
Penempatan kapal selam serang bertenaga nuklir (SSN) milik Amerika Serikat dan Inggris di Australia melalui skema Submarine Rotational Force – West (SRF-W) mulai tahun depan (2027) menandai pergeseran peta kekuatan militer yang amat signifikan di kawasan Indo-Pasifik. (more…)

Masih hangat berita tentang aksi Task Group 107 Angkatan Laut Cina (PLAN) South Sea Fleet yang melakukan penembakan peluru tajam di Laut Tasman, perairan di antara Australia dan Selandia Baru. Nah, Gugus Tempur Sang Naga yang terdiri dari dua kapal perang dan satu kapal tanker tersebut, rupanya melintasi perairan Indonesia sebelum menjangkau Australia. (more…)

Meski belum banyak penampakan kapal selam Angkatan Laut Cina di Samudera Hindia, namun, cepat atau lambat, munculnya armada kapal selam Sang Naga tinggal menunggu waktu saja. Indikasi tersebut sudah terlihat, semisal dari pembangunan pangkalan angkatan laut Cina di Gwadar, Pakistan dan aktvitas Lanal AL Cina di Djibouti, Afrika Timur. Bahkan, seperti memagari Samudera Hidia, Cina pun tengah membangun basis militer dari Pulau Feydhoo Finolhu di Maladewa yang disewa oleh Cina senilai US$4 miliar. (more…)

Kondang namanya sebagai kapal perang yang mampu mendeteksi keberadaan CVR (Cokpit Voice Recorder) Boeing 737 Max 8 Lion Air JT-610 di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, KRI Spica 934 dikabarkan bakal melakukan misi survei hidro-oseanografi di area lintas laut strategis nasional yang menghubungkan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan ALKI II, yaitu di sebelah timur laut Pulau Bawean. (more…)

Keberadaan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) tak hanya menjadi magnet bagi lalu lalangnya kapal selam asing, lebih dari itu ALKI faktanya juga menjadi rute favorit bagi pelanggaran wilayah udara nasional atau yang populer disebut “black flight.” Dan diantara tiga ALKI, ALKI III yang menghubungkan wilayah Pasifik Selatan (Laut Filpina) dan Samudera Hindia adalah yang paling kerap menerima aksi pelanggaran udara. (more…)

Wilayah Ambalat adalah salah satu hotspot di perbatasan yang kerap menimbulkan tensi tinggi antara Indonesia dan Malaysia. Selain potensi gesekan di perairan, adanya gesekan yang menyangkut ruang udara juga potensial terjadi, sebut saja TNI AU beberapa kali pernah menyiapkan flight jet pemburu F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27/Su-30 di Lanud Tarakan sebagai pangkalan aju bagi jet tempur TNI AU untuk menjangkau area Ambalat. (more…)