
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) tampaknya belum akan memensiunkan salah satu pilar penangkal nuklir udara paling veteran miliknya dalam waktu dekat. Pada 30 Juni 2026, Boeing resmi menerima kontrak tunggal senilai US$49,5 juta dari Air Force Nuclear Weapons Center yang berbasis di Tinker Air Force Base, Oklahoma. Kontrak ini ditujukan untuk memproduksi ulang komponen elektronik krusial serta perangkat uji demi memperpanjang masa operasional rudal jelajah nuklir AGM-86B Air Launched Cruise Missile (ALCM) hingga Juni 2033. (more…)

Hanya sesaat setelah publik dikejutkan oleh kabar jatuhnya pengebom strategis supersonik Tu-22M3 milik Angkatan Udara Rusia di Siberia, insiden yang jauh lebih fatal menimpa pilar utama triad nuklir Amerika Serikat. Sebuah pesawat pengebom raksasa B-52H Stratofortress dilaporkan jatuh dan hancur menjadi puing sesaat setelah lepas landas dari Edwards Air Force Base (AFB) di California, Amerika Serikat. (more…)

Di luar fungsi utamanya sebagai pembom strategis, rupanya B-52H Stratofortress dapat menjalankan misi lain, yaitu membawa kontainer kargo khusus yang dimuat di dalam area weapon bay (bomb bay). Pangkalan Angkatan Udara Barksdale belum lama ini mengumumkan bahwa empat unit B-52H mengambil peran dalam identifikasi yang memungkinkan pengurangan jejak logistik untuk pengerahan operasional pembom di masa depan. (more…)