Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat nampak kian mesra, setelah Indonesia dipercaya senat AS untuk membeli rudal anti tank FGM-148 Javelin, Indonesia pun mendapat restu senat AS untuk membeli delapan unit helikopter tempur super canggih, AH-64E Apache Guardian Block III. Lepas dari kontroversi yang mungkin timbul, yang jelas ini menjadi lompatan yang revolusioner bagi kavaleri udara TNI AD, setelah sebelumnya sudah memiliki heli tempur besutan Rusia, Mil Mi-35P Hind. Dari segi gengsi, pamor Indonesia terdongrak, sebab hanya segelintir negara di luar AS yang diizinkan membeli Apache, seperti Israel, Inggris, Belanda, Yunani, Mesir, Jepang, dan Singapura. (more…)
Category: Kanon
GSh-30K 30 mm: “Si Penghantar Maut” Kanon Internal Helikopter Serang Mi-35P
Selain punya desain garang dengan lapisan proteksi tahan peluru di sekujur bodi. Hal lain yang membuat Mi-35P terasa beda dengan helikopter kombatan TNI lainnya adalah keberadaan kanon internal dan dua sayap dengan hardpoint yang bisa dipasangi aneka senjata, termasuk roket, bom dan rudal anti tank. Tapi tetap diantara bekal senjata yang dipersiapkan, yang utama adalah kanon internal yang melekat pada sisi kanan kokpit pilot dan kopilot. (more…)
Type 730: Kanon CIWS Tujuh Laras Andalan Korvet Parchim TNI AL
Dengan jumlah 16 unit, korvet kelas Parchim hingga kini menjadi tulang punggung Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL. Pasalnya dari segi unit, Parchim lah yang mendominasi kuantitas armada Satkor, yang terdiri dari kelompok kapal jenis frigat dan korvet. Mengingat perannya yang strategis, sudah barang tentu korvet eks AL Jerman Timur ini mendapat perhatian yang serius untuk di retrofit dan upgrade pada sisi persenjataan. Selain mengadopsi mesin baru, urusan senjata mulai dipoles dengan sentuhan baru yang lebih modern dan gahar. (more…)
DS 30B REMSIG 30mm: Dibalik Kecanggihan Kanon PSU di Korvet Bung Tomo Class TNI AL
Hajatan HUT TNI ke-69 pada 5 Oktober 2014 mendatang bakal dibuat seru. Dengan mengambil tempat di Surabaya, dari jauh-jauh hari pihak Mabes TNI sudah mengumandangkan bakal memamerkan full alutsista terbaru dari ketiga matra dalam program MEF (minimum essential force). Sang Tuan rumah, TNI AL di dermaga Ujung dijadwalkan akan menghadirkan defile dua dari tiga korvet terbaru yang baru didatangkan dari Inggris, yakni Multi Role Light Frigate (MRLF) atau korvet Type F2000 buatan BAE Systems Marine. (more…)
GSh-30-1 30mm: Kanon Sukhoi TNI AU: Minim Amunisi Tapi Punya Presisi Tinggi

Tidak sah rasanya bila jet fighter dengan kualifikasi multirole dan air superiority hadir tanpa senjata internal. Meski konsep peperangan di udara masa kini dan di masa mendatang mengedepankan pada keunggulan rudal lintas cakrawala alias BVRAAM (beyond visual air to air missile), namun paduan sista untuk menghadapi duel jarak dekat (dog fight) tak bisa dihapuskan, ini dibuktikan dengan masih larisnya segmen rudal udara ke udara jarak pendek dan menengah. (more…)
AK-630M: Mengenal Kecanggihan Kanon CIWS Kapal Cepat Rudal TNI AL
Meski TNI AL cukup digdaya dalam update sista rudal anti kapal, tapi kebalikannya dengan dukungan kanon reaksi cepat otomatis yang melengkapi armada kapal perangnya. Sebagai kekuatan laut terbesar di kawasan Asia Tenggara, TNI AL baru mengandalkan kanon CIWS (close in weapon system) jenis lawas, yakni AK-230 kaliber 20 mm yang merupakan senjata permanen pada haluan korvet Parchim buatan Jerman Timur. (more…)
Oerlikon Skyshield 35mm: Perisai Reaksi Cepat Pangkalan Udara TNI AU
Bila tak ada aral melintang, dijadwalkan pada tahun ini juga TNI AU, khususnya Korps Pasukan Khas (Paskhas) akan kedatangan alutsista anyar. Alutsista yang dimaksud adalah sistem senjata untuk pertahanan pangkalan udara (lanud). Setelah sebelumnya korps baret jingga ini menerima rudal MANPADS (man portable air defence system) QW-3 buatan Cina, maka sista yang segera hadir kali ini dari jenis kanon reaksi cepat, yaitu Oerlikon Skyshield laras tunggal kaliber 35 mm. (more…)
OEPS-27: Penjejak Target Berbasis Elektro Optik di Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU
Banyak analisis militer memperkirakan bahwa pertempuran antar jet fighter di masa kini dan mendatang akan didominasi oleh pola kemampuan beyond visual range air to air missile, alasannya selain rudal jarak menengah dan jauh kian mumpuni, juga ditunjang kemampuan radar di pesawat tempur yang kian tajam, target dari jarak ratusan kilometer pun sudah dengan mudah diendus dan diidentifikasi. Belum lagi ada dukungan pesawat radar intai seperti AWACS, menjadikan seorang pilot dengan mudah melibas target dari balik cakrawala. (more…)
Rheinmetall Rh202 20mm: Kanon PSU Yang Ditakuti Perompak

Ragam dan tipe senjata untuk kapal perang di lingkungan TNI AL tentu berbeda, bicara seputar kanon misalnya, kalibernya jelas disesuaikan pada ukuran kapal dan peran dari kapal perang itu sendiri. Uniknya meski kaliber kanon di kapal perang TNI AL berlainan, tapi ada jenis kaliber yang menyatukan diantara beragam tipe kapal perang tersebut, yaitu pada platform kanon kaliber 20 mm. (more…)
Type 80 Giant Bow 23mm: Kanon Perisai Bandara Soekarno Hatta
Bila terjadi agresi militer, bandar udara (bandara) menjadi salah satu obyek utama yang wajib dilumpuhkan oleh musuh, atau akan lebih bagus jika bisa diduduki, maklum keberadaan bandara dapat dimanfaatkan sebagai basis tumpuan untuk operasi tempur lanjutan. Karena keberadaan bandara yang amat penting, tak heran bila bandara masuk dalam ketegori obvit (obyek vital) yang mendapat porsi perlindungan ekstra, selain instalasi militer dan istana negara. (more…)










