Setiap angkatan laut punya preferensi tersendiri atas adopsi kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS). Lantaran adanya dinamika dan kebutuhan, ada kalanya penggunaan jenis kanon CIWS bisa berbeda-beda jenis, ambil contoh TNI AL yang mengadopsi kanon CIWS dari pabrikan Rheinmetall dan Norinco. Serupa tapi tidak sama, AL Korea Selatan dikabarkan akan menggunakan kanon CIWS Phalanx generasi terbaru untuk kapal perusak rudal Sejong Daewang Class (KDX III) batch II. Yang unik, Sejong Daewang Class batch I yang terdiri dari tiga unit kapal perusak, justru mengusung kanon CIWS Goalkeeper besutan Thales Nederland. (more…)
Yugoimport Naval AD M71/08 di KRI Fatahillah 361 (Foto: koarmada2.tnial.mil.id)
Latihan penembakan meriam dan kanon pada kapal perang tentu sudah menjadi aktivitas yang lazim dilakukan. Seperti pada Sabtu, 7 November 2020, korvet KRI Fatahillah 361 dari jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II, yang tergabung dalam satgas Operasi Perisai Sakti-20 dibawah kendali operasi Guspurla Koarmada II melaksanakan Latihan Penembakan Meriam atau Gunnery Exercise dengan sasaran killer tomato yang berlangsung di Laut Jawa. (more…)
Lama tak terdengar kabar beritanya, belum lama ini diwartakan kanon laras putar reaksi cepat NG-18 kaliber 30 mm buatan Norinco, kembali melontarkan hujan proyektilnya dalam sebuah latihan di Selat Makassar. Dari atas buritan KRI Tombak 629, NG-18 yang menggunakan metode tembakan remote berhasil menembak sasaran. Sekaligus dalam foto yang dirilis Dispen Koarmada II, memperlihatkan telah terpasangnya dua peluncur rudal anti kapal C-705. (more…)
Rusia rupanya mengambil langkah cepat, setelah instalasi kanon CIWS hybrid Pantsir-M dilakukan pada Mei lalu di korvet Karakurt Class, kini diwartakan AL Rusia telah berhasil melakukan uji coba penembakan untuk pertama kalinya pada kanon berkaliber 30 mm tersebut. (more…)
Guna menjamin tingkat kesiapan tempur, modernisasi alutsista menjadi sesuatu yang tak dapat ditawar, terlebih tantangan dalam operasi penugasan yang kian kompleks dan menuntut sistem persenjataan yang mumpuni untuk armada kapal perang TNI AL. Selai nmengoptimalkan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) pada frigat dan korvet, kelompok kapal patroli juga mendapat revitalisasi sistem persenjataan. (more…)
Modifikasi pada skuter Vespa klasik sudah lazim dilakukan dimana-mana, namun, sepertinya belum ada modifikasi Vespa yang serevolusioner yang dilakukan untuk kebutuhan pasukan lintas udara (linud) Perancis. Meski bukan alutsista baru, Vespa dua tak klasik ternyata dapat dimodif sebagai kendaraan peluncur senjata tanpa tolak balik (recoilless rifle). (more…)
Selain punya desain yang mirip, antara Sukhoi Su-30 (tandem seat) dan Su-35 (single seat) disatukan dari jenis kanon internal yang sama. Persisnya kedua jet tempur twin jet ini mengadopsi kanon laras tunggal GSh-30-1 kaliber 30 mm. Namun, siapa sangka, jenis senjata yang sama justru memakan korban kawan senndiri. Dikabarkan belum lama ini, sebuah Su-30SM terkena friendly fire dari Su-35S dalam sebuah latihan bertema quick reaction alert (QRA). (more…)
Kecepatan dalam merespon pada potensi serangan udara adalah kunci dari suksesnya penggelaran sistem hanud titik. Dan bicara tentang kecepatan respon pada satuan tembak (satbak) rudal atau kanon hanud, maka yang menjadi tumpuan adalah kemampuan deteksi dini dari elemen radar. Saat bicara soal kinerja dan akurasi, kanon Oerlikon Skyhield milik Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas TNI AU memang dapat diandalkan. Meski begitu, sistem radar ‘organik’ pada satbak Skyshield punya keterbatasan. (more…)
Sebuah video di akun YouTube Rheinmetall Defence yang diposting 14 Agustus 2020 telah menyita perhatian netizen di Tanah Air. Pasalnya dalam video berdurasi 2,5 menit ditampilkan uji tembak sistem hanud Oerlikon Skyguard 3 Air Defence yang terasa ganjil, lantaran ada bendera merah putih, ditambah sejumlah awak lokal berkulit sawo matang, plus kondisi geografis pegunungan hijau khas Indonesia. Yang membuat bingung, sejauh ini tidak ada rencana akuisisi sistem hanud tersebut oleh Indonesia. (more…)
Secara bertahap TNI AL terus menambah unit kapal patroli kelas PC-40M, hingga nantinya terpenuhi target 42 unit kapal patroli yang akan memperkuat unsur Lantamal (Pangkalan Utama Angkatan Laut). Seperti yang terbaru adalah KRI Karotang 872 dan KRI Mata Bongsang 873 yang diresmikan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono di Galangan PT Karimun Anugrah Sejati, Batam, Kepulauan Riau, Senin (24/08/2020). Meski tidak dirancang untuk dipasangi rudal anti kapal, namun setiap unit PC-40M pada dasarnya dipersiapkan untuk dipasangi kanon RCWS (Remote Control Weapon System) pada bagian haluannya. (more…)