
Setelah lima unit AH-64E Apache Guardian tiba pada akhir Maret di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, maka genaplah pesanan delapam unit AH-64E Apache Guardian dari Boeing, Amerika Serikat. Dan menandai beroperasinya kedelapan unit helikopter serbu tersebut, pada Rabu (16/5/2018) di Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani, Semarang, dilakukan proses serah terima kedelapan helikopter Apache dari Kementerian Pertahanan kepada TNI, khususnya Skadron 11/Serbu Puspenerbad TNI AD. (more…)

Bila tak ada aral melintang, Indonesia bakal menjadi negara pertama, setidaknya di Asia Tenggara yang memiliki drone tempur alias UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) dengan dipilihnya empat unit Wing Loong I untuk memperkuat Skadron Udara 51. Tentu kita tak berharap saat Wing Loong tiba namun tanpa bekal senjata. Seperti halnya pengadaan jet tempur, idealnya paket sistem senjata sudah dicanangkan sedari awal. (more…)

Hampir di setiap operasi, helikopter tempur AH-64 Apache mengandalkan tiga kombinasi senjata maut, yakni kanon internal M230 30mm chain gun, rudal AGM-114 Hellfire, dan roket Hydra kaliber 70 mm. Untuk item senjata pertama dan kedua, informasinya telah tertuang dalam kontrak pembelian delapan unit AH-64E Apache Guardian Longbow untuk Puspenerbad TNI AD. Lantas bagaimana dengan roket Hydra 70? (more…)

Rudal anti tank yang mampu diluncurkan dari helikopter masih jadi barang langka bagi militer Indonesia. Satu-satunya yang ada yakni AT-9 milik Puspenerbad TNI AD yang dipasang pada heli serbu Mil Mi-35P Hind buatan Rusia. Namun, jika tak ada pergeseran jadwal, bersama dengan datangnya pesanan delapan unit AH-64E Apache Guardian pada tahun 2017, maka Indonesia akan mengoperasikan rudal AGM-114R3 Hellfire, rudal taktis udara ke permukaan, yang salah satu perannya sebagai tank killer. (more…)