
Meski menjadi tanda tanya terkait kesehatan, cover besi penutup kipas angin, populer dikalangan pedagang gorengan kaki lima, pasalnya bagian dari kipas angin relatif mudah dan murah didapatkan untuk menaruh gorengan panas yang baru saja ditiriskan dari wajan. Nah, lain lagi di Ukraina, guna meladeni perang antar drone – drone lawan drone, maka cover besi penutup kipas angin (fan) dimanfaatkan untuk melindungi struktur drone.
(more…)

Kesadaran situasional (situasional awareness) sangat dibutuhkan oleh prajurit yang berada di garis depan peperangan, dalam konteks ancaman drone, teknologi anti drone sudah banyak ditawarkan, namun belum tentu produk yang paling canggih menjadi yang paling tepat untuk prajurit. Seperti prajurit Rusia di garis depan, justru lebih merasa ‘nyaman’ dengan mengandalkan konsol detektor berbentuk ala handy talky. (more…)

Kemunculan drone intai di suatu obyek vital tak bisa dihadapi dengan santuy, pun boleh jadi perlu waktu untuk mengeliminasi dengan teknik jamming, lantaran dibutuhkan pengaturan frekuensi yang pas. Nah, ada kabar dari Polandia yang memperkenalkan prototipe sistem hanud untuk menghadapi drone dengan tembakan dari senapan mesin berat (SMB). (more…)

Enam negara anggota NATO yang wilayahnya berbatasan dengan Rusia, diwartakan akan membangun ‘Drone Wall’ untuk Border Protection (Perlindungan Perbatasan). Enam negara NATO tersebut adalah Lithuania, Latvia, Estonia, Polandia, Finlandia, dan Norwegia, yang mana Drone Wall akan membentang dari Norwegia hingga Polandia. (more…)

Guna meladeni perang asimetris dengan pelibatan drone kamikaze dalam jumlah besar, maka hadirnya sistem hanud (pertahanan udara) yang efektif namun berbiaya murah telah menjadi tuntutan. Inggris dalam hal ini menjadi salah satu yang terdepan. Setelah uji coba DragonFire sukses dan rencana pemasangan di kapal perang Angkatan Laut pada tahun 2027, maka Angkatan Darat Inggris juga mengidamkan jenis senjata anti drone yang hemat ongkos. (more…)

Sebagai bagian dari sistem pertahanan udara berlapis, otoritas pertahanan udara Israel sejak lama telah menggunakan balon udara pengintai atau dikenal dengan sebutan Aerostat “Sky Dew” Low Level Airborne Ground Surveillance System. Dan belum lama ini ada kabar bahwa salah satu Sky Dew berhasil ditembak kempes dan jatuh ke permukaan oleh drone kamikaze yang diluncurkan milisi Hizbullah di Lebanon. (more…)

Pengamanan aset strategis sepertinya menjadi ‘masalah’ di Pangkalan Angkatan Laut (Naval Base) Yokosuka. Sebelumnya sebuah drone quadcopter milik warga negara Cina, diwartakan berhasil terbang mendekat dan mengambil rekaman video kapal induk helikopter Angkatan Laut Jepang JS Izumo DDH-183, menyiratkan kerentanan pada askep keamanan, dengan fakta begitu mudahnya serangan atau sabotase oleh pihak lawan. (more…)

Untuk urusan keselamatan prajurit, apa yang dilakukan Amerika Serikat jelas menjadi panutan. Terkhususnya bagi unit militer yang ditempatkan di Timur Tengah, ada kabar bahwa Angkatan Laut AS (US Navy) telah memesan perangkat anti drone – Counter-Unmanned Aerial Systems (C-UAS) dengan teknologi EAGLS (Electrically Aided Gunnery Laser System) dari MSI Defense Solutions dengan nilai US$24 juta. (more…)

Dalam usahanya bertahan menghadapi gempuran militer Rusia, ada kabar bahwa pasukan Ukraina menggunakan jenis senjata shotgun untuk menghapi drone. Terdengar agak ganjil, namun faktanya pasukan Ukraina dari 68th Jaeger Brigade Angkatan Darat Ukraina, telah mengadopsi shotgun jenis Hatsan Escort BTS 12 buatan Hatsan Arms Company (Turki) guna melawan ancaman dari udara, khususnya dari drone kamikaze. (more…)

Meski usianya telah menua dan sudah banyak didonanisakan Perancis ke Ukraina dan beberapa negara di Afrika, namun ranpur (kendaraan tempur) roda ban VAB (Véhicule de l’Avant Blindé) 4×4 seperti yang dioperasikan Batalyon Kavaleri 7 Progosa Satya Kodam Jaya, masih berada di dalam arsenal Angkatan Darat Perancis, bahkan VAB 4×4 dikembangkan dalam varian baru yang disebut ARLAD (adaptation réactive pour la lutte anti-drone) combat vehicles. (more…)