Selain gelar peperangan di lautan, ajang RIMPAC (Rim of the Pacific) juga punya agenda latihan pendaratan amfibi oleh Marinir dan gelar operasi pasukan khusus di daratan. Dengan diikuti oleh pulihan negara, salah satu tantangan yang dihadapi dalam latihan gabungan berskala besar adalah interoperabilitas pada sistem komunikasi. Perbedaan standar sistem komunikasi, sudah barang tentu bisa menjadi hambatan tersendiri. Menyadari hal tersebut, Lockheed Martin pada RIMPAC 2018 menghadirkan solusi bagi participating partner nation forces. (more…)
Kecepatan untuk mengetahui posisi asal tembakan lawan menjadi poin penting dalam gelar tempur Artileri Medan (Armed). Pasalnya dengan diketahuinya posisi asal tembakan, maka akan memudahkan untuk dilakukannya tembakan artileri balasan. (more…)
Bicara tentang Howitzer, maka nama Nexter dari Perancis tak bisa dikesampingkan, maklum manufaktur meriam papan atas ini menjadi pemasok utama sistem Howitzer Tarik (Towed Howitzer) dan Howitzer Swa Gerak (Self Propelled Howitzer) di arsenal Artileri Medan TNI. Terkhusus di kaliber besar (155 mm), produk Nexter yang cukup kondang adalah TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie), yang kini jadi andalan Batalyon Artileri Medan (YonArmed) Kostrad. (more…)
Hampir empat dasawarsa LVTP (Landing Vehicle, Tracked, Personnel)-7 alias Assault Amphibious Vehicle merajai ‘pasar’ ranpur lapis baja amfibi di lingkup NATO dan negara-negara karib Amerika Serikat. Karena ceruk pasar yang kecil di segmen ini, boleh dikata tak terlalu banyak kompetsisi di kelas APC amfibi yang sekelas LVTP-7. Namun belakangan ada upaya untuk setidaknya memberi pilihan lain, seperti yang dilakukan Krauss-Maffei Wegmann (KMW) GmbH, manufaktur persenjataan dari Jerman, yang pada Eurosatory 2018 di Paris merilis prototipe apa yang disebut Amphibious Protected Vehicle Tracked (APVT). (more…)
Siapa yang tak kenal dengan Cadilage Cage V-150 Commando, panser 4×4 ini begitu melekat sebagai arsenal Batalyon Kavaleri 7 Pragosa Satya Kodam Jaya. Debutnya pun kondang sebagai ranpur yang merekatkan cita rasa antara Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina sebagai penggunanya. Didatangkan pada pertengahan 1970-an lewat proyek Giling Wesi, jelas usia V-150 kini tak muda lagi. TNI AD lewat Direktorat Peralatan Bengkel Pusat Peralatan (Ditpalad) pun telah melakukan serangkaian retrofit. (more…)
Label Bronco sebagai kuda liar dalam misi COIN (Counter Insurgency) serasa tak pernah lekang. Meski di Indonesia kiprahnya tinggal sebatas kenangan. Namun lain halnya di Filipina, OV-10 A/C/M Bronco masih beroperasi penuh, seperti pada Juni 2017, pesawat turbo propeller ini aktif melakukan serangan udara ke basis militas ISIS di Marawi. Dan seolah ingin menampuk rejeki dari nama besar Bronco, perusahaan asal Afrika Selatan Paramount lewat anak perusahannya di AS yakni AHRLAC Aerospace Development Corp (AADC) dengan Fulcrum Concepts yang berbasis di Virginia, merilis prototipe Bronco Combat Systems (BCS) atau populer disebut Bronco II. (more…)
Setelah Singapura, Indonesia dan Filipina, kini Malaysia juga menginginkan angkatan lautnya diperkuat dengan kehadiran kapal jenis Landing Platform Dock (LPD). Setidaknya tiga negara tengah dipertimbangkan dalam tender sebagai pemasok, yakni Indonesia, Belanda, dan Cina. Dari Indonesia ada Makassar Class produksi PT PAL, sementara dari Cina ada Type 071, dan dari Belanda ditawarkan Enforcer 10000. Dari ketiga jenis LPD yang disebut, Enforcer 10000 terbilang asing di telinga, meski galangan pengusungnya lekat di Indonesia, yaitu Damen Schelde, nama besar dibalik PKR (Perusak Kawal Rudal) Martadinata Class. (more…)
Saat ada kabar bahwa Indonesia tengah mempertimbangkan untuk mundur dalam program jet tempur KFX/IFX, maka sebaliknya Negeri Jiran Malaysia justru punya semangat untuk bisa membangun jet tempur produksi dalam negeri. Walau belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Malaysia, pihak akademisi Malaysia telah merancang konsep bentuk kemandirian alutsista, dan berharap prototipe jet tempur Malaysia dapat dirilis pada tahun 2030. (more…)
Setelah perhelatan HUT TNI Ke-72, 5 Oktober 2017 di Cilegon, Merak, praktis kabar tentang medium tank Kaplan MT, atau di Indonesia kondang dengan label “Harimau Hitam,” tak lagi banyak terdengar. Saat HUT TNI Ke-72, satu unit Harimau Hitam yang dikirim dari Turki tampil membetot perhatian banyak kalangan. Meski belum meraih kontrak pengadaan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), namun ada kabar baik tentang kelanjutan program tank yang digarap bersama antara PT Pindad dan FNSS Savunma Sistemleri. (more…)
Kilas balik ke 15 Juli 2017, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), melalui Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan (PTIPK) telah melakukan uji coba penerbangan drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) intai mini Alap-Alap PA4 dari Bandara Cakra Buana di Cirebon. Key point dari uji coba Alap-Alap PA4 saat itu adalah kemampuan terbang selama 7 jam dengan mengusung kamera go-pro untuk menyurvei lintasan kereta sekitar Cirebon. (more…)