
Setelah sukses melakukan uji coba pada pertengahan tahun 2023, perusahaan teknologi pertahanan asal Australia, Electro Optic Systems (EOS), dikabarkan telah mendapatkan pesanan ekspor sistem laser kontra-drone berenergi tinggi – high-energy laser system, ke suatu negara yang identitasnya dirahasiakan. Meski rahasia, EOS ‘menspill’ bahwa negara yang dimaksud adalah anggota NATO di Eropa. (more…)

Selain Helsing X-2, Jerman juga mengirimkan produk drone lain untuk berlaga di medan perang Ukraina. Drone yang dimaksud adalah Tytan yang dipersiapkan untuk menghadapi drone kamikaze Rusia. (more…)

Dengan penundaan pameran pertahanan Indo Defence 2024, maka fokus berita perkembangan industri militer di Asia Tenggara kini beralih ke Vietnam Defence Expo 2024 (19 – 22 Desember 2024) yang dihelat Bandara Gia Lam, Hanoi. Dari beragam alutsista yang dipamerkan, ada satu yang layak untuk dikupas, yaitu V-EMP/S High Powered Electromagnetic Pulse Countermeasure System. (more…)

Pasca serangan rudal balistik besar-besaran ke Israel pada 1 Oktober lalu (Operation True Promise 2), maka secara mengejutkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei muncul ke tengah publik dengan menyampaikan khotbah di pusat kota Teheran pada 4 Oktober 2024. Kemunculan Khamenei yang terbilang berani sudah barang tentu tak bisa dilepaskan dari sistem proteksi yang melekat disekitaran tokoh utama Iran tersebut. (more…)

Model latihan yang satu ini sepertinya ideal untuk dijalankan oleh Korps Marinir, yakni melakukan operasi pendaratan sembari simultan menggelar latihan anti drone, maklum dalam perang asimetris segala sesuatu bisa terjadi, termasuk ancaman dari drone kamikaze yang datang dari udara dan laut. Seperti belum ini dilakukan oleh French Navy’s Naval Action Force (FAN) Training Division yang menggelar latihan Wildfire di lepas pantai Toulon, selatan Perancis. (more…)

Angkatan bersenjata Venezuela dikenal kreatif ‘mengoprek’ alutsista tuanya. Sebut saja seperti yang dilakukan pada tank ringan AMX-13 buatan Perancis. Di tangan Angkatan Darat Venezuela, muncul varian AMX-13 dengan senjata tanpa tolak balik, AMX-13 varian penghancur ranjau dan AMX-13 self propelled MLRS kaliber 160 mm. Dan kini ada ranpur lapis baja 4×4 serupa dengan Cadilage Cage V-150 Commando, yang ditampilkan sebagai ranpur anti drone. (more…)

Serangan drone kamikaze yang masif membawa risiko adanya ‘kecolongan’, padahal sistem pertahanan udara (hanud) anti drone sudah dirancang sedemikian ketat dengan anggaran yang mahal. Terkhusus bagi Rusia yang beberapa kota di perbatasannya kerap mendapat serangan drone kamikaze dari Ukraina, kini mencoba solusi baru, yakni dengan menggabungkan antara teknologi balon udara (aerostat) dengan jaring (net) untuk mencegat drone sebelum memasuki obyek vital (obvit). (more…)

Meski menjadi tanda tanya terkait kesehatan, cover besi penutup kipas angin, populer dikalangan pedagang gorengan kaki lima, pasalnya bagian dari kipas angin relatif mudah dan murah didapatkan untuk menaruh gorengan panas yang baru saja ditiriskan dari wajan. Nah, lain lagi di Ukraina, guna meladeni perang antar drone – drone lawan drone, maka cover besi penutup kipas angin (fan) dimanfaatkan untuk melindungi struktur drone.
(more…)

Kesadaran situasional (situasional awareness) sangat dibutuhkan oleh prajurit yang berada di garis depan peperangan, dalam konteks ancaman drone, teknologi anti drone sudah banyak ditawarkan, namun belum tentu produk yang paling canggih menjadi yang paling tepat untuk prajurit. Seperti prajurit Rusia di garis depan, justru lebih merasa ‘nyaman’ dengan mengandalkan konsol detektor berbentuk ala handy talky. (more…)

Kemunculan drone intai di suatu obyek vital tak bisa dihadapi dengan santuy, pun boleh jadi perlu waktu untuk mengeliminasi dengan teknik jamming, lantaran dibutuhkan pengaturan frekuensi yang pas. Nah, ada kabar dari Polandia yang memperkenalkan prototipe sistem hanud untuk menghadapi drone dengan tembakan dari senapan mesin berat (SMB). (more…)