
Umumnya setiap satuan tembak (satbak) pada alutsista Arhanud (Artileri Pertahanan Udara) sudah memiliki unit command and control. Sebut saja pada kanon CIWS (Close In Weapon System) Rheinmetall Oerlikon Skyshield, Kobra Air Defence System pada rudal Grom, rudal QW-3, rudal Mistral, sampai kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) twin gun Giant Bow 23 mm. Namun bagaimana dengan meriam PSU legendaris S-60 kaliber 57 mm? Meski usianya sudah lanjut, sampai saat ini alutsista dari era Uni Soviet ini masih jadi andalan pada elemen hanud titik. Bahkan S-60 sudah mengalami retrofit.
(more…)

Label “Tugasanda” selama ini telah melekat sebagai merek karoseri kendaraan bus dan truk, namun siapa sangka bila merek asal Pasuruan, Jawa Timur ini sanggup mempersembahkan sebuah rantis (kendaraan taktis) lapis baja jenis APC (Armoured Personnel Carrier) 4×4. Debut kemunculan rantis yang disebut sebagai “Turangga” ini mampu menyedot perhatian selama Indo Defence 2016. Selain tampilan muka bergaya robotic, Turangga juga punya ground clearance yang cukup tinggi (650 mm) dengan konstruksi V hull. (more…)

Setelah berhasil mengirimkan drone/UAV fixed wing (Unmanned Aerial Vehicle) Rajawali 330 ke TNI AD dan mendapat order drone helikopter Rajawali 350 untuk Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, perusahaan swasta nasional PT Bhinneka Dwi Persada (BDP) di Indo Defence 2016 menampilkan sosok drone dengan sayap lebar, Rajawali 720. Bahkan bisa dibilang Rajawali 720 adalah drone dengan bentang sayap terlebar yang diproduksi di dalam negeri. (more…)

Spesifikasi teknis medium tank rancangan PT Pindad memang sudah diketahui sejak tahun 2014. Meski belum official, desain medium tank ini pun beberapa kali pernah dirilis, namun baru di ajang Indo Defence 2016 PT Pindad dan mitranya FNSS Savunma Sistemleri dari Turki, resmi menampilkan desain mockup medium tank yang selama ini membuat banyak orang penasaran. Di Indo Defence 2016, kedua perusahaan memberi label proyek medium tank ini sebagai Modern Medium Weight Tank (MMWT). (more…)

Di tahun 2004, Citro Subono, perwira Korps Marinir yang saat itu berpangkat Kapten membuat gebrakan dengan meluncurkan prototipe JASGU (Jip Amfibi Serba Guna). JASGU terbilang rantis yang banyak dibicarakan orang, pasalnya rancang bangun dan produksinya memang hanya melibatkan SDM lokal. Dan selang 10 tahun kemudian, Citro Subono yang kini telah berpanglat Letnan Kolonel, menciptakan kembali sosok rantis amfibi serba guna dengan ukuran dan kapasitas lebih besar, atau layak bila disebut sebagai Truk Amfibi Serba Guna (TASGU). (more…)
Sejak tahun lalu kebutuhan hadirnya pesawat angkut amfibi terus dikumandangkan, terlebih saat pesawat ini melakoni aksi water bombing mengatasi kebakaran hutan. Citranya tambah meroket saat pesawat amfibi digunakan dalam mendukung misi SAR di lautan lepas. Dari dua jenis pesawat yang berkompetisi, yakni Beriev Be-200 dari Rusia dan ShinMaywa US-2 dari Jepang, masing-masing punya keunggulan spesifikasi. Bahkan lebih jauh manufaktur pesawat yang didukung pemerintahnya juga mengaku sudah mendapat respon ketertarikan dari pemangku kebijakan di Indonesia. (more…)

MLRS (Multiple Launch Rocket System) tak disangsikan lagi kedahsyatannya sebagai alutsista pemukul nan ampuh. Terkhusus bagi Korps Marinir TNI AL, MLRS punya tempat tersendiri dalam sejarah kesenjataan. Bila saat ini Marinir punya RM70 Grad dan yang terbaru RM70 Vampire, maka di jaman Operasi Trikora, artileri medan Marinir telah mengadopsi BM-14/17 yang dikenal sebagai generasi pertama self propelled MLRS di Indonesia. (more…)

Mungkin maksud hati ingin mencontoh Super Rapid Advanced Mortar System (SRAMS) keluaran ST Kinetics, Singapura. Meski masih berupa prototipe yang belum tuntas, Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) pernah membuat terobosan mortir otomatis yang mirip-mirip dengan SRAMS. Bila SRAMS mengusung mortir kaliber 120 mm, maka mortir jenis mekatronik inovasi Litbang TNI AD mengusung mortir kaliber 81 mm, kaliber mortir yang juga masif digunakan sebagai senjata bantu infanteri (senbanif). (more…)

Sebelum era Alvis Stormer dan M113-A1, empat dekade lebih rampur tracked APC (Armoured Personnel Carrier) TNI AD bersandar pada jenis AMX-13 VCI (Véhicule de Combat d’Infanterie) buatan Perancis. Dari segi usia jangan ditanya, sudah pasti tank APC ini jauh lebih tua dari usia awaknya. Namun jumlahnya yang dua ratusan unit, dan sebagian besar masih serviceable, mendorong TNI AD masih tetap mempertahankan APC ini. (more…)

Masih ingat berita tentang War-V1? Prototipe hybrid tactical vehicle karya CV BDLTech yang berperan sebagai blocker, backup dan sweeper untuk eskalasi pertempuran sedang. Model War-V1 memang jadi topik bahasan menarik, pasalnya robot ranpur ini digadang mampu memberi dukungan bantuan tembakan, khususnya pada laju unit infanteri. Meski tak sama pelak, konsep War-V1 ternyata ada rivalnya dari Estonia. Inilah THeMIS (Tracked Hybrid Modular Infantry System), drone robot darat beroda rantai buatan Milrem. (more…)