Tak lama setelah Cina memamerkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam atau submarine launched ballistic missile (SLBM) JL-3 (Jù Làng Sān-3) di parade militer Victory Day ke-80 di Beijing pada 3 September lalu, maka ada kabar dari Negeri Eiffel, yang menyebut tahap produksi SLBM terbaru untuk kapal serang nuklir Perancis M51.4 telah dimulai. (more…)
Punya peran vital bagi lalu lintas kapal selam, Selat Luzon sebagai choke point menjadi salah satu dari sedikit jalur yang cukup dalam dan lebar bagi kapal perang besar dan kapal selam, termasuk kapal selam nuklir Cina, untuk keluar-masuk Laut Cina Selatan dengan Samudera Pasifik. Namun, ketenangan Cina sebagai pengguna Selat Luzon boleh jadi mulai terusik, kenapa? (more…)
Kondisi alam dapat dimanfaatkan guna memberikan keuntungan tersendiri pada strategi militer, terkhusus di Laut Cina Selatan, Kepulauan Paracel disebut bisa menjadi submarine kill zone. Indikasi tersebut muncul setelah adanya insiden yang menimpa kapal selam USS Connecticut (SSN-22) yang menabrak gunung bawah laut di Laut Cina Selatan pada tanggal 2 Oktober 2021. (more…)
Papanikolis (S 120), salah satu Type 214 milik AL Yunani.
Setelah pertama kali digagas sebagai bagian dari rencana jangka panjang Angkatan Laut India pada akhir tahun 1990-an, Project 75I, yang bertujuan membangun enam kapal selam diesel-elektrik yang dilengkapi dengan sistem Air Independent Propulsion (AIP), akhirnya telah menetapkan pihak pemenang tender, yakni platform kapal selam Jerman, Type 214 yang diusung ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS). (more…)
Karena keterbatasan teknologi dan fasilitas pembuatan, kapal selam pembawa narkotika (narco submarine) umumnya dibuat dengan standar tidak bisa menyelam sepenuhnya seperti kapal selam militer, atau hanya berlaku sebagai kapal semi-submersible atau Low-Profile Vessels (LPVs). Meski ada keterbatasan, namun narco submarine rupanya kini dibuat semakin canggih. (more…)
Menyambut hari jadi Angkatan Laut AS (US Navy) ke-250 (berdiri sejak 13 Oktober 1775), Lockheed Martin mengumumkan pencapaian penting dalam produksi torpedo berat (heavyweight torpedo) MK48, yaitu dengan pengiriman unit ke-250 Guidance and Control (G&C) Section, yaitu sebuah komponen penting dari torpedo MK48 Advanced Capability (ADCAP), yang digunakan oleh Angkatan Laut AS dan beberapa armada kapal selam sekutu. (more…)
Beroperasi seperti drone intai/tempur yang dapat dikendalikan dari belahan dunia lain, maka hal yang sama juga dapat berlaku pada operasional kapal selam tanpa awak – Unmanned Underwater Vehicle (UUV), yang sama-sama mengandalkan keunggulan hub koneksi via satelit. Seperti belum lama dibuktikan oleh Australia yang mampu mengendalikan UUV milik Angkatan Laut Inggris (Royal Navy), yang notabene berjarak 10.000 mil (sekitar 16.093 km). (more…)
Dengan tingkat kesulitan yang tinggi serta biaya yang besar, program upgrade armada kapal selam identik dengan waktu yang panjan karema memakan waktu beberapa tahun. Seperti pada kasus kapal selam diesel listrik Collins class milik Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN), yang mau tak mau harus di-upgrade agar nampu beroperasi optimal hingga tibanya kapal selam bertenaga nuklir, Virginia class dan AUKUS class. (more…)
Untuk pertama kali sejak komisioning pada 3 November 2009, kapal selam Scorpene class Angkatan Laut Malaysia (RMN) KD Tun Razak (29) melakukan uji tembak torpedo live (live-fire). Uji tembak torpedo live diumumkan Angkatan Laut Malaysia pada 29 Juli 2025, dan berlangsung di Laut Cina Selatan dalam rangkaian latihan Exercise Taming Sari 23/25. (more…)
Guna meningkatkan operasional, terutama pada kemampuan bertahan di bawah air (submerged endurance), Angkatan Laut India telah mencangangkan instalasi sistem AIP (Air-Independent Propulsion) pada kapal selam diesel listrik Kalvari class (Scorpene). Dengan unit pertama yang akan dipasangkan AIP adalah INS Kalvari dengan sistem AIP buatan dalam negeri. Namun, program upgrade tersebut menghadapi penundaan signifikan. (more…)