Bagi Angkatan Laut Filipina, keberadaan frigat multirole semi stealth Jose Rizal Class adalah sebuah kebanggaan, betapa tidak, dua unit kapal perang produksi Hyundai Heavy Industries (HHI) ini, statusnya dibeli dalam kondisi baru dari Korea Selatan, sesuatu yang terbilang langka dalam pengadaan alutsista di Negeri Pinoy. (more…)
Ibarat kata, kedatangan ITS Carabiniere, yaitu frigat Bergamini Class FREMM (Frégate Européenne Multi-Mission) ke Jakarta pada Maret 2017, tidaklah sia-sia. Meski gagal menarik minat Australia, ruoanya empat tahun kemudian, atau tepatnya pada 10 Juni 2021, frigat FREMM Italia disebut-sebut telah menyingkirkan desain SIGMA 10514 yang ditawarkan Damen, Belanda, frigat 30FFM (Mogami Class) dari Mitsui, Jepang dan dan desain Arrowhead 140 dari konsorsium yang dipimpin oleh Babcock International, Inggris. (more…)
Armada kapal patroli di kelas PC-40 sudah banyak dioperasikan TNI AL, dan akan terus diproduksi hingga sekitar 40-an unit. Galangan yang memproduksi pun tidak hanya satu, melainkan dipercayakan pada dua galangan swasta nasional, yaitu PT Palindo Marine PT Karimun Anugerah Sejati. (more…)
Meriam A-220M di haluan KRI Tombak 629 (Foto: Istimewa)
Mungkin karena beragam alasan, paket persenjataan pada KCR (Kapal Cepat Rudal) 60M tidak sama satu dengan yang lainnya. Bila pada batch ketiga, yaitu unit ke-5 dan ke-6, KCR 60M akan dipasangkan senjata pada haluan berupa meriam Bofors MK.3 kaliber 57 mm, maka pada kapal KCR 60M batch pertama, terlihat belum lama ini sudah dipasangkan meriam kaliber 57 mm, namun bukan lansiran BAE Systems Bofors AB, Swedia. (more…)
Progres pembangunan kapal BRS kedua (Foto-foto: PT PAL)
Di tengah kegaduhan soal anggaran pertahanan yang mencapai ribuan triliun, ada kabar terbaru dari BUMN Pertahanan, yakni PT PAL Indonesia, dimana tengah berlangsung proses pembangunan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) unit kedua pesanan Kementerian Pertahanan RI untuk kebutuhan TNI AL. Bila merujuk ke jadwal saat keel laying pada 21 Januari 2020, dijadwalkan kapal BRS kedua akan diluncurkan pada Desember 2021. (more…)
Sebagai kekuatan laut dengan populasi kapal perang terbesar di Asia Tenggara, TNI AL juga dikenal sebagai pengguna meriam produksi Bofors dalam jumlah yang tak sedikit. Meriam produksi Bofors (saat ini – BAE Systems Bofors) digunakan dalam beragam jenis dan kaliber oleh TNI AL, mulai dari kaliber 120 mm, 57 mm dan 40 mm, yang tersebar di kelompok Kapal Cepat Rudal (KCR), Kapal Cepat Torpedo (KCT) dan Landing Ship Tank (LST). (more…)
Apa yang Anda baca berikut mungkin terkesan seperti adegan di film fiksi ilmiah, dimana kontainer atau peti kemas sipil, bukan berisikan komoditi barang dagangan, melainkan berisi rudal balistik. Tapi faktanya itu bukan fiksi, di era Perang Dingin, Uni Soviet telah melakukan penyamaran tersebut. Adopsi peluncur rudal pada truk kontainer sipil dilakukan dengan tujuan untuk mengelabui pengintaian dari udara, baik oleh pesawat intai maupun satelit mata-mata. (more…)
Seperti diketahui, sejak tahun 2018, TNI AL telah mengajukan pengadaan kapal penyelamat kapal selam. Bahkan saat itu, agar pengajuan bisa diloloskan, peran kapal yang dimaksud bukan sebatas untuk penyelamatan saja, melainkan juga dapat difungsikan sebagai kapal survei dan riset hidro oseanografi. TNI AL mengajukan usulan untuk pengadaan dua unit kapal selam penyelamat yang akan dimasukan ke dalam paket MEF (Minimum Essential Force) III periode 2020 – 2024. (more…)
HDMS Iver Huitfeldt di Selat Hormuz (Danish MoD picture)
Tahapan untuk mendapatkan frigat idaman sepertinya penuh lika-liku, meski arah pengadaan frigat Iver Huitfeldt Class dari Denmark telah dibicarakan dengan serius, bahkan sistem combat management system telah ditentukan, namun, untuk memenuhi standar frigat yang benar-benar diinginkan TNI AL, rupanya masih perlu dilakukan penyesuaian pada rancangan Iver Huitfeldt Class. (more…)
Jumat, 16 April 2021, menjadi momen perpisahan bagi unsur Satuan kapal Bantu (Satban) Koarmada II, persisnya KRI Karang Tekok 982 telah resmi dipensiunkan lewat upacara di Dermaga Tengah Mako Koarmada II, Ujung, Surabaya. KRI Karang Tekok 982 adalah jenis kapal angkut personel yang diperoleh TNI AL sebagai bagian dari hibah dari PT ASDP Indonesia Ferry pada tahun 2005. (more…)