
Konflik di Kashmir telah meningkatkan pamor rudal udara ke udara jarak jauh (Beyond Visual Range/BVR) dalam pertempuran udara, terutama kala rudal PL-15 yang dilepaskan jet tempur Pakistan diklaim berhasil menembak jatuh beberapa jet tempur India yang masih berada di wilayah India. Terkait atau tidak, Rusia belum lama kembali mengangkat pamor rudal udara ke udara jarak jauh Novator KS-172. (more…)

Perang di Kashmir sebagai buntut dari Operasi Sindoor telah menciptakan anomali di dunia intelijen, bila selama ini intelijen dari Cina dan Rusia dikenal gigih untuk mendapatkan bocoran informasi dan data-data rahasia terkait alutsista Barat, maka dengan jatuhnya beberapa jet tempur India di wilayah India sendiri, telah mendorong intelijen Barat untuk mencari puing-puing dari rudal udara ke udara PL-15. (more…)

Klaim kesuksesan PL-15 dalam menembak jatuh beberapa jet tempur India, termasuk Dassault Rafale, secara langsung ikut mengangkat pamor rudal udara ke udara blok Timur, yang selama ini dikesankan tertinggal dari teknologi rudal buatan Barat. Meski tak terkait langsung dengan isu yang terjadi di Kashmir, ada kabar mengejutkan datang dari Korea Utara. (more…)

Bersama dengan naik pamornya PL-15 di perang Kashmir dan hampir setahun setelah diperkenalkan, rudal udara ke udara jarak jauh ‘reinkarnasi’ AIM-54 Phoenix, yakni AIM-174B secara resmi telah mendapat julukan “Gunslinger.” Nama tersebut dimasukkan di antara kemampuan tempur baru yang tercantum sebagai arsenal jet tempur F/A-18 Super Hornet dalam Naval Aviation Playbook 2025, yang mana rudal udara ke ke udara ini telah ditetapkan secara operasional. (more…)

Produk alutsista buatan Cina menjadi naik pamor dalam konflik bersenjata India versus Pakistan, selain nama jet tempur JF-17 Thunder Block III dan Chengdu J-10C, maka nama rudal udara ke udara jarak jauh – Beyond Visual Range (BVR) PL-15 dan PL-15E (varian ekspor) turut terdongkrak setelah puing-puing rudal tersebut ditemukan, bersamaan dengan kabar rontoknya beberapa jet tempur dari Angkatan Udara India, yang di atas kertas lebih canggih. (more…)

Sebagai respon atas serangan udara India dalam Operasi Sindoor di Kashmir, pihak Pakistan menyebut telah menembak jatuh lima jet tempur Angkatan Udara India, terdiri dari tiga unit Dassault Rafale, satu unit Sukhoi Su-30MKI dan satu unit MiG-29 Fulcrum. Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif, termasuk telah menahan sejumlah personel militer India. (more…)

Selain kabar ditembak jatuhnya jet tempur Sukhoi Su-30 Angkatan Udara Rusia oleh drone laut (USV) MAGURA V5 yang melepaskan rudal udara ke udara R-73 yang dimodifikasi menjadi rudal darat ke udara, maka ada lagi klaim dari Ukraina, namun kali ini tidak didukung oleh rekaman video, yakni ditembak jatuhnya dua unit Su-30 Rusia oleh USV Ukraina, namun yang digunakan adalah rudal buatan AS, yakni AIM-9 Sidewinder. (more…)

Sebagai produk alutsista Negeri Paman Sam, arsenal rudal udara ke udara jarak jauh pada jet tempur stealth F-35 Lightning II telah disiapkan dengan AIM-120 AMRAAM. Namun, atas permintaan dari Inggris atas F-35, khususnya varian F-35B yang punya kemampuan short take-off and vertical-landing (STOVL), akan punya kemampuan untuk meluncurkan rudal udara ke udara Meteor Beyond Visual Range Air to Air Missile (BVRAAM). (more…)

Untuk menghantam sasaran strategis di udara, maka wajar bila rudal udara ke udara (air to air missile), khususnya di segmen jarak jauh, dirancang dengan kemampuan hipersonik. Namun, sebatas kecepatan level kecepatan hipersonik pada rudal udara ke udara dipandang tidak cukup bagi Cina. (more…)

Meski Jerman adalah bagian dari konsorsium pengembang rudal udara ke udara jarak jauh – beyond visual range (BVR) Meteor, namun ternyata Jerman baru pertama kali menguji peluncuran rudal Meteor dari jet Eurofighter Typhoon milik Luftwaffe. (more…)