Siapa sangka, sebuah Toyota Land Cruiser double cabin dengan plat baja ternyata punya daya gempur setara IFV (Infantry Fighting Vehicle). Di tangan milisi Houthi, Yaman, kendaraan pelahap medan off-road ini bisa dipasangi kubah kanon milik ranpur amfibi BTR-80. Walau tidak diketahui bagaimana kinerja kanon kaliber 30 mm pada kendaraan berpenggerak 4×4 ini, tapi penempatan kanon BTR-80 pada Toyota Land Cruiser menarik untuk dicermati. (more…)
Rantis lapis baja produksi Thales Australia, yakni Bushmaster 4×4 bukan jenis arsenal baru di lingkup TNI AD, rantis dengan kualifikasi Mine-Resistant Ambush Protected (MRAP) ini, dalam jumlah kecil sudah sejak tahun 2014 dioperasikan oleh Satgultor 81/Kopassus. Bahkan PT Pindad di tahun 2016 sempat mengembangkan Bushmaster versi Indonesia yang diberi label “Sanca”. (more…)
Militer Korea Selatan diwartakan sedang melakukan validasi atau uji sertifikasi pada rantis lapis baja produksi dalam negeri, KMPV Blue Shark. Bagi industri pertahanan di Negeri Ginseng, memproduksi rantis lapis baja di segmen four wheel drive (4×4) tentu bukan hal asing lagi, bahkan telah berjaya di pasar ekspor. Sebut saja rantis Barracuda dan DAPC yang saat ini dioperasikan oleh Korps Brimob Polri. (more…)
Selain Turki yang merilis self propelled MLRS (Multiple Launcher Rocket System) mini dalam platform rantis Vuran 4×4, Rusia rupanya juga ikutan melirik MLRS berkaliber kecil yang ditempatkan pada rantis ukuran ringan. Yang dimaksud adalah MLRS “Sel” yang mengusung platorm kendaraan pickup UAZ-23602 cargo 4×4. (more…)
Dari segi daya hancur, tak ada yang meragukan betapa dahsyatnya gempuran dari MLRS (Multiple Launcher Rocket System) seperti RM70 Grad/Vampire yang dioperasikan Resimen Artileri Korps Marinir. Namun, dengan platform peluncur berupa heavy truck berbobot belasan ton, bakal menjadi kendala tersendiri bila MLRS digelar di wilayah pegunungan dengan akses jalan serba terbatas seperti halnya di pedalaman Papua. (more…)
Nama Norinco (North Industries Corporation) tentu sudah tak asing dalam jagad alutsista di Indonesia, pasalnya tak sedikit produk lansiran Norinco yang diadopsi oleh ketiga matra di TNI. Dan, ada kabar bahwa Norinco belum lama ini merilis rantis lapis baja anyarnya yang punya kemampuan MRAP (Mine-Resistant Ambush Protected). (more…)
Rantis model buggy sudah lama dikenal sebagai wahana andalan bagi satuan elite, punya desain kompak dengan mobilitas tinggi, menjadikan hampir setiap satuan elite mempunyai rantis buggy. Dan bicara tentang rantis buggy, maka Israel dikenal sebagai salah satu pelopornya, dan di ajang IDEX 2021, perusahaan asal Israel merilis apa yang disebut sebagai Plasan Stinger. (more…)
Setelah Kopaska, Korps Paskhas saat ini menjadi satuan di TNI yang mengoperasikan rantis lapis baja ILSV (Indonesia Light Strike Vehicle) J-Force. Mengutip dari akun Twitter @_TNIAU, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pada Senin (28/12/2020), meninjau rantis J-Force di Pelataran Gedung Raden Suryadi Suryadarma Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur. (more…)
Sasis dan mesin Toyota Hilux lumayan laris di pasaran kendaraan taktis (rantis). Selain digunakan pada rantis Pindad Maung 4×4, ILSV 4×4, Fox RRV-x dan Jankel Al-Thalab LRPV 4×4, yang kesemuanya digunakan TNI, rupanya sasis Toyota Hilux juga digunakan pada rancangan rantis intai/serbu Gurza-2 dari Azerbaijan. (more…)
Belum lama ini viral tentang kendaraan taktis (rantis) lapis baja milik Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI yang tengah berpatroli dan bahkan sempat berhenti sejenak di depan markas Front Pembela Islam (FPI) di Jl. KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat. Lepas dari kontroversi yang mengemuka, namun yang yang menjadi pertanyaan netizen, jenis rantis apakah yang sempat bikin geger tersebut? (more…)