
Mengurutkan keluarga dan garis keturuan ranpur BMP-3 memang cukup banyak jenisnya, seperti jauh hari sebelum maraknya penggunaan drone sebagai wahana intai pergerakan kavaleri, AD Rusia pernah mengandalkan BRM-3K Rys “Lynx” sebagai ranpur intai (combat reconnaissance vehicle). (more…)

Meski telah lebih dulu mengirimkan ranpur Redback untuk diuji cobakan dalam program Land 400 Phase 3, namun Hanwha Defense dari Korea Selatan rupanya belum bisa berpuas diri, pasalnya Rheinmetall Defence dari Jerman juga telah mengirimkan Lynx KF41 untuk kebutuhan AD Australia dalam pengadaan IFV (Infantry Fighting Vehicle) beroda rantai. (more…)

Wahana penghancur ranjau memang tak maju di lini depan dari suatu pertempuran. Namun, dalam operasi pendudukan suatu wilayah yang berpotensi masif tebaran ranjau, maka mau tak mau, wahana penghancur ranjau adalah suatu pilihan, selain metode penghancuran ranjau secara manual yang memakan waktu lama dan beresiko tinggi pada keselamatan prajurit. (more…)

Turki rupanya tak ingin ketinggalan dalam melakukan modernisasi pada ranpur APC M113, setelah sebelumnya AD Australia dan BAE Systems Australia menggarak proyek kemampuan otonom pada M113, kini giliran Negeri Erdogan melakukan langkah serupa, namun dengan ‘bumbu’ fitur yang lebih komplit. Di tangan Machinery and Chemical Industry Corporation (MKEK), M113 konvensional yang bertenaga diesel disulap menjadi ranpur bertenaga listrik. (more…)

Sudah lumayan banyak varian ranpur BMP-3 yang telah diulas di Indomiliter.com, namun ada satu varian dari ranpur berbobot 18 ton ini yang sepertinya terlewatkan, maklum varian BMP-3 ini memang tergolong barang baru bagi arsenal AD Rusia. Yang dimaksud adalah UR-15 Meteor. Ranpur yang punya peran khusus untuk melibas medan beranjau ini belum lama digunakan AD Rusia dalam latihan tempur bersandi Kavkaz-2020. (more…)

Anda masih ingat tentang rencana akuisisi tank untuk kebutuhan AD Filipina? Berdasarkan keterangan Kepala Pengembangan Produk PT Pindad Windu Paramarta, disebutkan bahwa akhirnya hanya ada dua perusahaan yang lolos dalam tahapan lanjutan program pengadaan kendaraan tempur lapis baja (tank) AD Filipina, yaitu PT Pindad dari Indonesia dan Doosan DST dari Korea Selatan. (more…)

Jangan dikira bila Cina hanya meng-copas desain alutsista dari Rusia, Amerika Serikat, Perancis dan Swedia. Tak disangka, rancangan ranpur lapis baja roda rantai bertampang imut asal Jerman, Rheinmetall Wiesel ternyata juga dicaplok desainnya oleh pabrikan dari Negeri Panda. (more…)

China North Industries Group Corporation (Norinco) mungkin cukup bangga pada keluarga ranpur amfibi ZBD05, atau dikenal juga dengan label Type 05, pasalnya selain dioperasikan oleh angkatan darat dan Marinir Cina, varian ZBD05 juga tengah dilirik oleh Thailand dan Venezuela. (more…)

Nama ranpur amfibi besutan Norinco ini telah tersohor sebagai yang tercepat melaju di air untuk saat ini. Selain jadi andalan pasukan pendarat Negeri Tirai Bambu, Thailand dan Venezuela pun ikut kepincut pada varian ranpur ZBD05. Dan belum lama ini, terendus varian baru untuk ranpur yang juga diberi label Type 05 ini. (more…)

Belakangan ini, akun media sosial TNI banyak memposting seputar kegiatan latihan, terkhusus di lini kavaleri, kerap terlihat sosok tank ringan AMX-13 meriam yang legendaris. Dan, seperti diketahui kavaleri TNI AD mempunyai dua varian AMX-13 varian meriam, yaitu AMX-13 dengan meriam kaliber 105 mm dan AMX-13 dengan meriam kaliber 75 mm. Namun, tak sedikit netizen yang kesulitan membedakan di antara kedua jenis AMX-13 meriam, pasalnya basis tanknya sama, begitu juga desain dan model kubah pun serupa. Lantas bagaimana cara membedakan antara keduanya? (more…)