
Dari desainnya, satu unit ranpur self propelled howitzer TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 155 mm, memang dapat dimasukkan ke dalam ruang kargo pesawat angkut C-130 Hercules. Meski dalam kondisi sangat ngepas, toh CAESAR 155 mm dapat dimuat sukses ke ruang kargo C-130 Hercules. (more…)

Rusia telah mengerahkan arsenal kekuatan daratnya secara maksimal dalam operasi militernya di Ukraina. Lantaran bermain total, maka seabreg alutsista mulai dari yang lekat ditelinga sampai yang asing didengar, telah dimunculkan dalam meladeni peperangan merebut kota-kota penting di Ukraina. (more…)

Korea Selatan lewat Hanwha Defense belum lama ini meraih prestasi dengan memasuki pasar persenjataan berat di Afrika, dimana tercapai pengadaan self propelled howitzer K9 Thunder senilai lebih dari 2 triliun won (sekitar US$1,65 miliar) untuk Angkatan Darat Mesir. Namun, Korea Selatan ternyata bukan pemasok self propelled howitzer (SPH) asal Asia pertama yang berhasil masuk pasar Afrika. (more…)

Siapa yang tak kenal dengan Self Propelled Howitzer TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 6×6 155 mm, sistem senjata artileri medan (Armed) andalan Kostrad TNI AD ini sudah punya predikat battle proven dan laris manis di pasar ekspor. Dan belum lama ada kabar, bahwa sang produsen, yakni Nexter Systems telah mendapatkan kontrak dari French Direction générale de l’armement (DGA) untuk pengembangan CAESAR 6×6 NG (Next Generation). (more…)

Ukraina dan Rusia diambang perang terbuka, demikian tajuk berita dalam beberapa hari ini, dan masih terkait dengan penumpukan kekuatan militer Rusia di perbatasannya dengan Ukraina, ada kabar di lini artileri medan, dimana Angkatan Darat Rusia telah menggelar 2S7M Malka, yakni self propelled howitzer (SPH) di kaliber 203 mm. (more…)

Untuk pertama kalinya, Hanwha Defense berhasil meraih kontrak pengadaan alutsista ‘berat’ ke Benua Afrika. Setelah sukses di pasar Australia dengan memasok 30 unit AS9 Huntsman Howitzer dan 15 unit AS10 Armored Amunition Resupply Vehicle (AARV) senilai US$1 miliar, kabar terbaru datang dari Defense Acquisition Program Administration (DAPA) – Badan Pengadaan Pertahanan di bawah Kemhan Korea Selatan menyebutkan bahwa Negeri Ginseng itu telah meraih kontrak untuk memasok K9 self propelled howitzer ke Mesir. (more…)

Serbia rupanya cukup cerdik dalam mengawinkan alutsista berusia tua dengan sentuhan platform modern. Netizen tentu telah mengenal meriam PSU (Penangkis Serangan Udara) Bofors 40 mm L/70, jenis meriam hanud buatan Swedia yang lumayan banyak dioperasikan di kapal perang TNI AL dan Arhanud TNI AD. (more…)

Melakukan kamuflase alias penyamaran sudah jamak dilakukan untuk menghindari pantauan dan identifikasi lawan di medan konflik. Dan ada kabar unik dari Ukraina Timur, di wilayah yang dikuasi milisi pro Rusia ini disebutkan ada penempatan beberapa ranpur self propelled howitzer di dalam bangunan industri atau pabrik. (more…)

Faktor Cina dan Korea Utara tak pelak menjadi fokus perhatian bagi pengembangan militer Jepang, alasannya jelas, Cina dan Korea Utara dianggap sebagai ancaman nyata di depan mata, terlebih pada aspek kekuatan rudal balistik hipersonik yang kerap dipamerkan oleh kedua negara yang bersengketa teritorial dengan Jepang. (more…)

Yang dinanti-nanti satuan artileri medan Angkatan Darat Filipina akhirnya tiba juga, untuk pertama kalinya AD Filipina menerima alutsista jenis self propelled howitzer beroda ban. Dikutip dari armyrecognition.com (31/12/2021), disebutkan batch pertama Atmos 2000 dikabarkan telah diterima Filipina. Dari foto yang diunggah di media sosial, Atmos 2000 tiba pada 31 Desember 2021. (more…)