipasang pada kubah tank ringan Scorpion 90. (more…)
Uji coba FTV Rifle Grenade dengan senapan M16 (Foto: dislitbang-tniad.mil.id)
Selain melakukan uji coba (sertifikasi) pada senjata lawan tank Alcotan-100 (M2) dan C90 Reusable, masih dari asal pabrikan yang sama, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) pada 8 Juli 2021 juga melakukan uji coba pada jenis senjata berupa granat senapan (rifle grenade) FTV buatan Instaza SA, Spanyol. (more…)
Instalaza, nama manufaktur persenjataan asal Spanyol ini sudah tak asing lagi di Indonesia, pasalnya beberapa seri produknya (Instalaza C90-CR) yang masuk kategori roket anti tank/senjata lawan tank (SLT) telah digunakan oleh infanteri di matra darat dan matra udara (Paskhas). Dan belum lama ini ada kabar, bahwa TNI AD kini tengah menguji varian terbaru dari C90 yang disebut Alcotan-100 (M2). (more…)
Sebagai senjata bantu infanteri (senbanif) tembak lengkung, keberadaan mortir menjadi sesuatu yang melekat pada elemen kompi dan batalyon infanteri. Sebagai senjata yang tergolong standar, maka dapat dipastikan stok mortir dalam kaliber 60 mm dan 81 mm terbilang besar di tiga matra TNI. (more…)
Kilas balik ke tahun 2014, Dislitbang TNI AD dan PT Fin Komodo pernah meluncurkan rantis buggy Komodo KIT 250AT. Dan masih berupa rantis model buggy, kedua institusi tersebut kembali merilis rantis baru yang disebut ULV 1000. Dibanding Komodo KIT 250AT yang hanya menggunakan dua seat (kursi), maka ULV 1000 nampak lebih besar ukurannya, rantis dengan rangka tubular ini dilengkapi empat kursi. (more…)
Saat mendengar seputar kemandirian industri alutsista, tentu ada rasa bangga dalam benak hati. Diantara bentuk kemandirian tersebut tercermin pada teknologi Battlefield Management System (BMS) yang dirilis perusahaan swasta nasional asal Bandung, PT Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE). Bila di tahun 2015 serangkaian prototipe BMS baru diuji coba dan diperlihatkan ke media, maka kini ratusan ranpur lapis baja kavaleri TNI AD sudah mengadopsi teknologi BMS produksi dalam negeri. (more…)
Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD Nampak mencurahkan perhatiannya pada implementasi mortir reaksi cepat (super rapid mortar) dari basis teknologi mekatronik. Setelah prototipe pertama ditampilkan di ajang Indo Defence 2016, kini Dislitbang TNI AD kembali memperkenalkan seri penyempurnaan dari mortir mekatronik kaliber 81 mm. Meski masih bertajuk prototipe, rancangan mortir mekatronik yang paling baru sudah lebih kompak, dan dilengkapi plate (dudukan) yang siap dipasang pada ranpur (kendaraan tempur). (more…)
Peristiwa ditemukannya target drone Meggit BTT-3 Banshee yang hanyut di Selat Philips, Riau pada 31 Maret lalu ibarat membuka mata kita, bahwa dunia drone/UAV (Unmmaned Aerial Vehicle) punya kecabangan dalam pengembangannya, dan target drone bukan sesuatu yang asing di lingkungan TNI. Sejak Arhanud (Artileri Pertahanan Udara) TNI mengenal penggunaan rudal dan kanon SHORAD (Short Range Air Defence), maka adopsi target drone dipastikan menjadi bagian yang melekat dalam silabus latihan tembak secara real and live.(more…)
Meski tipe truk militer TNI terbilang banyak ragamnya, namun Unimog dari Mercedes Benz tetap punya tempat tersendiri. Mulai dari unit infanteri, artileri hingga Brimob Polri adalah pengguna setianya sejak dekade silam. Debutnya kini kalah nyaring dibanding merek-merek truk baru, ditangan Ditpalad (Direktorat Peralatan Angkatan Darat), truk Unimog U1300L tak hanya sanggup melahap medan off road, tapi juga mampu diajak berenang, alias jadi rantis amfibi. (more…)