Dikenal sebagai importir utama untuk produk alutsista Israel, Singapura belum lama ini dikabarkan kembali mengumumkan rencana besarnya untuk memborong armada drone intai MALE (Medium Altitude Long Endurance) Hermes 900 produksi Elbit Systems. (more…)
Setiap negara yang sukses memproduksi persenjataan atau alutsista dengan predikat battle proven, boleh jadi harus waspada, pasalnya tidak butuh waktu lama, tiruan (copy-an) dari alutsista tersebut mungkin sudah berhasil diproduksi oleh Cina. Tidak itu saja, produk copy-an yang dimaksud bahkan siap dibandrol untuk pasar ekspor dengan harga miring. (more…)
Akhir Oktober lalu ada momen penting dalam jagad drone tempur (UCAV) bergenre loyal wingman, yakni Anduril Industries mengumumkan keberhasilan uji terbang perdana prototipe drone mereka yang diberi nama YFQ-44A pada 31 Oktober 2025. (more…)
Bila Indonesia kini tengah gandrung atas serangkaian uji coba KSOT (Kapal Selam Autonomous) , termasuk uji penembakan torpedo yang fenomenal, maka Australia pun tak ingin kehilangan momentum dalam pengembangan kapal selam tanpa awak, persisnya pada 31 Oktober 2025, Anduril Industries resmi membuka fasilitas manufaktur barunya di Australia untuk memproduksi kapal selam tanpa awak (UUV) yang dinamakan Ghost Shark atau Extra Large Autonomous Underwater Vehicle (XL-AUV). (more…)
Setelah penerbangan perdana prototipe pertama drone tempur (UCAV) Bayraktar Kizilelma pada 14 Desember 2022, maka pada 25 September 2025, Baykar Makina kembali menuai sukses dengan uji penerbangan perdana pada prototipe ketiga (PT-3) Bayraktar Kızılelma dari AKINCI Flight Training and Test Center di Corlu, Tekirdağ, Turki. (more…)
Meski pengadaan drone tempur (Unmanned Combat Aerial Vehicle/UCAV) Anka-S buatan Turkish Aerospace Industries (TAI) telah diungkap kepada publik, namun, kedatangan Anka-S sejatinya tidak diwartakan. Justru unggahan foto oleh beberapa akun media sosial asal Turki yang mengungkap Anka-S telah tiba di Indonesia, yakni di Lanud Supadio, Pontianak, yang merupakan home base Skadron Udara 51. (more…)
Sebagai negara yang mendapat ancaman konflik bersenjata dari dalam dan luar negeri, maka menarik untuk mencermati dengan apa yang dilakukan oleh Filipina. Terkhusus untuk meladeni konflik bersenjata domestik yang dilakukan kelompok separatis, Pusat Penelitian dan Pengembangan – Air Force Research and Development Center (AFRDC) Angkatan Udara Filipina telah meluncurkan drone bersenjata buatan dalam negeri pertamanya. (more…)
Dinamika konflik mendorong Angkatan Udara AS (US Air Force) untuk beradaptasi pada kebutuhan operasi, salah satunya dalam pengembangan kawanan (swarm) drone yang mampu beroperasi di lingkungan yang diperebutkan, di mana navigasi satelit tradisional mengalami gangguan atau tidak bisa diandalkan. (more…)
Pihak Ukraina melaporkan kerugian signifikan akibat serangan drone kamikaze Rusia. Bukan sebatas kemampuan Rusia untuk melancarkan serangan balik dengan lebih baik, lain dari itu rupanya Rusia berhasil mempelajari kelemahan strategi, termasuk mampu mensinergikan kekuatan armada drone kamikaze (loitering munition) di bawah Rubicon Center for Advanced Unmanned Technologies. (more…)
Saat Angkatan Udara AS (USAF) memilih Boeing F-15EX Eagle II sebagai bagian dari rencana pengadaan mereka, maka sudah menjadi pertimbangan bahwa jet tempur twin engine ini kelak akan dioptimalkan untuk menjalankan misi Manned-Unmanned Teaming (MUM-T) dan Joint All Domain Command and Control (JADC2). Selain bekal fitur dan sensor yang canggih, desain F-15EX yang tandem seat, menyiratkan kesiapan Boeing untuk peran MUM-T dan JADC2 di F-15EX. (more…)