Bertambah lagi negara yang berusaha mengintip puing-puing dari rudal udara ke udara jarak jauh PL-15 yang ditemukan di wilayah India. Setelah aliansi intelijen “Five Eyes”—yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, menyatakan minat untuk pemeriksaan ketat terhadap komponen PL-15, kabar terbaru menyebut Taiwan ada dalam antrian yang akan mengendus teknologi dibalik rudal buatan Cina tersebut. (more…)
Photo credits to Alberto Cucini @ Jetphotos, and Gianluca Galli @ Airliners.net.
Setelah pengumuman Elbit Systems pada tahun 2023 yang meraih kontrak pengadaan dua unit pesawat intai maritim ATR 72-600 MPA untuk Angkatan Udara Filipina, maka belum lama ini ada kabar unit pertama pesawat tersebut tengah melakukan uji coba penerbangan di Turin, Italia. (more…)
Secara langsung industri pertahanan Cina telah diuntungkan dari duel udara antara India versus Pakistan pada 7 Mei 2025. Pemberitaan atas keunggulan jet tempur dan rudal ke udara buatan Cina, secara langsung telah mengangkat pamor produk alutsista, bahkan sampai membuat nilai salam pabrikan Chengdu Aircraft Corporation setelah Chengdu J-10CE diklaim berhasil menjatuhkan jet tempur buatan Perancis, Dassault Rafale. (more…)
Dengan kekuatan dan pengaruh ekonomi, Cina berpotensi ‘menjegal’ penawaran jet tempur Gripen E/F ke Kolombia. Ditambah dengan reputasi tempur yang memukau dalam duel di Kashmir, maka Cina punya peluang besar untuk menawarkan produk jet tempur andalannya, Chengdu J-10CE, yang secara bersamaan Kolombia baru saja bergabung sebagai anggota ke-23 Belt and Road Initiative (BRI) di Amerika Latin. (more…)
Perang di Kashmir sebagai buntut dari Operasi Sindoor telah menciptakan anomali di dunia intelijen, bila selama ini intelijen dari Cina dan Rusia dikenal gigih untuk mendapatkan bocoran informasi dan data-data rahasia terkait alutsista Barat, maka dengan jatuhnya beberapa jet tempur India di wilayah India sendiri, telah mendorong intelijen Barat untuk mencari puing-puing dari rudal udara ke udara PL-15. (more…)
Sebagai sesama negara di Asia Tenggara, rupanya ada kesamaan selera alutsista antara Indonesia dan Kamboja, yakni kedua negara sama-sama merupakan pengguna rudal hanud (pertahanan udara) MANPADS (Man Portable Air Defence Systems) QW (QianWei)-3 Vanguard buatan Cina. (more…)
Dampak konflik bersenjata di Kashmir ternyata tidak hanya dirasakan oleh Pakistan dan India, pasalnya ada pihak ketiga yang terimbas langsung secara bisnis. Pihak ketiga yang dimaksud adalah Dassault Aviation, manufaktur jet tempur Rafale dan Chengdu Aircraft Corporation sebagai produsen jet tempur Chengdu J-10C. (more…)
Bila klaim Pakistan yang telah menghancurkan sistem rudal hanud (pertahanan udara) S-400 “Sudarshan” milik India benar, maka boleh jadi hubungan antara Cina dan Rusia menjadi ‘tak enak hati’, pasalnya S-400 yang merupakan produksi Rusia, diklaim telah dihancurkan oleh rudal jelajah udara ke permukaan hipersonik CM-400AKG yang tak lain adalah produksi Cina yang disebut telah diluncurkan ke sasaran perbatasan dengan jet tempur JF-17 Thunder. (more…)
Ketika pertama kali debutnya diketahui pada tahun 2007, Shaanxi Aircraft Corporation (SAIC) KJ-200 langsung membetot perhatian dunia, pasalnya Cina telah membuktikan mampu menciptakan pesawat peringatan dini dan kontrol udara – Airborne Early Warning and Control (AEW&C) dengan desain antena tegak, yang sebelumnya populer digunakan oleh pesawat AEW&C buatan Swedia, Saab Erieye. (more…)
Produk alutsista buatan Cina menjadi naik pamor dalam konflik bersenjata India versus Pakistan, selain nama jet tempur JF-17 Thunder Block III dan Chengdu J-10C, maka nama rudal udara ke udara jarak jauh – Beyond Visual Range (BVR) PL-15 dan PL-15E (varian ekspor) turut terdongkrak setelah puing-puing rudal tersebut ditemukan, bersamaan dengan kabar rontoknya beberapa jet tempur dari Angkatan Udara India, yang di atas kertas lebih canggih. (more…)