Meski ada bantahan dari Korea Utara yang menyatakan tidak memasok persenjataan ke Rusia dalam kampanye mendukung perang di Ukraina. Namun, informasi yang disampaikan Badan intelijen militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara telah memasok berbagai sistem rudal balistik ke Rusia. Bahkan secara spesifik, informasi intelijen dari Seoul juga merinci jenis-jenis senjata balistik yang dimaksud. (more…)
Meski pengembangan teknologi roket di Indonesia maju mundur, namun, belum lama ini ada kabar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, yang menyebut bahwa pengembangan roket balitsik untuk sistem senjata artileri kaliber 122 mm telah tuntas dilakukan oleh PT Pindad. Roket 122 mm adalah jenis amunisi artileri dengan standar Rusia/Soviet yang disiapkan untuk jenis senjata MLRS (Multiple Launch Rocket System). (more…)
Meski Timur Tengah membara dengan perang antara Hamas/Hizbullah versus Israel, tapi itu tak menyurutukan bara pertempuran antara Ukraina versus Rusia. Menyambut datangnya musim dingin, justru kedua kubu mengerahkan senjata yang lebih lethal. Sebelum Amerika Serikat mengonfirmasi pengiriman rudal balistik taktis MGM-140 Army Tactical Missile System (ATACMS) yang diluncurkan pada M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS), maka Rusia lebih dulu menggelar alutsista yang punya daya deteren tak kalah mengerikan, yakni TOS-2 Tosochka. (more…)
Ransus (kendaraan khusus) pada baterai MLRS (Multiple Launch Rocket System) ASTROS (Artillery Saturation Rocket System) II Armed TNI AD, didatangkan dari Brasil dalam konfigurasi lengkap, termasuk salah satunya ransus pembawa (logistik) amunisi yang disebut Avibras AV-RMD, ransus 6×6 ini menjadi wahana pendukung penggelaran baterai ASTROS. Dan belum lama ini, ada kabar Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbang TNI AD) menyerahkan Sertifikat Uji Coba (Sertifikasi) Prototipe Ransus Pengangkut Kontainer Munisi Roket ASTROS hasil Litbanghan Puspalad (Pusat Peralatan Angkatan Darat). (more…)
Israel paham bahwa serangan roket dalam jumlah besar yang diluncurkan dalam waktu singkat, sulit dibendung oleh sistem hanud Iron Dome. Tingkat keberhasilan Iron Dome sejatinya masih sangat baik, yakni 90 persen. Namun, selain kewalahan dalam menghadapi kuantitas serangan roket Hamas atau Hizbullah, menjadi perhatian adalah harga per unit rudal Tamir pada Iron Dome yang mencapai puluhan ribuan dollar, tidak imbang dengan harga roket Hamas yang ditaksir per unitnya hanya beberapa ratus dollar. (more…)
Selain akibat serangan drone kamikaze, artileri dan senjata anti tank, ancaman besar bagi ranpur (kendaraan tempur) di medan konflik berasal dari ranjau darat yang tersebar di beberapa titik yang tidak diduga. Dan bicara ranjau darat, maka Rusia terbilang sukses menggelar sistem ranjau selama konflik dengan Ukraina. (more…)
Media internasional menyandingkan serangan drone dan roket besar-besaran milisi Hamas pada pagi hari 7 Oktober lalu ibarat ‘Pearl Harbor Attack’ yang menimpa Israel. Ratusan, bahkan mungkin ribuan roket dilepaskan Hamas dari wilayah Lebanon, menyebabkan ratusan warga Israel tewas, ribuan luka-luka, termasuk tertangkapnya perwira tinggi Israel oleh Hamas. Terlepas dari situasi yang terus berkembang, salah satu poin yang harus dicermati adalah jenis dan kemampuan roket Hamas, yang sedikit banyak mampu membuat ‘kewalahan’ sistem hanud Iron Dome. (more…)
Yugoimport Serbia merilis rendering MLRS (Multiple Launch Rocket System) paling ringan di dunia berbasis platform kendaraan tempur (Ranpur) Milosh BOV M16 4X4. MLRS tersebut semakin sangar dilengkapi roket berpemandu S-8 KOM yang selama ini jadi andalan Rusia. Tak heran, banyak pihak menduga bahwa inovasi Yugoimport ini kelak akan jadi andalan baru Putin CS melawan NATO. Terlebih, posisi geopolitik Serbia sejak pisah dari Yugoslavia sangat jelas berseberangan dengan NATO.
Perang yang berkepanjangan telah memaksa Rusia untuk melakukan modifikasi yang tak terbayangkan pada arsenal ranpur berusia tua. Seperti yang terbaru modifikasi dilakukan pada ranpur APC roda rantai MT-LB dari era soviet. Setelah sebelumnya ‘dikawinkan’ dengan jenis senjata MLRS A-22 Ogon dan kanon lawas 2M3 25 mm twin, kini lebih nyeleneh lagi, MT-LB terlihat dipasangkan roket anti kapal selam RBU-6000. (more…)
Obsesi Polandia dalam mengembangkan postur militernya bisa disebut paling fenomenal di seantero negara Eropa. Seperti di lini artileri medan (armed), menyadari ampuhnya M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System), Polandia bukan hanya mengakuisisi HIMARS dalam jumlah ‘ketengan’, negara yang berbatasan langsung dengan Ukraina itu akan menyandang status sebagai pengguna M142 HIMARS terbesar di dunia, tentunya di luar AS. (more…)