
Kontrak pembelian Unmanned Aerial Combat Vehicle (UCAV) atau drone Bayraktar TB2 buatan Turki oleh Pemerintah Kuwait akhirnya rampung. Keduanya kini telah sah menandatangani kontrak pembelian senilai US$367 juta atau sekitar Rp5,5 triliun.

Kontrak pembelian Unmanned Aerial Combat Vehicle (UCAV) atau drone Bayraktar TB2 buatan Turki oleh Pemerintah Kuwait akhirnya rampung. Keduanya kini telah sah menandatangani kontrak pembelian senilai US$367 juta atau sekitar Rp5,5 triliun.

Dimulainya fase serangan balik Ukraina ditandai dengan penggunaan alutsista ‘berat’ donasi Barat, sebut saja parade Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4/2A6, Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2 Bradley dan beberapa kendaraan pembersih ranjau lansiran Inggris. Terlepas dari insiden rontoknya beberapa ranpur di atas, yang menarik adalah Rusia justru mampu membuktikan kemampuan drone kamikaze produksi dalam negerinya, Lancet 3. (more…)

Disamping biro desain dirgantara dan persenjataan yang berada di bawah naungan pemerintah, di Rusia juga ada startup swasta yang bergerak untuk mengembangkan inovasi sistem senjata, yang bukan tak mungkin karyanya kelak akan diadopsi oleh Kementerian Pertahanan. Seperti dilakukan oleh Oko Design Bureau (KB), startup ini telah meluncurkan drone kamikaze (loitering munition) yang diberi label Privet-82. (more…)

Italia dan Perancis rupanya berkompetisi dalam pengembangan drone copter (VTOL) dengan kemampuan intai maritim. Bila Angkatan Laut Perancis mengembangkan Airbus VSR700 untuk tugas intai maritim, maka Italia lebih dulu mengembangkan drone copter intai maritim serupa. (more…)

Taiwan dengan dukungan Amerika Serikat boleh jadi kian antisipatif terhadap potensi invasi Cina daratan, namun disisi lain, Beijing juga semakin canggih dan kreatif untuk merancang provokasi, dan bila pada saatnya bakal membuat kejutan kepada Taipei. (more…)

Di masa mendatang, peperangan di lautan kian dinamis, mengikuti debut penggunaan drone kamikaze yang masif dalam peperangan di daratan, maka drone kamikaze (loitering munition) dipercaya akan memperlihatkan tajinya, terlebih bila drone kamikaze dapat menyerang secara berkerumun (swarming) dengan diluncurkan dari wahana drone laut atau USV (Unmanned Surface Vehicle). (more…)

Melanjutkan tentang kabar tentang obsesi Dassault Aviation untuk mengembangkan varian Rafale F5 atau Super Rafale, menarik untuk dicermati bahwa poin dari Rafale F5 adalah kemampuan jet tempur twin engine tersebut untuk menjalankan skenario Manned-Unmanned Teaming (MUM-T) dengan menghadirkan drone loyal wingman pada Rafale. (more…)

Dikenal unggul dalam teknologi kapal selam, bukan perkara sulit bagi Rusia untuk mengembangkan drone bawah laut atau AUV (Autonomous Underwater Vehicle). Berkompetisi ketat dengan Amerika Serikat dan Eropa Barat, sejatinya sudah banyak jenis AUV yang diluncurkan oleh Rusia. (more…)

Meski kemampuan jet tempur Rafale F4 (varian terbaru) sudah sangat tangguh untuk meladeni peperangan udara ke udara dan udara ke permukaan, tapi Dassault Aviation tak berhenti mengembangan varian Rafale. Dengan menakar strategi peperangan di masa mendatang, Dassault kini terobsesi untuk mengembangkan “Super Rafale”, atau disebut sebagai Rafale F5. (more…)

Indonesia, Malaysia, Filipina dan Vietnam, adalah negara di Asia Tenggara penerima hibah drone intai ScanEagle buatan Boeing Insitu dari Amerika Serikat lewat program Maritime Security Initiative (MSI). Sesuai dengan kontrak dan kesepakatan bilateral, jumlah ScanEagle yang diterima tidak sama antar negara. (more…)