Elang Laut 25, UAV (Unmanned Aerial Vehicle) produksi PT Carita Boat Indonesia, menjadi salah satu drone lansiran Dalam Negeri yang beruntung. Perusahan swasta nasional yang bermitra dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) ini telah meluluskan Elang Laut 25, bukan sekedar prototipe, tapi Elang Laut 25 telah meraih order dan dioperasikan secara penuh oleh Direktorat Topografi TNI AD (Dittopad). (more…)
Industri Dalam Negeri yang selama ini berkecimpung dalam rancang bangun prototipe drone (UAV/Unmmaned Aerial Vehicle) mulai mendapatkan angin segar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan). Meski sebagian besar belum mendapatkan kontrak produksi, belum lama ini dilakukan Demo Terbang Drone yang digelar di Komplek Pustek Roket LAPAN, Rumpin Bogor Jawa Barat pada 27 Juli 2017. Beraham jenis drone yang dirilis institusi pemerintah dan perusahaan swasta bersatu dalam satu event yang lebih mirip disebut “drone carnaval.” (more…)
Jagad drone helikopter di Indonesia mulai ramai sejak setahun belakangan, persisnya setelah Badan SAR Nasional (BASARNAS) mengoperasikan drone copter SDO 50V2 buatan Swiss, ditambah kedatangan drone copter Saab Skeldar V-200 untuk misi intai maritim pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, kini ada kabar baru lagi, meski statusnya baru diperkenalkan, disebutkan Panglima Komando Armada Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Aan Kurnia tertarik dan ingin menjajaki pengadaan drone Schiebel Camcopter S-100 buatan Austria. (more…)
Sosoknya boleh dibilang kecil bahkan terlihat imut, harganya pun ditaksir hanya belasan juta, tapi siapa sangka sebuah drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) quadcopter mampu mengganggu aksi jet tempur Sukhoi Su-30MK2 TNI AU yang harganya mencapai puluhan juta dollar. Ini bukan skenario dalam latihan, tapi benar-benar terjadi pada 27 April 2017 di Kendari, Sulawesi Tenggara. (more…)
Dalam meladeni peperangan modern, unit pasukan infanteri pun sudah harus mahfum dengan kemampuan drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Dan menunjang kebutuhan taktis infanteri di medan tempur, dikenal drone dengan ukuran mini untuk menunjang pengintaian. Karena digelar dalam operasi taktis, drone untuk infanteri ini dapat dikemas di dalam tas ransel, dan tentunya dapat di rakit dengan cepat bilamana dibutuhkan. (more…)
Karena kerap digunakan untuk misi pengintaian oleh lawan, maka drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle) lebih berharga jika bisa ditangkap atau dialihkendali, sehingga drone dengan muatan sensor dan database berteknologi tinggi dapat dipelajari isinya. Metode untuk meng-capture drone ada beberapa cara, mulai dari jamming seperti yang berhasil dilakukan Iran pada drone RQ-170 Sentinel milik AS, dimana kendali drone dapat diakuisisi sampai didaratkan. Atau ada langkah jamming frekuensi untuk melumpuhkan drone guna dijatuhkan. (more…)
Di pameran dirgantara Aero India 2017 di kota Bangalore (14 – 18 Februari), Indomiliter.com menjadi salah satu media dari Indonesia yang pertama kali berkesempatan melihat langsung Saab Skeldar V-200, jenis drone helikopter VTOL (Vertical Take Off and Landing) pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI yang dikabarkan dalam waktu dekat bakal dikirim ke Indonesia. Dibanding drone pada umumnya, Skeldar V-200 memang dirancang untuk tugas-tugas yang berkaitan pada intai maritim. (more…)
Setelah awal tahun lalu Bakamla (Badan Keamanan Laut) RI memesan tiga unit drone helikopter Rajawali 350, kini drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) helikopter dengan kemampuan real time intai maritim dari tipe yang lebih canggih dikabarkan bakal segera hadir di Indonesia. Yang dimaksud drone VTOL (Vertical Take Off and Landing) Saab Skeldar V-200 yang telah merampungkan masa uji dan performa pada kuartal keempat tahun 2016. Dan kini Skeldar V-200 dalam status siap dikirmkan ke Indonesia. (more…)
Segala upaya dilakukan Pemerintah Cina untuk memperlihatkan superioritas militernya di kawasan sengketa Laut Cina Selatan (LCS). Untuk peran surveillance, selain mengerahkan satelit mata-mata, Cina diketahui juga telah menerbangkan drone (UAV/Unmanned Aerial Vehicle) andalannya untuk memindai setiap potensi ancaman yang sewaktu-waktu bisa muncul. Dan drone intai yang digunakan Cina di LCS adalah Harbin BZK-005, jenis drone yang masuk kualifikasi HALE (High Altitude Long Endurance). (more…)
Meski tak terkait langsung dengan Indonesia, tensi di Laut Cina Selatan kembali memanas dalam beberapa hari ini, pangkal sebabnya adalah diciduknya drone bawah laut milik Amerika Serikat oleh AL Cina. Penyitaan drone yang diketahui dari jenis Bluefin-21 ini berlangsung pada Kamis (15/12/2016) lalu. Drone bawah laut ini diluncurkan dari kapal oseanografi USNS Bowditch. Oleh pihak Cina drone canggih ini disebut-sebut tengah melakukan aksi mata-mata terhadap aktivitas AL Cina di kawasan tersebut. (more…)