Siapa yang tak kenal dengan BTR-50, ranpur amfibi legendaris yang akrab disebut pansam (panser amfibi) oleh Korps Marinir ini telah kami kupas beberapa kali dalam artikel di Indomiliter.com. Meski usianya tak lagi muda, toh belum ada rencana untuk memensiunkannya dalam waktu dekat. Bahkan oleh Iran, BTR-50 justru disulap sebagai IFV (Infantry Fighting Vehicle) dengan kanon 30 mm. (more…)
Wahana penghancur ranjau memang tak maju di lini depan dari suatu pertempuran. Namun, dalam operasi pendudukan suatu wilayah yang berpotensi masif tebaran ranjau, maka mau tak mau, wahana penghancur ranjau adalah suatu pilihan, selain metode penghancuran ranjau secara manual yang memakan waktu lama dan beresiko tinggi pada keselamatan prajurit. (more…)
Sudah lumayan banyak varian ranpur BMP-3 yang telah diulas di Indomiliter.com, namun ada satu varian dari ranpur berbobot 18 ton ini yang sepertinya terlewatkan, maklum varian BMP-3 ini memang tergolong barang baru bagi arsenal AD Rusia. Yang dimaksud adalah UR-15 Meteor. Ranpur yang punya peran khusus untuk melibas medan beranjau ini belum lama digunakan AD Rusia dalam latihan tempur bersandi Kavkaz-2020. (more…)
Selain jamak hadir sebagai kelengkapan pada kapal riset, Remotely Operated Vehicle (ROV) juga lumrah sebagai fitur standar yang ada di kapal pemburu/penyapu ranjau. Seperti di kapal pemburu ranjau Tripartite Class TNI AL – KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712. Di kedua kapal tersebut, yang menjadi andalan adalah ROV PAP-104 MK4 dengan sosok yang mudah dikenali dari warnanya. (more…)
Jepang sadar betul, bahwa setiap eskalasi yang terjadi di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan, dapat berdampak langsung pada kedaulatan teritorinya, terlebih beberapa bagian wilayah (pulau) di Jepang memang disengketakan oleh Cina. Seperti kasus Pulau Senkaku di Laut Cina Timur, yang oleh Beijing diklaim sebagai Pulau Diaoyu. Dan tak jarang, kapal perang Cina bermanuver mendekat Perairan Jepang. Seperti pada 18 Juni lalu, diduga sebuah kapal selam Cina melintas di dekat Pulau Amami-Oshima di Prefektur Kagoshima. (more…)
Mirip dengan Sotong yang pernah dikembangkan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan ITB (Institut Teknologi Bandung), pada ajang DSEI 2019 di Chiba, jepang, Ishikawajima-Harima Heavy Industries (IHI) belum lama inin memperkalkan prototipe drone bawah laut atau akrab disebut autonomus underwater vehicle (AUV) berwarna kuning untuk misi mendeteksi keberadaan ranjau di bawah laut. (more…)
Selama ini publik lebih banyak mendengar serangkaian latihan buru dan sapu ranjau yang dilakukan Satuan Kapal Ranjau (Satran) TNI AL. Dengan kapal berkemampuan khusus, misi melibas ranjau jelas adalah kegiatan yang beresiko tinggi. Nah, kali ini ada kabar sebaliknya, yaitu Satran Koarmada II diwartakan melakukan latihan pengoperasian ranjau, ini artinya fungsi ranjau bukan dinetralisir, melainkan ‘dipasang’ untuk kebutuhan suatu operasi. (more…)
Sejumlah berita yang mengaitkan aktivitas kapal perang TNI AL dengan drone sudah beberapa kali diulas, mulai dari uji coba LAPAN LSU-02 di deck KRI Frans Kaisiepo 368, kemudian ada uji coba helikopter drone Schiebel S-100 buatan Austria, sampai yang paling baru rencana kedatangan drone intai fixed wing ScanEagle dari Amerika Serikat. Kesemuanya jika diimpelmentasi, akan diproyeksikan sebagai kepanjangan mata armada kapal perang TNI AL. (more…)
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi pada Februari 2015 pernah mengungkapkan rencana pengadaan dua unit kapal penyapu ranjau jenis baru untuk memperkuat Satuan Kapal Ranjau (Satran), rencana pengadaan ini tentu wajar adanya, mengingat sudah tiga dekade Satran tak mendapatkan modernisasi alutsista. Sampai saat ini kapal penyapu ranjau andalan Satran adalah dua unit Tripartite Class hasil pengadaan tahun 1988. (more…)
Meski diterpa isu seputar pemangkasan anggaran, patut disyukuri pengadaan beberapa alutsista tetap berjalan. Salah satu yang sudah mendapat persetujuan dari pemerintah adalah pengadaan kapal pemburu ranjau untuk TNI AL. Seperti disebutkan dalam berita terdahulu, US$215 juta telah dialokasikan untuk MCMV (Mine Counter Mesaure Vessels). Meski anggaran sudah siap, namun masih jadi pertanyaan, jenis kapal pemburu ranjau apa yang bakal diakuisisi TNI AL? (more…)