Bagi Korea Selatan, pantang bila harus terus menerus mengimpor persenjataan. Dalam beberapa tahap wajar bila harus melakukan impor, tapi kebanyakan alutsista yang diimpor Negeri Ginseng, di kemudian hari, cepat atau lambat akan diproduksi secara lisensi di dalam negeri, bahkan tak sedikit, yang dikemudian hari diciptakan ulang dengan penyempurnaan dan meraih sukses di pasar ekspor. (more…)
Setelah melakukan uji di perairan pada 28 April lalu, Tank Boat Antasena diwartakan telah sukses menjalani serangkaian uji yang diawali dengan Sea Trial dari dermaga Banyuwangi ke perairan Paiton, Jawa Timur. Tank Boat kemudian melaksanakan Firing Test menggunakan senjata utama kanon 30 mm di lapangan tembak TNI AL Paiton yang disaksikan oleh Dirjen Pothan Kemhan, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, Dirtekindhan Ditjen Pothan, Laksma TNI Sri Yanto dan Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose. (more…)
Meski termasuk sebagai senjata hanud konvensional, namun, kanon twin gun ZUR kaliber 23 mm atau dikenal juga sebagai ZU-23-2, masih saja laris manis di pasar internasional. Selain dipercaya sebagai arsenal pada Arhanud TNI AD, rupanya sejumlah negara masih mengorder kanon VSHORAD (Very Short Range Air Defence) produksi Polandia ini. (more…)
Sudah bukan berita baru bahwa ada masalah pada kanon di jet tempur stealth F-35, kami pun pernah merilis artikelnya pada Februari 2020. Namun, saat itu yang terkena masalah adalah F-35A atau kondang disebut varian konvensional yang paling banyak dibuat. Sementara belum lama ini, yang terkena masalah adalah F-35B, yaitu varian dengan kemampuan STOVL. Meski F-35A dan F-35B mengusung jenis kanon yang sama (GAU-22/A), tapi ada perbedaan yang signifikan dalam hal penempatan kanon. (more…)
Angkatan Laut Israel ibarat tengah melakukan serangkaian eksperimen pada sistem senjata di kapal perangnya. Setelah sebelumnya diwartakan memasang sistem hanud Iron Dome Ground Based Air Defence (GBAD) di deck korvet INS Lahav (Sa’ar 5 Class), kini beredar foto yang memperlihatkan pemasangan jenis perangkat baru pada Kapal Cepat Rudal (KCR) INS Kidon (Sa’ar 4.5 Class). Apakah yang dipasang pada kapal cepat tersebut? (more…)
Setiap lekuk dan tonjolan pada desain pesawat pada dasarnya akan mempengaruhi level radar cross section (RCS), oleh karena itu desain jet tempur stealth harus dibuat sedemikian rupa agar mampu memperkecil level RCS. Salah satu kiat untuk menjaga kadar stealth yakni dengan menempatkan persenjataan di dalam fuselage.(more…)
Setelah sukses melakukan uji penembakan senjata laser di Landing Platform Dock (LPD) USS Portland pada 16 Mei 2020, Angkatan Laut Amerika Serikat rupanya kian serius untuk mengadapsi senjata canggih ini pada kapal kombata utana, maklum saja, senjata laser juga tengah getol dikembangkan oleh rivalnya, AL Cina. Dan tahun ini juga, dipastikan unit perdana High Energy Laser with Integrated Optical-dazzler and Surveillanc (HELIOS) akan dipasang pada kapal perusak Arleigh Burke Class. (more…)
MBDA dan Rheinmetall, adalah dua nama besar dalam jagad industri alutsista global, terasuk di Indonesia, nama keduanya dikenal sebagai pemasok papan atas kebutuhan persenjataan bagi TNI. Lantas ketika keduanya ‘disatukan’ dalam satu program pengebangan sistem senjata, maka bisa diproyeksikan seperti apa hasilnya kelak. Belum lama ini, diwartakan MBDA dan Rheinmetall bersatu dalam program pengembangan senjata laser untuk kebutuhan Angkatan Laut Jerman. (more…)
Pembaca yang budiman tentu masih ingat dengan kanon 23-mm/ZUR komposit rudal Grom, ya inilah salah satu arsenal alutsista di Arhanud TNI AD. Secara keseluruhan, kanon 23-mm/ZUR komposit rudal Grom adalah bagian dari Kobra Air Defence System. Dam lama tak terdengar kabarnya, dari negeri asalnya, Polandia, ada upgrade terbaru pada jenis senjata VSHORAD (Very Short Range Air Defence) ini. (more…)
Oerlikon Skyranger dari Rheinmetall Air Defence bukanlah produk asing dalam jagad alutusista hanud (pertahanan udara). Kilas balik ke akhir 2017, Skyranger pernah ditawarkan sebagai unsur tactical response dalam sistem hanud di Pulau Natuna. Skyranger pada prinsipnya mengintegrasikan keunggulan mobilitas dan lapis baja dalam gelar operasi hanud, lantaran unit hanud taktis ini mengusung platform kendaraan tempur (ranpur) lapis baja. (more…)