Di bawah kontrak senilai US$150 juta, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Unity Accipiter Corporation memulai kerja sama terkait (Maintenance Repair and Overhaul/MRO) armada pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI AU. Kerja sama tersebut dimulai setelah general operation agreement (GOA) eksklusif ditandatangani. (more…)
Sejatinya tak ada yang baru dari dua alat utama TNI AU di foto ini, yang satu adalah pesawat angkut C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, sedangkan satunya lagi, yang akan dimasukkan ke dalam ruang kargo C-130 adalah MATC 8100 Tower, yakni menara ATC mobile. Keduanya sudah lama dioperasikan TNI AU, tapi yang menarik adalah unggahan foto yang terbilang jarang. (more…)
Salah satu peran dari pesawat angkut C-130 Hercules TNI AU adalah mendukung mobilitas helikopter ke pangkalan aju. Dan kegiatan tersebut sudah dibuktikan beberapa kali lewat pengiriman helikopter jenis NBO-105 dan Bell-412 Puspenerbad. Namun, kedua helikopter TNI AD itu merupakan jenis helikopter dengan landing skit. Sementara jarang terlihat helikopter dengan landing wheel (roda) di angkut menggunakan C-130 TNI AU. (more…)
Entah ini terkait atau tidak dengan kabar pembatalan pesanan Mesir atas Sukhoi Su-35 dari Rusia, kini Mesir mulai mendapat perhatian dari Washington. Konkritnya pada 25 Januari lalu US Defense Security Cooperation Agency (DSCA) telah memberi persetujuan untuk penjualan 12 unit pesawat angkut C-130J Super Hercules produksi Lockheed Martin. Bukan itu saja, nagara di Afrika Utara ini juga mendapatkan persetujuan untuk pembelian 3 unit SPS-48 land based radar (LBR) produksi L3 Harris Surveillance Systems. (more…)
Dengan keunggulan desainnya, Airbus A400M Atlas mampu mengisi gap kapasitas antara C-130 Hercule dan C-17 Globemaster. Namun, seiring dinamika, pihak manufaktur, dalam hal ini Airbus Defence and Space (ADS) melihat peluang lain untuk memproduksi pesawat angkut kargo militer, yaitu untuk mengisi kelas di bawah A400M Atlas, atau persisnya untuk menggantikan keberadaan CN-235 dan C-130H Hercules yang usianya telah menua. (more…)
Ada kabar baik untuk armada C-130H Hercules, menjadi tulang punggung wahana angkut multiperan TNI AU, diwartakan armada C-130H TNI AU akan mendapatkan paket upgrade avionik, dari yang saat ini masih mengadopsi teknologi analog, maka kedepannya perangkat avionik pada kokpit akan diubah dengan teknologi digital. (more…)
Varian tempur dari C-130J Hercules, yaitu AC-130J Ghostrider dipastikan bakal tambah garang lagi, selain saat ini dilengkapi kanon 30 mm dan howtizer 105 mm, bom GBU-39/GBU-69, rudal AGM-114 Hellfire, serta rudal AGM-176 Griffin, maka dalam waktu tak lama lagi, pesawat dengan label ground attack and heavily armed gunship ini akan ketambahan senjata baru, yaitu sistem senjata laser. (more…)
Setelah menjadi materi dalam Special Operations Forces Industry Conference virtual (19/5/2021), kini dikabarkan US Air Force (USAF) Special Operations Command (AFSOC) tengah memantangkan persiapan untuk uji demonstrasi operasional dari pesawat amfibi Lockheed Martin MC-130J Commando II Amphibious Capability (MAC) dalam waktu 17 bulan. (more…)
Untuk kebutuhan pasukan khusus, beragam perengkapan dapat saja diciptakan, termasuk yang kedengaran ganjil sekalipun. Seperti pernahkan terbayang, pesawat angkut berat C-130 Hercules disulap menjadi wahana amfibi. Bila melihat sosoknya yang bongsor, rasanya itu sulit bila diwujudkan. Namun, sejak beberapa lama sebenarnya gagasan mewujudkan Hercules sebagai pesawat amfibi sudah tercetus. (more…)
Industri pertahanan di Negeri Britania sedang dilanda kegalauan, pangkal musababnya adalah rencana Pemerintah Inggris untuk memensiunkan arsenal di Angkatan Udara (Royal Air Force) secara besar-besaran. Seperti telah diumumkan Kementerian Pertahanan Inggris, 24 unit jet tempur Eurofighter Typhoon Tranche 1 akan pensiun pada tahun 2025, tidak itu saja, paket borongan pensiun juga mencakup pesawat angkut dan helikopter angkut. (more…)