Category: Meriam dan Howitzer

Korps Marinir Uji Fungsi Amunisi Illumination dan Smoke

(tnial.mil.id)

Ada kabar anyar dari Korps Marinir, dalam rangka mendukung kesiapan tempur, Dinas Materiel Senjata dan Elektronika TNI Angkatan Laut (Dissenlekal) melaksanakan Uji Fungsi Amunisi di Pusat Latihan Tempur Marinir Baluran, Karang Tekok, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, baru baru ini. (more…)

Oto Melara 76mm Gunnery Firing Range di Paiton, Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara

Oto Melara 76 mm bisa diibaratkan sebagai meriam ‘sejuta umat,’ lantaran populasinya begitu banyak digunakan pada beragam jenis kapal perang manca negara. Namun, dari sekian banyak Oto Melara 76 mm yang beredar, tak banyak yang dijadikan sebagai simulator sistem senjata. Rupanya di Asia Tenggara, baru Indonesia yang sukses mengintegrasikan Oto Melara dengan GFR (Gunnery Firing Range). (more…)

Dulu Rencana Dipasang di KCR Klewang Class, Kini 12 Unit Bofors 40 MK4 Bakal Lengkapi Kapal Penyapu Ranjau Belanda dan Belgia

Konfigurasi senjata pada KCR Klewang Class.

Seandainya proyek KCR (Kapal Cepat Rudal) Klewang Class berjalan mulus, semestinya kapal perang stealth berdesain trimaran tersebut akan hadir dengan bekal meriam kaliber sedang Bofors 40 MK4. Dan terkait sosok meriam Bofors 40 MK4, belum lama ini ada kabar dari BAE Systems yang berhasil meraih kontrak untuk memasok 12 unit Bofors 40 MK4 kapal penyapu ranjau terbaru untuk Belanda dan Belgia. (more…)

Excalibur Army Perkenalkan “DITA” – Self Propelled Howitzer Terbaru di Kaliber 155mm

(Excalibur Army)

Excalibur Army, tentu bukan nama yang asing dalam jagad alutsista di Indonesia, pasalnya sudah beberapa item persenjataan di TNI yang dipasok oleh manufaktur alat berat dan persenjataan asal Ceko ini. Dan ada kabar terbaru, bahwa Excalibur Army telah memperkenalkan jenis sistem senjata artileri terbaru, yang namanya boleh jadi bakal akrab di telinga orang Indonesia, yaitu DITA. (more…)

Bikin Heboh, Meriam S-60 Ternyata Masih Digunakan dalam Perang Armenia vs Azerbaijan

(Twitter @Ninja998998)

Bagi warganet pemerhati dunia alutsista, sosok meriam PSU (Penangkis Serangan Udara) S-60 kerap disebut “Si Mbah,” lantaran usianya yang sudah begitu tua. Tapi jangan keburu skeptis pada meriam S-60, selain beberapa pucuk telah di retrofif untuk Arhanud TNI AD, nyatanya meriam lawas ini masih digunakan dalam Perang antara Armenia vs Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. (more…)

Gelar Operasi Pertahanan Pantai, Inilah Tiga Alutsista Armed Korps Marinir dengan Daya Hancur Tinggi

Operasi pertahanan pantai adalah salah satu tupoksi dari Resimen Artileri Korps Marinir yang terdiri dari elemen Armed (Artileri Medan) dan Arhanud (Artileri Pertahanan Udara). Seperti pada Sabtu, 26 September 2020, satu baterai Armed dari Pasmar 2 Surabaya, melakukan latihan penembakan tiga jenis alutsista dalam operasi pertahanan pantai Port Strella Distrik II Misille Island (Paiton Probolinggo). (more…)

Dilengkapi Meriam Kaliber 100mm, Kapal Coast Guard Cina Tampil Percaya Diri di Laut Natuna Utara

Situasi Laut Natuna Utara memanas, kapal patroli penjaga pantai Cina – China Coast Guard (CCG) dengan nomer lambung 5204 menolak meninggalkan area yang menjadi teritori Indonesia dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), demikian tajuk yang mewarnai berita di banyak portal media nasional pada 13 September lalu. Sebagai unsur penindak saat itu adalah Kapal Patroli KN Nipah 321 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. (more…)

Pernah Ditawarkan ke Indonesia, K9 Thunder Dipilih Australia untuk Program Self Tracked Propelled Howitzer

Industri pertahanan Korea Selatan rupanya sedang mendapat angin segar di Australia, setelah awal Agustus lalu mengirimkan dua unit ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) Redback ke Melbourne dalam kesertaan uji coba di program Land 400 Phase 3, maka ada kabar terbaru lagi, bahwa Korea Selatan mendapatkan kesempatan untuk memasok Self Tracked Propelled Howitzer untuk kebutuhan AD Australia dalam program LAND 8116 Phase 3. (more…)