
Militer Cina untuk pertama kalinya menampilkan pembom strategis Xian H-6N yang mengangkut rudal balistik peluncur udara (air-launched ballistic missile/ALBM) terbaru Jinglei-1 (Jīng Léi-1/JL-1 atau “Thunderclap-1”). Dokumentasi terbaru dari media pemerintah Cina memperlihatkan H-6N terbang membawa satu unit rudal raksasa di bagian bawah badannya (belly/centerline) dengan pengawalan ketat dari jet tempur siluman Chengdu J-20. (more…)

Angkatan Laut Thailand (Royal Thai Navy) dilaporkan sedang mengeksplorasi rencana pengadaan varian anti-kapal dari rudal jelajah supersonik BrahMos buatan India. Langkah modernisasi ini bertujuan untuk memperkuat daya gentar (maritime deterrence) serta mengamankan wilayah pesisir dan jalur laut vital tanpa harus bergantung pada pertahanan negara-negara besar. (more…)

Kementerian Pertahanan Israel bersama Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Israel Aerospace Industries (IAI) telah sukses menggelar uji coba sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak jauh Arrow dari kawasan Israel tengah. Jejak asap (contrail) putih dari peluncuran pencegat (interceptor) tersebut terlihat membumbung tinggi di atas Pantai Ashdod yang berada di pesisir Laut Tengah, wilayah barat daya Israel, sekitar 32 kilometer di selatan Tel Aviv. (more…)

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Ukraina sempat berada di titik kritis sebelum akhirnya mereda lewat jalur diplomasi. Menyusul insiden penyerangan kapal kargo Iran Anna di Laut Kaspia oleh militer Ukraina pada 25 Juli 2026—yang kemudian diklarifikasi oleh Kiev sebagai sebuah kekeliruan sasaran—Teheran rupanya sempat menyelesaikan persiapan operasional militer untuk melancarkan serangan balasan langsung ke wilayah Ukraina. (more…)

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Cina secara terbuka mengonfirmasi bahwa mereka tengah memperluas jaringan silo (missile silo) bawah tanah untuk menampung rudal-rudal balistik antarbenua (ICBM) berjangkauan terjauh milik mereka. Keterbukaan ini menjadi sinyal perubahan signifikan dari kebijakan militer Beijing yang selama puluhan tahun dikenal sangat tertutup terkait infrastruktur nuklir strategisnya. (more…)

Laporan mengejutkan yang dirilis media AS, CNN, mengungkapkan bahwa persediaan rudal pencegat dan amunisi presisi jarak jauh milik militer Amerika Serikat telah berada pada tingkatan yang sangat mengkhawatirkan. Rentetan konfrontasi militer dengan Iran dalam operasi bertajuk Operation Epic Fury dikabarkan telah menghabiskan hampir 80 persen (empat perlima) dari total stok rudal pencegat THAAD (Terminal High Altitude Area Defense). (more…)

Angkatan Bersenjata Australia (ADF) bersama Lockheed Martin dan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) telah menyelesaikan uji penembakan langsung (live-fire) bertajuk Taipan Strike 26 pada 29 Juli 2026 di Woomera Test Range, Australia Selatan. Uji coba ini mendemonstrasikan prototipe sistem pertahanan udara jarak menengah berbasis darat atau Medium Range Ground-Based Air Defense (MRGBAD) yang diintegrasikan dengan arsitektur Aegis. (more…)

Angkatan Laut Korea Selatan (ROK Navy) bersiap melakukan lompatan besar dalam kemandirian teknologi pertahanan maritimnya. Persisnya, Seoul akan memensiunkan secara bertahap rudal pencegat pertahanan udara (hanud) buatan Amerika Serikat, Standard Missile-2 (SM-2), dan menggantikannya dengan rudal pertahanan udara buatan dalam negeri yang diklaim lebih superior, yakni Korean Ship-to-Air Missile-II (KSAM-II). (more…)

Kementerian Pertahanan Armenia secara resmi memperlihatkan rekaman video terbaru yang menampilkan sistem rudal anti-tank (Anti-Tank Guided Missile/ATGM) buatan dalam dengan label Nizak. Sistem persenjataan ini mencuri perhatian para pengamat militer global karena memiliki kemiripan desain yang sangat tajam dengan rudal anti-tank GAM-102LR buatan pabrikan asal Cina, Poly Technologies. (more…)

Perang skala besar dan konfrontasi sengit di Timur Tengah, khususnya pasca-eskalasi dengan Iran, memberikan pukulan telak bagi persediaan sistem pertahanan udara Amerika Serikat. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa stok rudal pencegat (interceptor) Patriot milik Angkatan Darat AS mengalami penurunan tajam hingga 65 persen. (more…)