Sebagai lambang negara, nama “Garuda” sudah jelas melekat dengan identitas Indonesia. Namun, nama Garuda tak melulu milik Indonesia. Sebagai buktinya, Bharat Forge (Kalyani Group), manufaktur otomotif, migas, pertambangan dan industri dirgantara dari India sudah sejak beberapa waktu meluncurkan apa yang disebutnya sebagai howitzer Garuda 105. (more…)
Setelah KRI Tombak 629, KRI Sampari 628 produksi PT PAL Indonesia menjadi Kapal Cepat Rudal (KCR) kedua yang dipasangi meriam AU-220M kaliber 57 mm pada haluannya. Selain itu, kedua KCR tersebut kini terlihat sudah dalam status full armanent, hal ini terlihat dari terpasangnya kanon reaksi cepat Norinco NG-18 dan dua peluncur rudal anti kapal C-705 pada deck belakang. (more…)
Bila Perancis berjaya dengan howitzer tarik (towed) LG series kaliber 105 mm buatan Nexter. Maka sekutunya di seberang selat, sejak lama juga mengoperasikan howitzer tarik 105 mm yang legendaris dan laris di pasaran global. Yang dimaksud adalah L118 light gun produksi BAE Systems Land and Armaments (d/h Royal Ordnance Factory). (more…)
Mengoreksi artikel sebelumnya tentang instalasi meriam A-220M kaliber 57 mm pada Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M KRI Tombak 629, maka yang benar adalah meriam yang terinstall pada KCR produksi PT PAL Indonesia tersebut adalah jenis AU-220M kaliber 57 mm rancangan dan produksi JSC Central Research Institute Burevestnik, Rusia. (more…)
Selain Angkatan Darat Venezuela yang melakukan kreasi dengan memodifikasi ranpur AMX-13 menjadi pengusung recoilless rifles/gun (senjata tanpa tolak balik/STTB) multi laras. Dari Negeri Matahari terbit, rupanya juga punya pengalaman menarik tentang ranpur lapis baja yang berperan sebagai self propelled recoilless gun. (more…)
Ada beberapa kesamaan alutsista antara Indonesia dan Venezuela, seperti kedua negara sama-sama mengoperasikan kapal selam Type 209/1300, kemudian di lini ranpur lapis baja, kedua negara merupakan pengguna tank ringan AMX-13 dan Alvis Scorpion. Terkhusus tentang AMX-13, Angkatan Darat Venezuela juga mengoperasikan beberapa varian AMX-13 dalam jumlah besar. (more…)
Bisa dikatakan K9 Thunder adalah salah satu produk persenjataan ‘berat’ asal Korea Selatan yang paling sukses di pasaran global. Betapa tidak, self tracked propelled howitzer (SPH) ini terbilang laris digunakan oleh beberapa negara besar yang punya reputasi militer kelas dunia. Yang terakhir, pengguna K9 Thunder adalah Angkatan Darat Australia. (more…)
Meriam A-220M di haluan KRI Tombak 629 (Foto: Istimewa)
Mungkin karena beragam alasan, paket persenjataan pada KCR (Kapal Cepat Rudal) 60M tidak sama satu dengan yang lainnya. Bila pada batch ketiga, yaitu unit ke-5 dan ke-6, KCR 60M akan dipasangkan senjata pada haluan berupa meriam Bofors MK.3 kaliber 57 mm, maka pada kapal KCR 60M batch pertama, terlihat belum lama ini sudah dipasangkan meriam kaliber 57 mm, namun bukan lansiran BAE Systems Bofors AB, Swedia. (more…)
Sebagai kekuatan laut dengan populasi kapal perang terbesar di Asia Tenggara, TNI AL juga dikenal sebagai pengguna meriam produksi Bofors dalam jumlah yang tak sedikit. Meriam produksi Bofors (saat ini – BAE Systems Bofors) digunakan dalam beragam jenis dan kaliber oleh TNI AL, mulai dari kaliber 120 mm, 57 mm dan 40 mm, yang tersebar di kelompok Kapal Cepat Rudal (KCR), Kapal Cepat Torpedo (KCT) dan Landing Ship Tank (LST). (more…)
Meski usianya tergolong tua, Senjata yang dikenal sebagai andalan pada satuan Artileri Medan (Armed), yakni howitzer M2A2 kaliber 105 mm masih terus digunakan, termasuk oleh TNI AD. Bahkan, varian howitzer tersebut dipercaya sebagai senjata utama pada pesawat serang AC-130 Spectre. Nah itu penempatan howitzer pada platform pesawat angkut, lantas bagaimana jika senjata serupa dipasang pada helikopter? (more…)