Category: Kanon

AF902 FCS: Unit Pengendali Tembakan Plus Sistem Radar Hanud Kanon Type 90 dan Rudal PL-9C

LOCAL201312211444335467404396534

Saat sasaran melesat cepat dengan ketinggian rendah mendekati obyek vital (obvit), maka elemen pertahanan udara (hanud) titik sangat memerlukan keberadaan fire control system. Apalagi jika sasaran bermanuver dinamis, sontak paduan kerja kanon PSU (penangkis serangan udara) dan rudal SHORAD (Short Air Defence System) harus diintegrasikan agar mampu menghantam sasaran dengan akurasi tinggi, dan amunisi yang dilontarkan bisa efisien. (more…)

Type 90/35mm: Kanon Hanud Twin Gun dari Cina, Incaran Proyek MEF II TNI

Type_90_PG99_35mm_anti-aircraft_twin-gun_China_Chinese_army_defense_industry_military_technology_010

Jagad militer negara-negara berkembang mungkin layak bersyukur dengan kreativitas industri pertahanan Cina. Negeri Tirai Bambu ini tergolong sukses menerapkan ToT (transfer of technology), lewat upaya lisensi resmi, bahkan tak sedikit juga menjiplak tanpa ijin, Cina berhasil memproduksi alutsista sejenis buatan Negara Barat dan Rusia dengan harga miring. Cina seolah menjadi jawaban atas keterbatasan kocek negara berkembang yang butuh solusi persenjataan yang sifatnya taktis. (more…)

OTO Melara 76mm Super Rapid Gun: Meriam Reaksi Cepat KRI Martadinata 331 SIGMA Class 10514 TNI AL

KRI Martdinata 331

PKR (Perusak Kawal Rudal) SIGMA Class 10514 pesanan pertama TNI AL kini dalam proses instalasi sistem senjata di galangan PT PAL, Surabaya. Dari beberapa sistem senjata yang diadopsi kapal buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda, ada sosok meriam OTO Melara 76 mm (76/62) Super Rapid Gun yang disematkan pada bagian haluan. Menunggu momen peluncuran perdana SIGMA Class 10514 yang dijadwalkan pada pertengahan tahun ini, kabar baiknya OTO Melars 76 mm Super Rapid Gun telah terpasang di KRI Martadinata 331. (more…)

Video: Penembakkan Kanon CIWS Type 730 dan Chaff dari KRI Sultan Thaha Syaifuddin 376

parchim_1

Momen puncak HUT TNI Ke-70 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten memang spektakuler. Dengan penekanan atraksi pada keunggulan matra laut dan udara, ada banyak sajian menarik bagi publik. Di matra laut, TNI AL diantaranya menampilkan demo kebolehan armada korvet Parchim Class dalam menembakkan roket AKS (anti kapal selam) RBU-6000 dan yang paling baru, tembakkan dari kanon CIWS (Close In Weapon System) tujuh laras Type 730. (more…)

SSV Garapan PT PAL Bakal Dilengkapi Kanon 76 mm

Umumnya untuk kapal perang jenis BAP (Bantu Angkut Personel) seperti LST (Landing Ship Tank) dan LPD (Landing Plarform Dock), persenjataan yang diusung maksimal adalah kanon kaliber 40 mm, sebagai langganan paling laris biasanya dicomot kanon asal Swedia Bofors 40 mm. Tapi kini ada yang mencoba menerobos pakem, LPD pesanan AL Filipina, atau populer disebut SSV (Strategic Sealift Vessel) yang sedang digarap galangan PT PAL, Surabaya, akan dipasang kanon/meriam kaliber 76 mm. (more…)

M1939 52-K: Meriam PSU “Heavy AA” Legendaris Arhanud Marinir TNI AL

oke

Meski agak sulit mendapatkan informasi resmi, namun ada fakta yang menunjukkan bahwa TNI juga memiliki meriam (PSU) penangkis serangan udara yang berkategori heavy AA (anti aircraft). Maklum selama ini publik lebih mengenal keberadaan meriam PSU paling banter di kaliber sedang, seperti meriam S-60 kaliber 57 mm dan Bofors 40 mm. Meski bukan lagi barang keluaran baru, nyatanya etalase alutsista Arhanud Marinir TNI AL justru punya kaliber yang lebih dahsyat, yakni lewat tipe meriam M1939 52-K yang berkaliber 85 mm. (more…)

Bofors 40 MK4: Generasi Canggih Meriam Kaliber Sedang TNI AL

Siaran pers dari BAE Systems (19/5/2015) menyebutkan bahwa manufaktur alutsista asal Inggris ini mendapatkan kontrak pengadaan lima unit meriam Bofors 40 MK4 untuk kapal patroli Macae Class AL Brazil. Tapi yang menarik, dalam rilis juga disebutkan bila Indonesia, berikut Jepang, Swedia, Finlandia, Islandia, Estonia, Uruguay, dan Malaysia, adalah pengguna meriam canggih kaliber sedang Bofors 40 mm. (more…)

Oerlikon Millennium 35mm: Perisai Reaksi Cepat Andalan Fregat Martadinata Class TNI AL

Millennium-35mm

Jika tak ada halangan, di tahun 2016 TNI AL akan kedatangan kapal perang tercanggihnya, Perusak Kawal Rudal (PKR) SIGMA Class 10514. Kini kapal sedang dalam tahap pembangunan dan perakitan di galangan Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda dan PT PAL, Surabaya, dan kita berharap semua proses dapat berjalan lancar sesuai rencana, dan kemudian berlanjut ke pembangunan kapal kedua. Sebagai kapal perang tercanggih, SIGMA Class 10514 (aka – Martadinata Class) yang masuk golongan light fregate disokong aneka persenjataan terbaru di kelasnya. (more…)

LCT20 Turret: Adopsi Kubah Kanon 20mm di Ranpur Anoa 2 6×6

IMG_20141106_155409

Keluarga seri panser Anoa Pindad kembali mendapat suguhan warga baru, yakni ranpur Anoa 2 6×6 yang kali dibekali kubah kanon 20 mm. Meski adopsi kanon 20 mm bukan sesuatu yang baru, namun mencangkokkan kubah kanon 20 mm pada Anoa jelas menjadi terobosan tersendiri. Wujud ranpur berkubah kanon 20 mm ini telah ditampilkan di hadapan publik dalam ajang Indo Defence 2014. (more…)