Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyadari, bahwa untuk memenangkan peperangan dengan lawas sekelas Amerika Serikat, maka harus dilakukan dengan pengerahan kekuatan rakyat semesta. Bukan sekedar membentuk milisi dengan senjata genggam perorangan, lebih dari itu, Korea Utara telah mempersiapkan mobilisasi yang mencakup pengerahan senjata berat artileri medan dengan ‘bungkus’ kendaraan sipil. (more…)
Setelah melakukan uji coba pada April 2022, akhirnya pada Latihan militer multilateral Super Garuda Shield 2023, Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 9 Kostrad Purwakarta, berhasil unjuk kemampuannya dalam Operasi Udara Angkut Artileri Medan bersama dengan United States Indo-Pacific Command (USPACOM) di Bandara Blimbingsari (BWI), Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (9/9/2023). (more…)
Di antara negara tetangga Ukraina yang was-was terdampak perang, Polandia boleh dikata tampil berbeda. Tidak hanya memborong persenjataan dalam nilai kontrak fantastis, Polandia tetap memajukan industri pertahanan dalam negeri. Selain yang tengah berjalan dengan Korea Selatan, Warsawa juga menggenjot terobosan bersama Amerika Serikat. (more…)
Kilas balik ke 27 Agustus 2022, Polandia mengumumkan pengadaan self propelled MLRS K239 Chunmoo 8×8 dari Hanwha Corporation, Korea Selatan. Namun, Polandia tak serta merta membeli sistem senjata dalam bentuk ‘asli’. Lantaran membeli dalam jumlah besar, Polandia mensyaratkan penggunaan komponen dalam negeri pada pengadaan K239 Chunmoo. Yang salah satunya berupa penggantian platform truk peluncur. (more…)
Kecemasan terlibat dalam perang besar mendorong negara-negara NATO untuk merancang alutsista dengan daya lethal tinggi saat Perang Dingin. Salah satu segmen yang mendapat perhatian yakni MLRS (Multiple Launch Rocket System). Lantaran yang bakal dihadapi adalah militer Uni Soviet dan Pakta Warsawa, maka MLRS disiapkan dalam kaliber berat, dan Jerman rupanya pernah merancang self propelled MLRS di kaliber 280 mm. (more…)
Saat Ukraina dengan sokongan Amerika Serikat melakukan serangan artileri M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) ke basis pertahanan Rusia, maka tidak butuh waktu lama bagi Rusia untuk mempelajari karakteristik HIMARS. Dan guna menandingi gempuran roket HIMARS, Rusia yang sejak tahun 2014 mengoperasikan Tornado-S, mengklaim telah sukses meningkatkan kemampuan self propelled MLRS di kaliber 130 mm tersebut. (more…)
Akademi Ilmu Pengetahuan Cina (CAS) mengkonfirmasi proyek mercusuar terowongan angin (wind tunnel) untuk wahana berkecepatan Mach 30 resmi beroperasi. Atas keberhasilan itu, salah seorang ilmuan CAS, profesor Guilai, mengklaim bahwa saat ini Cina 20 sampai 30 tahun lebih maju dari Barat dalam bidang pengembangan wahana udara berkecepatan hipersonik sampai Mach 30 atau yang tercepat di dunia.
Ranpur APC roda rantai MT-LB lumayan banyak dikerahkan Rusia dalam operasi tempurnya di Ukraina. Selain stok yang berlimpah, yang menarik dari adopsi MT-LB adalah ranpur lapis baja dari era soviet ini ‘dikawinkan’ dengan jenis senjata yang aslinya tidak dipasangkan untuk MT-LB. (more…)
Tidak ada yang meragukan daya hancur dari MLRS (Multi Launch Rocket System) kaliber 122 mm. Sebagai ilustrasi, semburan 40 roket MLRS 122 mm yang diluncurkan secara salvo dari RM70 Grad/Vampire dapat menghancurkan area seluas tiga hektar. Lantas, bagaimana jika semburan 240 roket MLRS 122 mm diluncurkan secara salvo? Maka menjadi mengerikan tingkat kehancuran yang ditimbulkan. (more…)
Industri pertahanan Polandia cerdik melihat peluang, dengan laris manisnya adopsi M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) di Eropa, khususnya penggunaan HIMARS dalam laga perang di Ukraina, telah menginisiasi Polandia untuk mendirikan pusat produksi dan perbaikan HIMARS di Eropa pada tahun 2023. (more…)