
Nama Tejas beberapa waktu lalu sempat santer diperbincangkan, pasalnya jet tempur single engine produksi Hindustan Aeronautics Limited (HAL) tengah dipertimbangkan pengadaannya oleh pengambil kebijakan di Indonesia. Meski India baru dalam tahap mempersiapkan briefing technical aspect kepada TNI AU, berita tersebut sontak menjadi kontroversi, tanggapan bermunculan yang umumnya menyangsikan kemampuan jet tempur yang baru resmi diluncurkan pada 17 Januari 2015. (more…)

Sebelum MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4/2 Ri memperkuat kavaleri TNI AD, maka yang didaulat sebagai ranpur lapis baja utama di Korps Baret Hitam adalah tank ringan (light tank) Alvis Scorpion 90 buatan Inggris. Sejak didatangkan pada tahun 1995, usia tank yang dibeli gress ini pun kian menua, teknologinya memang sudah mengadopsi digital, tapi dengan kondisi kekinian sudah dirasa mulai ketinggalan jaman. (more…)

Meski masih berujung pada prototipe, pengembangan sistem senjata matra udara berupa smart bomb (bom pintar) tak lekang ditelan harapan. Setelah Litbang TNI AU (Dislitbangau) dan Litbang Kemhan (Kementerian Pertahanan) menciptakan prototipe smart bomb sejak tahun 2012, BUMN Strategis PT Pindad juga mempersiapkan solusi smart bomb untuk kebutuhan TNI AU, dan lebih spesifik PT Pindad merujuk kemitraan dengan LIG Nex1 dari Korea Selatan dalam rencana mewujudkan bom pintar berpemandu GPS (Global Positioning System). (more…)

Ditilik dari spesifikasi, rantis (kendaraan taktis) PT44 Maesa mestinya sudah ideal untuk kebutuhan peran taktis TNI akan truk serbaguna berkemampuan offroad. Namun nyatanya sampai saat ini nasib truk yang kandungan lokalnya disebut-sebut sudah 90% ini tidak jelas, justru Kementerian Pertahanan (Kemhan) memilih Isuzu NPS 75 4×4 untuk mengisi kebutuhan truk serbaguna di kelas 2,5 ton untuk ketiga matra. Padahal PT44 Maesa juga sudah berpenggerak 4×4 dan dilengkapi Independent Suspension System. (more…)

Harus diakui tampilan ranpur (kendaraan tempur) roda rantai ini mampu membetot perhatian, strukturnya cukup masif dan terkesan garang. Namun sejak diperkenalkan pada Indo Defence 2012, status tank amfibi APC (Armored Personnel Carrier) ini tak beranjak sebagai prototipe, padahal dalam beberapa kesempatan, ranpur besutan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) ini sudah diikutkan dalam sesi defile dan latihan tempur. (more…)

Sesuai dengan rencana strategis, beragam alutsista Korps Marinir TNI AL telah mendapat modernisasi, mulai dari tank/panser amfibi, roket multi laras MLRS (Multiple Launch Rocket System) sampai kanon hanud (pertahanan udara), semua relatif masih baru didatangkan. Namun masih ada satu elemen tempur Korps Baret Ungu yang lumayan lama belum mendapatkan modernisasi. Yang dimaksud adalah Batalyon KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri)- Yon KAPA, salah satu batalyon yang masuk jajaran Resimen Kavaleri (Menkav) Korps Marinir. (more…)

Merujuk ke pernyataan petinggi PT Pindad, di tahun 2017 dijadwalkan BUMN Strategis ini akan meluncurkan Senapan Serbu Bawah Air (SSBA). Sejak Januari lalu, PT Pindad memang telah merilis prototipe SSBA dalam beberapa versi ke media. Meski cara kerjanya mengacu pada jenis senjata APS (Avtomat Podvodnyy Spetsialnyy) buatan Rusia, namun SSBA yang kode produksinya belum dirilis desainnya dipercaya bakal mengacu pada cita rasa SS-1. (more…)

Proyek pengadaan medium tank untuk TNI AD belakangan ini cukup menarik perhatian, pasalnya PT Pindad dan FNSS Savunma Sistemleri dari Turki, resmi menampilkan desain mockup medium tank di Indo Defence 2016, kedua perusahaan memberi label proyek medium tank ini sebagai Modern Medium Weight Tank (MMWT) dan dijawalkan prototipe-nya rampung pada tahun 2017. Sementara Rheinmetall Landsysteme juga tak mau kehilangan peluang, manufaktur dari Jerman ini juga punya solusi yang ‘real’ tentang medium tank untuk TNI AD. (more…)

Stand-nya di Indo Defence 2016 terlihat tak seramai stand milik manufaktur persenjataan papan atas yang berada dalam satu hall. Namun setiap inovasi yang berasal dari start up, akademisi dan usaha mikro tetap mempunyai daya tarik tersendiri, ditengah hegemoni alutsista yang dipamerkan terbesit kebanggaan bila melihat inovasi pertahanan kreasi dalam negeri. Dan inilah yang diperlihatkan siswa SMK Al Maarif Singosari dari Malang, Jawa Timur, berupa hasil rakitan rantis buggy CB+am9 berpenggarak 4×4. (more…)

Ditengah membanjirnya produk perlengkapan militer dari luar negeri, hadirnya inovasi dari Dalam Negeri seolah menjadi oase yang menyegarkan bagi kebangkitan industri pertahanan di Tanah Air. Seperti salah satunya diperlihatkan PT Stechoq Robotika Indonesia dalam ajang Indo Defence 2016, perusahaan periset, pengembang dan manufaktur robot dari Yogyakarta ini merilis Gama Safe, yakni pelampung dengan remote control yang dapat difungsikan untuk kebutuhan militer dan sipil. (more…)