Ini Dia! Gelar Kuis Alutsista dari Indomiliter
Menyambut momen liburan tahun baru 2015, Indomiliter.com hari ini menggelar kuis seputar alutsista untuk para pembaca sekalian. Tidak sulit untuk ikutan kuis, karena pertanyaan yang dilempar cukup mudah dicerna bagi Anda yang gemar menyimak seputar persenjataan militer Indonesia.
Hadiah yang kami tawarkan:
Juara I – @1 Tas Ransel (Backpack) Indomiliter – Support Our Troops
Juara II – @1 Hoody Zipper Flanker Keep Them Flying
Juara III – @3 Shirt Indomiliter (SIGMA Class/Mi-35 Flying Tank/Kilo Class)
Pertanyaan:
Berapa jumlah skadron tempur (jet dan propeller) di TNI AU saat ini? Dan utarakan pendapat serta alasan Anda, berapa jumlah ideal skadron tempur yang harusnya dimiliki Indonesia?
Ketentuan jawaban dan syarat kuis
1. Peserta menjawab kuis di lembar komentar pada artikel kuis ini.
2. Peserta wajib menjawab lewat log in dengan akun Facebook atau Twitter. Jangan lupa untuk menginput alamat email (alamat email tidak di publikasi).

3. Peserta sebelumnya harus “Like” di Fan Page Facebook Indomiliter dan follow Twitter @indomiliter.
4. Hadiah akan dikirim admin lewat paket JNE oleh Indomiliterstore.com
5. Keputusan admin dan juri mutlak, tidak dapat diganggu gugat.
Catatan
Kuis akan ditutup pada hari Rabu (31/12/2014) – pukul 11.00 WIB. Dan nama-nama kelima pemenang akan di umumkan pada hari Jumat (02/01/2015) di halaman Fan Page dan Twitter Indomiliter.
Selamat mengikuti kuis, semoga Anda beruntung mendapatkan aneka koleksi Memorabilia Indomiliter.




jumlah skandron tempur tni au saat ini ada 7, terdiri dari pesawat sukhoi, f16, f5 t50, hawk, dan super tucano.
yang realistisnya ya, idealnya tni au harus memiliki skandron tempur minimal sebanyak 12 skandron. dengan adanya minimal 12 skandron ini maka setiap wilayah indonesia dapat tercover dengan sangat baik.
pembagian wilayah tugas pengamanan antar skandron inilah yg akan menjadi lebih efisien, karena pesawat tempur ini tidak akan memakan waktu lama untuk mencapai hot spot yang di tentukan, otomatis penggunaan bahan bakar pun tak habis karna perjalanan aja.
pembagian wilayah pengamananny ialah, 2 skandron tempur di tempatkan di sumatra, ini untuk mengamankan wilayah selat malaka, dan perbatasan dengan negara tetangga yang sering “usil”. kemudian 2 skandron di tempatkan di kalimantan, ini juga untuk mengamankan perbatsan dengan malaysia, ambalat, dan kepulauan natuna. lalu 4 skandron di tempatkan di jawa, ini tentu untuk melindungi ibu kota yang menjadi pusat pemerintahan negara kita, tentu perlu perlindungan lebih dan lagi melindungi dari ancaman musuh dari selatan kita. lalu 2 skandron tempur berat di taruh di makasar, makasar telah di kenal dengan center of indonesia, jadi skandron ini lebih untuk penyeimbang. dan yang terakhir 2 skandron di papua, ini tentu jelas, selama ini papua sering di biarkan kosong oleh jet tempur kita,sehingga jika terjadi blackflight di sana, tni au harus mendatangkan jet tempur dari makasar atau jawa, jelas ini sangat jauh jaraknya, dan jelas sangat tidak efisien dalam operasionalnya, tentu kebutuhan skandron tempur di papua sangat lah mendesak.
jumlah skuadron tempur TNI ada 8 skuadron tempur terdiri: skuadon 1 elang katulistiwa pontianak- skuadron 3 naga madiun- skuadron11 hasanudin- skuadron 12 fhanter pekanbaru- skuadron14 madiun- skuadron15 madiun- skuadron 16 pkn baru- dan skuadron 21( tucano)malang-
gag tau jumlah nya min…..hehehe…..
tp harapan ane kedepan smoga semoga di bentuk 2skuadron ditiap pulau di indonesia….2 di sumatra,2jawa,2dikalimantan,2di sulawesi,2du nusatenggara,2maluku,2papua….alasan nya agar setiap pulau bisa bertahan n mengcounter attack ( dh kaya strategi bola aja) setiap serangan n ancaman yg datang…sampai bantuan tiba…….
Indonesia saat ini telah memiliki 8 skuadron tempur. Idealnya jumlah skuadran tni au kalau sekedar “self defence”, perlu tambahan 5 skuadron tempur (3 skuadron sukhoi Su-35 dan 2 skuadron super tucano/sejenis). Karena, untuk mengimbangi peningkatan kekuatan udara negara tetangga (Australia dan Singapura) yang telah mengakuisisi F-35.
Ditempatkan :
#Skuadron tempur Sukhoi Su-35
-1 skuadron ditempatkan di Makassar. Karena untuk membendung kekuatan udara Australia yang mengandalkan F-35.
-1 skuadron di Natuna. Wilayah Natuna memerlukan skuadron tetap yang berisikan jet tempur heavy class, natuna adalah posisi strategis, karena berbagai potensi ancaman sangat besar. Sekaligus membendung F-35 singapura.
-1 skuadron di wilayah Papua.
Papua juga membutuhkan skuadron tempur. Selama ini skuadron tempur hanya terfokuskan pada wilayah indonesia barat dan tengah saja. Pelanggaran udara juga sering terjadi,oleh karena itu skuadron tempur dibutuhkan supaya tidak perlu jauh-jauh lagi didatangkan dari wilayah indonesia bagian tengah.
#Skuadron tempur Super Tucano/sejenis
– 1 skuadron ditempatkan di wilayah timur (papua). Karena super tucano multi-peran,sangat cocok untuk wilayah papua untuk mendukung operasi militer.
– 1 skuadron ditempatkan di wilayah kalimantan. Karena super tucano memiliki peran anti-gerilya untuk membendung lawan dari negara tetangga apabila terjadi perang. Sama seperti di papua.
Saya coba sedikit ikut nimbrung … 🙂 ya Indonesia memiliki 8 skuadron dan ini sangat kurang/dikit sekali … dibandingkan dg negara tetangga yg kalo ga salah 16 skuadron nya….tentu berbagai pertimbangan yg diperlukan untuk penambahan ini.
jumlah skuadron 8. Setidaknya TNI harus mempunyai 16 skuadron untuk menjaga wilayah NKRI.
Sampai saat ini TNI-AU memliki 8 skuadron tempur. Menurut saya idealnya untuk wilayah RI yang luas ini, TNI-AU setidaknya memiliki jumlah 20 skuadron dimana 50% jumlah tersebut dititik beratkan untuk menghindari kemungkinan adanya black fight maupun provokasi dari wilayah utara sekitar 30% sebagi pelindumh pulau jawa sebagai pulau utama dan 20% sisanya untuk mengcover pulau seperti Irian dan Nusa tenggara. Jumlah tersebut juga harua diimbangi pesawat yang berkualitas untuk melindungi wilayah NKRI
Menurut data yang terpublikasi, Indonesia mempunyai 8 skuadron pesawat,tapi saya yakin lebih dari itu karena kita menggunakan prinsip low-profile.
menurut beberapa ahli,disebutkan bahwa Indonesia butuh 30-60 skuadron. tapi dari perhitungan saya, setidanya butuh 30-35 skuadron pesawat tempur jet maupun propeller. jumlah tersebut cukup untuk mengcover pulau2 utama(Sumatra,Jawa,Kalimantan,Sulawesi,Maluku,Nusa tenggara,dan Papua) dan daerah perbatasan seperti Natuna,Sabang,dll. untuk sementara ini menurut saya lebih penting melengkapi radar dan arhanud bahkan kalau bisa,satelit militer untuk mengcover wilayah udara sambil menunggu datangnya pesawat baru yang memakan waktu bertahun-tahun. Minimal Pantsir,atau Oerlikon, bahkan S-300/400. hal ini didasarkan kebutuhan kita untuk defensif dan melihat lingkungan vital sekitar yang butuh mempunyai perlindungan udara secepatnya. tentu saja setiap pembelian harus disertai transfer teknologi,persedian logistik/suku cadang dan kebal aturan mengikat seperti HAM.
Sekarang TNI AU punya 7 skadron tempur.
Seharusnya TNI AU punya 20-30 skadron tempur yang terdiri dari 10 skadron heavy fighter, 20 skadron medium fighter untuk meng cover wilayah Indonesia. Meskipun hal ini sulit direalisasikan saat ini tapi langkah TNI sudah mengarah kesana. 3 skadron akan di bangun di Renstra II (rencana strategis II) tahun 2014-2019.
Menurut saya 20-30 skadron tempur adalah keharusan mengingat tantangan dan ancaman kedepan semakin nyata. Penambahan skadron tempur juga harus di ikuti dengan penambahan alutsista pendukung lainya seperti radar, pesawat AEW,jetstars,AWAC,tanker. Saya kira asia pasifik akan semakin “panas” dan bisa jadi akan jadi arena perang di masa depan, TNI sebagai pengawal bangsa harus kuat, harus siap menghadapi hal seprti itu.
sekarang ada 8 buah.idel nya ada 20 skadron.namun dngan ktrbtasan dana,tdk mungkin indoesia hrus membeli pespur sbnyak itu.mka jalan stu2nya,tni mengecilkan angka pespur d stiap skuad dari 16 menjadi 12 buah.con . . . f 16 Ab ada 10 buah.ckup d tmbh dua buah untk d tmpatkan d madiun,dan msih ada 22 lg f 16 hbah,tambah minimal 2 buah atau d mkarkan menjadi 3 skuad,brarti tni akan menerima f 16 hbah bat ke2 ,dan di buatkan pngkalan bru yg d isi tiap2 skuad ada 12 f16,unk skukoi,tni melanjutkan pembelian su27,30,menambah 8 buah.dan menyetarakan jenis pespur su 27 dan su 30.jadi tni memiliki 12 su 27.dan 12 su30,dan di pecah menjadi 2 skuad.untk efek dteren sbgai pengganti f 5 tger tni.minimal tni dpat mengakuisi su 35 12 buah,lengkap dngan radar dra+ udra,rudl darat udara dan snjtanya.sya rasa it akan lbih maksimal untk menjaga ruang udara ri.dri pda tni hrus menumpuk pespur dan membeli pespur jnis lain.maf tlisanya agak bletotan karna pke hp jadul.
Hingga saat ini ada 8 skadron tempur (7 jet dan 1 turbopropller Super Tucano). Mengenai jumlah ideal bisa di datangkan 20 sudah ideal, karena jumlah itu dipandang sudah bisa meng-cover ruang udara NKRI dalam batas optimal. Yang lebih penting, gelar jumlah skadron harus diselaraskan dengan pagu budget. Percuma juga kalo banyak skadron tapi pesawatnya tidak bisa beroperasi optimal.
8 skuadron, bandingin dengan sekitarnya kekuatannya masih kurang, pasang semua pesawat tempur denga IRST, bentuk skuadron tempur maritim (Su34), skuadron electronik buat merusak segala macam gelombang frekuensi radar, komunikasi dan GPS (musuh terlalu mengandalkan teknologi), skuadron bomber, skuadron AWACS (helium juga perlu), Skuadron CAS dan COIN. skuadrom amphibi
Moga dapet tas biar laptop ane punya baju baru… hehehe
TNI AU sekarang punya 8 Skuadron Tempur :
1. Skuadron 1 Pontianak “Elang Khatulistiwa” = BAE Hawk Mk.109 & Mk.209,
2. Skuadron 3 Madiun “Sarang Naga” = General Dynamics F-16 A & B Block 15 OCU,
3. Skuadron 11 Makassar “The Thunders” = Sukhoi Su-27 SK & SKM dan Su 30 MK & MK2,
4. Skuadron 12 Pekanbaru “Panther Hitam” = BAE Hawk Mk.109 & Mk.209,
5. Skuadron 14 Madiun “The Eagles” = Northrop F-5 E & F,
6. Skuadron 15 Madiun “The Typhoons” = KAI T-50,
7. Skuadron 16 Pekanbaru “?” = General Dynamics F-16 C & D Block 25 (Upgrade Block 32+, Desain sebagai F-16 Block 52ID),
8. Skuadron 21 Malang “?” = Embraer EMB 314 Super Tucano.
untuk Ideal memang perlu sekitar 15 – 20 skuadron jet tempur FULL ( 16 pesawat, bukan COIN & punya kecepatan Mach 2+), tapi menurut saya untuk kondisi budget indonesia sekarang saya rasa 5 skuadron Su 35 (1 Skuadron = 16 pesawat, total 80 atau 1 Skuadron 12 pesawat, total 60) sudah cukup untuk mengkover wilayah Indonesia, dan penempatannya di :
1. Pekanbaru (cakupan Sumatra, Natuna, Pontianak),
2. Madiun (cakupan Jawa, Bali, NTB),
3. Palu (cakupan Sulawesi, Kalsel, Kaltim),
4. Kupang (cakupan NTT, Maluku Selatan (Yamdena, Ambon)),
5. Sorong / Biak (cakupan Papua, Maluku Utara(Ternate)).
Untuk pesawat su 27 & 30 tetap di Makassar, F-16 pekanbaru dialihkan ke pontianak, F-16 Madiun dialihkan ke Jakarta, tetapi semua dialih fungsikan ke Kohanudnas.
Untuk Hawk Pekanbaru dialihkan ke Manado, Hawk Pontianak dialihkan ke Jayapura dan Merauke dan dialih fungsikan ke Kohanudnas juga.
Untuk T-50 tetap di Madiun untuk Trainer, dan COIN Super Tucano tetap di Malang atau Papua(Recon OPM).
Terima Kasih…
saat ini TNI AU memiliki 13-15 skuadron jet dan propeller.
menurut saya seharusya TNI AU butuh 20-30 skuadron tempur
kenapa saya bilang begitu ini alasannya:
TNI AU sampai saat ini belum mengganti pesawat-pesawat tua nya contohnya F5 tiger yang sudah puluhan tahun tidak diganti. tetapi untungnya katanya ada bebeapa kandidat pengganti F5 tiger TNI AU salah satunya adalan su 35 dari rusia.
TNI AU kekurangan skuadron tempur yang berimbas pada banyaknya pesawat yang melewati batas wilayah tanpa izin dan tanpa takut ditangkap.
Sampai saat ini TNI AU hanya memiliki 8 Skadron tempur.
bagi saya skadron tempur yang dimiliki indonesia adalah 48 karena indonesia sendiri memiliki banyak kepulauan yang perlu dijaga dan jika terjadi serangan dari negara tetangga(Australia,Malaysia,Singapore,dll)pasti serangan itu akan berbahaya dan kita butuh banyak skadron sebagai pelindung utama dan skadron lain sebagai pendukung skadron utama tersebut
([email protected])
TNI AU memiliki 8 skuadron.
1. Skuadron 1 Elang Khatulistiwa => Hawk Mk.109 & Hawk Mk.209
2. Skuadron 3 Elang Biru => F-16
3. Skuadron 11 Thunder => SU series
4. Skuadron 12 Panther Hitam => Hawk Mk 109 & Hawk Mk 209
5. Skuadron 14 Eagle => F-5 E/F
6. Skuadron 15 Team Jupiter => T-50i GE
7. Skuadron 16 Pekanbaru => F-16
8. Skuadron 21 Sena => EMB-314
Idealnya TNI mempunyai 20 skuadron dengan pembagian seperti: 2 sk di Jawa, 3 sk di Sumatera, 3 sk di Kalimantan, 3 sk di Papua, 2 sk di Nusa Tenggara & Bali, 5 sk di tempatkan (terpisah) ditempat yg kemungkinan besar terjadi konflik (ex: Natuna), dan 2 sk untuk menutup blank spot.
Saat ini TNI AU memiliki 8 skuadron tempur. jumlah itu memang dirasa kurang untuk mengamankan wilayah udara indonesia.
indonesia harusnya memiliki minimal 12 skuadron tempur untuk menjaga kedaulatan udaranya. terutama dikawasan timur indonesia yang saat ini hanya diawasi oleh 4 satuan radar dari Koharnudas IV. penambahan skuadron di wilayah timur akan mempermudah dalam penindakan pelanggaran wilyah udara yang sring dilakukan oleh negara asing.
tni au memiliki 8 skadron menurut saya idealnya tni au memiliki 24 skadron untuk menjaga kedaulatan nkri
Hingga saat ini jumlah skuadron tempur TNI AU berjumlah 8 buah skuadron. Terdiri atas: 1. Skuadron udara 1 di Pontianak ( Hawk 109/209)
2. Skuadron udara 12 di Pekanbaru ( pesawat tempur Hawk 109/209)
3. Skuadron udara 16 di Pekanbaru ( pesawat tempur f 16) f 16 sedang dn akan dikirim
4. Skuadron udara 3 di Madiun ( f 16)
5. Skuadron udara 11 di Makassar (pesawat tempur sukhoi 27/30)
6. Skuadron udara 14 di Madiun (f 5)
7. Skuadron udara 15 di Madiun (pesawat tempur T-50) mnggantikn Hawk mk 53
8. Skuadron udara 21 di Malang (EMB-314 super tucano)
Menurut saya jumlah tersebut belum ideal karena luasnya cakupan geografis Indonesia. Menurut saya jumlah yang ideal adalah 20 skuadron tempur. Namun dalam waktu dekat untuk memenuhi MEF 2 setidaknya minimal ada 10 skuadron. Paling mendesak adalah mengganti f 5 dengan su 35 bm karena usia yg sudah tua serta tambahan 2 skuadron baru.
Hingga saat ini jumlah skuadron tempur TNI AU berjumlah 8 buah skuadron. Terdiri atas: 1. Skuadron udara 1 Elang Khatulistiwa di Pontianak ( Hawk 109/209)
2. Skuadron udara 12 Panther Hitam di Pekanbaru ( pesawat tempur Hawk 109/209)
3. Skuadron udara 16 di Pekanbaru ( pesawat tempur f 16) f 16 sedang dn akan dikirim
4. Skuadron udara 3 di Madiun ( f 16)
5. Skuadron udara 11 di Makassar (pesawat tempur sukhoi 27/30)
6. Skuadron udara 14 di Madiun (f 5)
7. Skuadron udara 15 di Madiun (pesawat tempur T-50) mnggantikn Hawk mk 53
8. Skuadron udara 21 di Malang (EMB-314 super tucano)
Menurut saya jumlah tersebut belum ideal karena luasnya cakupan geografis Indonesia. Menurut saya jumlah yang ideal adalah 20 skuadron tempur. Namun dalam waktu dekat untuk memenuhi MEF 2 setidaknya minimal ada 10 skuadron. Paling mendesak adalah mengganti f 5 dengan su 35 bm karena usia yg sudah tua serta tambahan 2 skuadron baru.
Jumlah skuadron indonesia saat ini sebanyak 16 skuadron. Terdiri dari jet,heli dan propeler. Idealnya indonesia mempunyai 32 skuadron yang mana untuk mengcover pulau-pulau terluar di indonesia sangat dibutuhkan selain radar.sehingga penerbangan gelap tidak mudah terjadi. Dalam tantangan ke depan pemerintah sebaiknya menambah jumlah pesawat pencegat atau pesawat-pesawat yang lebih modern.
Bismillah, sampai tanggal 30 Desember 2014 umlah skadron tempur (jet dan propeller) di TNI AU saat ini ada 8 skadron.
1.Skuadron Udara 1 Elang Khatulistiwa di Pontianak dengan berisikan pesawat tempur jenis Hawk Mk.109 dan Hawk Mk.209
2.Skuadron Udara 12 Panther Hitam di PekanBaru dengan berisikan pesawat tempur jenis BAE Hawk Mk. 109 dan BAE Hawk Mk. 209
3.Skuadron Udara 16 di Pekanbaru dengan berisikan pesawat tempur jenis f-16
4.Skuadron Udara 3 Elang Biru di Madiun dengan berisikan pesawat tempur jenis F-16A dan F-16B
5.Skuadron Udara 11 di Makasar dengan berisikan pesawat tempur jenis SU-27SK, SU-30SK, A-4E, TA-4H dan TA-4J (versi latih)
6.Skuadron Udara 14 di Madiun dengan berisikan pesawat tempur jenis F-5E dan F-5F
7.Skuadron Udara 15 Team Jupiter di Madiun dengan berisikan pesawat tempur jenis Hawk MK-53
8.Skuadron Udara 21 di Malang dengan berisikan pesawat jenis OV-10 Bronco dan EMB-314
menurut saya pribadi dengan melihat rencana pemerintah dan TNI dan pemerintah luar negeri, Indonesia setidaknya harus menambah 3 Skuadron lagi, 2 skuadron SU-35, 1 skuadron Thypoon
alasan butuhnya 2 skuadron SU-35 untuk mengimbangi 2 negara yang akan mendatangkn f-35(Singapura dan Australia) dan hanya SU-35 saat inilah yang dapat mengendus baik sifat silumannya f-35, 1 skuadron untuk wilayah Timur 1 skuadron untuk wilayah Barat, sedangkan 1 skuadron thypoon untuk rencana pengembangan program pesawat tempur Indonesia
SU-35 dan thypoon harus di beli.
Jumlah Skuadron TNI AU Saat ini Hanya Memiliki 8 Skuadron
Menurut Saya Ini Tidak Memadai Seharusnya TNI AU Memiliki 20 Skuadron Tempur , 3 Skuadron Angkut , 3 Skuadron Intai , 2 Skuadron Tanker Karena TNI AU Bertugas Untuk Mengcover Seluruh Wilayah Indonesia tidak hanya udara tapi darat dan laut pun dicover oleh AU ditambah indonesia memiliki kekayaan yang melimpah sehingga kemampuan TNI AU harus menjadi ujung tombak pengamanan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia Ini
Jumlah Skuadron TNI AU Berjumlah 8 Terdiri Atas Pesawat Tempur Jet Maupun Jenis COIN
Namun Menurut Saya Jumlahnya Kurang Memadai Seharusnya Minimal Ada 20 Skuadron Pesawat Tempur ( Strike Fighter , Superioritas Udara ) dan 3 Skuadron Angkut 3 Skudron Intai Dan
tni au saat ini memiliki 8 skuadron tempur .ideal nya tni au punya 22 skuadron dengan rincian 18 skuadron fighter jet yang dibagikan ke koops au 1 & 2 dengan fungsi air superiority.1 skuadron heavy fighter khusus pengamanan ibu kota negara .dan 3 skuadron pesawat propeller/jet untuk cas( close air support)/ bomber.
jumlah skuadron tempur TNI AU berjumlah 8 skuadron yang tersebar di seluruh indonesia,pihak TNI AU sendiri menyatakan ini belum ideal untuk mengcover seluruh indonesia.Dalam renstra MEF tahap 3,2019-2024 TNI AU baru berencana untuk menambah 3 skuadron.Menurut saya jumlah ideal 16 skuadron tempur sampai MEF tahap 3,yang di isi berbagai pesawat tempur dari berbagai jenis.
untuk jumlah saat ini skuadron yang di miliki TNI AU hanya 8 skuadron. jumlah idelnya untuk skuadron untuk menjaga bumi pertiwi indonesia,TNI Au membutuhkan kurang lebih 30 skuadron untuk menjaga bumi pertiwi indonesia,agar dapat mengkofer wilayah udara indonesia bagian barat timur dan tengah.
Untuk jumlah skuadron tempur TNI AU saat ini berjumlah 8 skuadron, jumlah ini menurut saya kurang mengcover menjaga wilayah Republik Indonesia, karena sering terjadinya black fight di Indonesia terutama dibagian timur, menurut saya TNI AU setidaknya memiliki 18 skuadron tempur dimana dibagi disetiap wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur memiliki 6 skuadron tempur untuk menjaga wilayah Indonesia. Dan saya berharap TNI AU juga menambah jumlah pesawat Sukhoi su-27/30, terutama Sukhoi su-35bm untuk mengganti F-5E Tiger II, karena sebentar lagi negara tetangga akan menggunakan pesawat tempur F-35.
Jumlah skadron tempur ada 7. Jumlah ideal adalah 60 skadron, meski realistis seandainya bisa 10 skadron aja udah cukup. Yang penting bukan berapa jumlahnya, tapi kualitasnya, percuma banyak skadron kalo misalnya pesawat ga bisa terbang karena nggak kuat beli Avtur 🙂
Jumlah Skuadron Tempur TNI AU saat ini berjumlah 8 Skuadron.
Jumlah ideal Skuadron Tempur TNI AU yang ideal menurut saya berjumlah 20 Skuadron Tempur.
Alasan : Agar jika ada pelanggaran Kedaulatan melalui udara yang dapat berupa Black Flight maupun Provokasi dari negara Tetangga dapat langsung di tindak tanpa perlu megorbankan banyka waktu dan biaya.