Selain beragam jenis rudal, roket dan bom udara, ranjau darat (permukaan) adalah amunisi yang jumlahnya melimpah, khususnya yang berasal dari peninggalan era Soviet. Ranjau darat yang dimaksud adalah TM-62, yang oleh Rusia dan Ukraina diupayakan untuk dapat dilepaskan oleh drone. (more…)
Bukan lagi drone copter berukuran mini, Cina kini memperkenalkan drone copter (helikopter) dengan ukuran sedang yang dirancang untuk terbang di ketinggian tinggi dan ideal untuk dukungan operasi militer di wilayah pegunungan. Dan yang dimaksud adalah Meyu Arrow, helikopter nirawak combat (UCAV) produksi Tengden Technology. (more…)
Pemerintah Uzbekistan, melalui industrinya (Uzoboronprom/UzD), telah mencapai kesepakatan akuisisi yang signifikan dengan Airbus (melalui anak perusahaan Aerovel) untuk sistem pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) Flexrotor. Akuisisi ini menegaskan upaya Uzbekistan untuk memodernisasi kemampuan militer dan pengawasan perbatasannya, terutama di wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan. (more…)
Pada tanggal 21 Oktober 2025, Angkatan Udara AS (USAF) berhasil mencapai tonggak sejarah penting di Nevada Test and Training Range (NTTR) yang menandai titik balik dalam doktrin perang udara modern. Demonstrasi tersebut melibatkan pesawat tempur siluman generasi kelima, F-22 Raptor, yang secara efektif memerintah dan mengendalikan pesawat nirawak (UAS) canggih, MQ-20 Avenger. Peristiwa ini bukan sekadar uji terbang; ini adalah validasi kritis terhadap konsep Crewed-Uncrewed Teaming (CUT), sebuah pilar utama yang akan mendefinisikan dominasi udara di medan tempur masa depan.
MQ-72C “Logistics Connector” yang selama ini dikembangkan Airbus US Space & Defense, diwartakan telah menyelesaikan penerbangan otonom perdana dengan dukungan Shield AI pada 20 Agustus 2025 di Grand Prairie, Texas, Amerika Serikat. (more…)
Guna mendapatkan presisi, serangan udara ke permukaan dari jet tempur umumnya mendapat dukungan dari Forward Air Controller (FAC) atau Joint Terminal Attack Controller (JTAC). Namun, dengan dinamika peperangan, dan kebutuhan untuk lebih mengamankan pasukan kawan yang berada di darat, maka dicetuskan solusi yang memanfaatkan keberadaan drone quadcopter untuk memandu serangan udara. (more…)
Efektif atau tidak, itu urusan belakangan, dalam kondisi peperangan yang terus berlanjut, segala inovasi paling tidak harus diuji coba. Seperti belum ini, startup dari Rusia yang meluncurkan ranjau darat anti tank (anti tank blast mine) dari wahana drone copter. (more…)
Asisguard Songar, drone quadcopter/copter dengan integrasi senapan mesin buatan Turki, debutnya pernah kami ulas pada tahun 2019, dan cukup mengejutkan bahwa drone bersenjatan senapan serbu ini diperlihatkan dalam defile alutsista pada HUT TNI ke-79 di Lapangan Monas pada 5 Oktober 2024. Bersenjatakan senapan serbu dengan magasin model drum, Songar dengan gyro stabilizer dipercaya dapat digunakan dalam operasi anti gerilya. (more…)
Perang lumrah dimanfaatkan sebagai ajang uji coba atas produk alutsista terbaru yang belum terbayangkan bakal benar-benar digunakan dalam operasi militer. Seperti adopsi MartinUAV V-Bat, drone VTOL (Vertical Take-Off Landing) berdesain revolusioner yang telah diuji coba sejak tahun 2019, rupanya diam-diam telah digunakan oleh Ukraina untuk misi intai guna mengetahui posisi kedudukan artileri Rusia. (more…)
KADEX 2024 yang diselenggarakan pada akhir Mei silam menjadi satu ajang unjuk gigi bagi Korea Selatan. Pasalnya, pada pameran pertahanan internasional ini pihak Korea Selatan memboyong sejumlah drone taktis yang diperkirakan akan masuk ke dalam daftar militer mereka, termasuk next-generation military drone yang dilengkapi dengan senapan serbu yang diplot untuk memperkuat lini pertahanan di daerah perbatasan dan juga untuk meningkatkan kemampuan serangan terhadap musuh.