Satuan elit Grup 5 Kopassus TNI AD baru-baru ini memperkuat taringnya di bidang intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dengan mengakuisisi drone canggih V-Bat buatan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Shield AI. Langkah ini menempatkan Korps Baret Merah pada level baru dalam peperangan asimetris modern, di mana mobilitas tinggi dan kemampuan deteksi dini menjadi kunci kemenangan di lapangan. (more…)
Laporan terbaru dari industri pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa gelombang pertama (batch perdana) yang terdiri dari 100 drone multirotor berat berlabel “Berdysh” telah mulai dikerahkan dalam operasi militer Rusia di Ukraina. Drone ini dikembangkan oleh Uraldronzavod (Ural Drone Plant), pabrikan yang namanya kini mulai naik daun sebagai pusat inovasi sistem nirawak dari wilayah Ural. (more…)
Di akhir masa kejayaan Uni Soviet hingga masa transisi Federasi Rusia, Biro Desain Kamov yang terkenal dengan helikopter maritimnya melakukan eksperimen radikal. Mereka merancang Kamov Ka-137, sebuah drone dengan bentuk yang sangat tidak lazim. Berbentuk bulat sempurna seperti bola atau panggangan BBQ, drone ini dirancang untuk menjadi platform multirole yang mampu melakukan pengintaian, transmisi data, hingga pemantauan lingkungan berbahaya. (more…)
Selain beragam jenis rudal, roket dan bom udara, ranjau darat (permukaan) adalah amunisi yang jumlahnya melimpah, khususnya yang berasal dari peninggalan era Soviet. Ranjau darat yang dimaksud adalah TM-62, yang oleh Rusia dan Ukraina diupayakan untuk dapat dilepaskan oleh drone. (more…)
Bukan lagi drone copter berukuran mini, Cina kini memperkenalkan drone copter (helikopter) dengan ukuran sedang yang dirancang untuk terbang di ketinggian tinggi dan ideal untuk dukungan operasi militer di wilayah pegunungan. Dan yang dimaksud adalah Meyu Arrow, helikopter nirawak combat (UCAV) produksi Tengden Technology. (more…)
Pemerintah Uzbekistan, melalui industrinya (Uzoboronprom/UzD), telah mencapai kesepakatan akuisisi yang signifikan dengan Airbus (melalui anak perusahaan Aerovel) untuk sistem pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) Flexrotor. Akuisisi ini menegaskan upaya Uzbekistan untuk memodernisasi kemampuan militer dan pengawasan perbatasannya, terutama di wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan. (more…)
Pada tanggal 21 Oktober 2025, Angkatan Udara AS (USAF) berhasil mencapai tonggak sejarah penting di Nevada Test and Training Range (NTTR) yang menandai titik balik dalam doktrin perang udara modern. Demonstrasi tersebut melibatkan pesawat tempur siluman generasi kelima, F-22 Raptor, yang secara efektif memerintah dan mengendalikan pesawat nirawak (UAS) canggih, MQ-20 Avenger. Peristiwa ini bukan sekadar uji terbang; ini adalah validasi kritis terhadap konsep Crewed-Uncrewed Teaming (CUT), sebuah pilar utama yang akan mendefinisikan dominasi udara di medan tempur masa depan.
Sebagai negara yang mendapat ancaman konflik bersenjata dari dalam dan luar negeri, maka menarik untuk mencermati dengan apa yang dilakukan oleh Filipina. Terkhusus untuk meladeni konflik bersenjata domestik yang dilakukan kelompok separatis, Pusat Penelitian dan Pengembangan – Air Force Research and Development Center (AFRDC) Angkatan Udara Filipina telah meluncurkan drone bersenjata buatan dalam negeri pertamanya. (more…)
Pihak Ukraina melaporkan kerugian signifikan akibat serangan drone kamikaze Rusia. Bukan sebatas kemampuan Rusia untuk melancarkan serangan balik dengan lebih baik, lain dari itu rupanya Rusia berhasil mempelajari kelemahan strategi, termasuk mampu mensinergikan kekuatan armada drone kamikaze (loitering munition) di bawah Rubicon Center for Advanced Unmanned Technologies. (more…)
MQ-72C “Logistics Connector” yang selama ini dikembangkan Airbus US Space & Defense, diwartakan telah menyelesaikan penerbangan otonom perdana dengan dukungan Shield AI pada 20 Agustus 2025 di Grand Prairie, Texas, Amerika Serikat. (more…)