
Sistem senjata hanud (pertahanan udara) digunakan untuk menghadapi sasaran di permukaan, rasanya bukan sesuatu yang aneh, terlebih dengan kaliber yang besar, kanon hanud yang elevasi larasnya disesuaikan ke arah horisontal, maka dapat menjadi senjata bantu infanteri yang mematikan. Seolah luput dari tangkapan media global, rupanya sistem hanud Pantsir besutan Rusia juga berhasil menjalankan moda tembakan ke sasaran di permukaan. (more…)

Rupanya Rusia mulai jengah, tatkala alutsista canggih yang diandalkan, harus rontok akibat serangan dari jenis senjata yang sebetulnya tergolong standar dan bukan ‘lawan’ utamanya. Inilah yang menimpa sistem hanud Pantsir S-1, yang dalam beberapa kesempatan pamornya seolah jatuh ke titik nadir, lantaran Pantsir S-1 banyak dihancurkan oleh serangan drone di palagan Suriah dan Libya. Dalam pola serangan drone yang masif, bukan semata-mata sistem hanud yang mungkin tak siap, operator senjata mungkin juga gamang untuk melepaskan rudal yang harganya tak sepadan dengan sasaran yang akan menyerangnya. (more…)

Lantaran beberapa kali dihancurkan dalam laga serangan udara di Suriah dan Libya, debut sistem hanud Pantsir S-1 sontak ikut melorot di mata publik. Meski begitu, pihak Rusia masih menaruh optimisme tinggi pada sistem senjata hybrid kombinasi kanon reaksi cepat dan rudal hanud ini. Sebagai buktinya, varian laut (naval version) dari Pantsir, yaitu Pantsir-M mulai dipasang pada kapal perang AL Rusia. (more…)

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang meriam 2A70 kaliber 100 mm (low velocity) sebagai senjata utama pada tank amfibi BMP-3F Korps Marinir. Berdampingan searah laras meriam, ada sosok kanon otomatis 2A72 kaliber 30 mm dan senapan mesin sedang coaxial PKT kaliber 7,62 mm. Terkhusus tentang kanon 2A72 punya ciri khas pada fungsinya, yaitu menggasak sasaran kendaraan lapis baja ringan di jarak 2.000 meter. Bahkan kanon ini digadang mampu menjatuhkan helikopter dari jarak 4.000 meter. (more…)

Pembaca yang budiman tentu masih ingat dengan kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) yang ada di korvet Bung Tomo Class, yakni DS 30B REMSIG kaliber 30 mm. Kanon laras tunggal ini digadang untuk menghadang terjangan roket, rudal jarak pendek, sampai melumat sararan udara yang terbang rendah. Dan ada kabar anyar dari Thailand, bahwa varian baru dari kanon tersebut akan dipasang pada frigat Naresuan Class, korvet Krabi Class dan kapal patroli T-994 Class. (more…)

Tanpa bermaksud politis, pada dasarnya setiap Transfer of Technology adalah hakekat yang ideal dari pengadaan alutsista bernilai strategis. Seperti bisa dicontohkan dari program akuisisi 72 unit jet tempur stealth Lockheed Martin F-35A Lightning II untuk Angkatan Udara Australia (RAAF). Dimana Australia mendapatkan ToT berupa izin memproduksi secara mandiri munisi untuk kanon GAU-22/A kaliber 25 mm. (more…)

Meski wabah virus corona sedang merebak hampir di seluruh penjuru dunia, namun rupanya tensi ketegangan di Laut Cina Selatan masih menyisakan bara. Seperti pada 10 Maret lalu, kapal perusak Arleigh Burke-class – USS McCampbell (DDG 85) diketahui melintas di Kepulauan Paracel, wilayah yang disengketakan antara Cina dan Vietnam. Bagi Cina, Perairan di Paracel atau disebut Cina sebagai Xisha, adalah kedaulatan mutlak milik Sang Naga, dan melintasnya USS Campbell jelas menjadi masalah serius. (more…)

Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin kini tengah pusing, lantaran serba salah menempatkan posisinya dalam konflik antara Turki dan Suriah. Di satu sisi Turki adalah pasar potensial penjualan alutsista Rusia, terbukti dengan akuisisi sistem rudal hanud S-400 beberapa waktu lalu. Namun disisi lain, Rusia selama ini merupakan sekutu dekat Suriah. Bahkan selama ini Rusia menempatkan peralatan tempur dan pasukannya di Suriah. Dan babak yang telah diduga banyak orang akhirnya kejadian juga beberapa waktu lalu. (more…)

Bagi kapal selam nuklir Virginia Class, racikan senjata mulai dari advanced-capability (ADCAP) torpedo, rudal jelajah Tomahawk dan rudal anti kapal Harpoon, sudah membuat sensasi kapal selam ini begitu dahsyat. Namun, bagi Amerika Serikat, rupanya racikan senjata tersebut masih dirasa kurang. Setelah berhasil menghadirkan senjata laser pada kapal perang permukaan, AL AS kini tengah mencanangkan adopsi High Energy Laser (HEL) pada kapal selam. (more…)

Ada kabar kurang enak yang sedang menerpa Lockheed Martin, lantaran disebut-sebut arah lintasan tembakan dari kanon GAU-22/A kaliber 25 mm yang disematkan sebagai senjata internal pada jet tenpur siluman F-35A Lightning II Joint Strike Fighter (JSF), tidak lurus mengarah pada sasaran yang telah ditetapkan. Tentu ini menjadi persoalan serius, dimana kanon 25 mm optimal digunakan dalam sebuah dogfight. (more…)