Setiap negara yang sukses memproduksi persenjataan atau alutsista dengan predikat battle proven, boleh jadi harus waspada, pasalnya tidak butuh waktu lama, tiruan (copy-an) dari alutsista tersebut mungkin sudah berhasil diproduksi oleh Cina. Tidak itu saja, produk copy-an yang dimaksud bahkan siap dibandrol untuk pasar ekspor dengan harga miring. (more…)
Dinamika konflik mendorong Angkatan Udara AS (US Air Force) untuk beradaptasi pada kebutuhan operasi, salah satunya dalam pengembangan kawanan (swarm) drone yang mampu beroperasi di lingkungan yang diperebutkan, di mana navigasi satelit tradisional mengalami gangguan atau tidak bisa diandalkan. (more…)
Pihak Ukraina melaporkan kerugian signifikan akibat serangan drone kamikaze Rusia. Bukan sebatas kemampuan Rusia untuk melancarkan serangan balik dengan lebih baik, lain dari itu rupanya Rusia berhasil mempelajari kelemahan strategi, termasuk mampu mensinergikan kekuatan armada drone kamikaze (loitering munition) di bawah Rubicon Center for Advanced Unmanned Technologies. (more…)
Meski kecil kemungkinan AS melakukan serangan ke Venezuela, namun, saat ini hubungan antar kedua negara tengah memanas sebagai buntut dari konflik politik dan ekonomi. Berdasarkan laporan terbaru, ada penempatan militer Amerika Serikat yang signifikan di perairan Karibia. (more…)
Drone kamikaze dengan kemampuan anti jamming sudah lazim didengar, namun, dinamika perang menuntut inovasi baru, seperti drone kamikaze anti jamming yang ditambahkan fiur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), untuk memastikan sasaran dapat dihancurkan secara presisi. (more…)
Kemunculan drone dalam konflik telah menciptakan beberapa anomali, bukan hanya terjadi di Ukraina, belum ada ada kabar helikopter UH-60 Black Hawk milik Kepolisian Kolombia dilaporkan jatuh akibat serangan drone FPV (First Person View) kamikaze. (more…)
Bila saatnya tiba, invasi Cina harus dihadapi Taiwan dengan kekuatan penuh yang memadukan militer dan keterlibatan unsur non militer, yang bagi Taipei artinya harus mempersiapkan perang asimetris. Perang asimetris seringkali berlangsung lama karena sifat fundamentalnya yang tidak seimbang, di mana pihak yang lebih lemah menggunakan waktu dan ketahanan sebagai senjata utama melawan kekuatan militer yang jauh lebih besar. (more…)
Guna menetrasilir serangan drone udara dan drone laut (Unmanned Surface Vehicle/USV) kamikaze dari Ukraina, pengembang pertahanan Rusia telah menciptakan jenis drone pencegat (interceptor drone) First Person View (FPV) Archangel. (more…)
Sejak tahun lalu, nama drone kamikaze bermesin turbojet Shahed-238 telah menjadi bahan perbincangan, saat digunakan Rusia dalam misi serangan jarak jauh ke Ukraina. Namun, dengan lokalisasi produksi, drone tersebut kini telah dibuat secara lisensi di Rusia dengan nama “Geran (Geranium)-3”. (more…)
Dari perang tak sedikit muncul inovasi-inovasi baru, atau sesuatu yang mungkin tidak terlalu canggih, namun selama ini tidak terpikirkan. Seperti dalam jagad drone FPV (First Person View), di musim panas dengan limpahan sinar matahari, Rusia telah menggunakan drone FPV dengan perangkat solar panel (panel surya). (more…)