
Kilas balik ke tahun 2019, saat itu dikabarkan Angkatan Laut Singapura (RSN) memensiunkan armada kapal patroli Fearless Class, yang notabene usianya masih tergolong muda, dimana rata-rata dibangun pada dekade 90-an oleh ST (Singapore Techologies) Marine. Punya peralatan canggih yang setara dengan korvet, menjadikan apa yang dilakukan Singapura membuat “iri” beberapa negara tetangganya, yang mungkin saja berharap mendapat hibah Fearless Class. (more…)

Nama AS365 Dauphin melekat pada masyarakat di Indonesia, pasalnya helikopter ini identik sebagai salah satu jenis helikopter Andalan bagi BASARNAS, selain juga ada yang digunakan oleh Polisi Udara. Dan belum lama ada kabar dari pihak manufaktur, dimana Airbus Helicopters mengumumkan pengiriman unit terakhir Dauphin bagi satuan Bea Cukai Spanyol, yang mana salah satu tugas Dauphin adalah untuk mengudara dan memerangai peredaran narkotika di Selat Gibraltar, Laut Alboran, dan di Galicia. Lepas dari itu, rupanya ada informasi yang menarik dari Airbus Helicopters. (more…)

Setelah lama tak memperoleh alutsista bekas pakai, TNI AL diwartakan akan menerima kapal perang bekas pakai, namun kapal yang dimaksud bukan diibeli, melainkan akan diterima dalam bentuk hibah. Dari beberapa pemberitaan media nasional, disebut bahwa Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono akan menyambut kedatangan kapal korvet Angkatan Laut Korea di Indonesia. (more…)

Setelah tiga tahun, akhirnya korvet KRI Frans Kaisiepo 368 telah merampungkan tahapan perbaikan dan upgrade pada perangkat sonarnya. Merujuk ke Januari 2015, KRI Frans Kaisiepo 368 mengalami kerusakan di APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya) saat dalam perjalanan menuju lokasi pencarian jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. Dan kerusakan ternyata ada di bagian bawah lambung kapal, dimana terdapat hull mounted sonar. (more…)

Setelah meluncurkan KRI Teluk Bintuni 520 pada September 2014, hari ini (28/6/2018) PT Daya Radar Utama (DRU) meluncurkan LST (Landing Ship Tank) Teluk Bintuni Class kedua yang merupakan pesanan Kementerian Pertahanan RI untuk TNI AL. Dengan dihadiri Menhan Ryamizard Ryacudu, kelas LST terbesar ini namanya dikukuhkan sebagai KRI Teluk Lada 521 di fasilitas galangan PT DRU di Srengsem Panjang, Lampung. (more…)

Punya sejarah adopsi persenjataan yang panjang, baik dari kubu AS/Eropa Barat dan Uni Soviet, menjadikan jejak arsenal alutsista TNI sangat beragam. Seperti di segmen MLRS (Multiple Launch Rocket System), di jaman Orde Lama tercatat ada BM-14/17 buatan Uni Soviet yang dioperasikan Artileri Korps Marinir dan M-51 130 mm buatan Cekoslovakia yang dioperasikan Armed Kostrad TNI AD. Keduanya masuk ke kelompok self propelled alias MLRS Swa Gerak yang dipasang pada platform truk. (more…)

Alutsista jenis MLRS (Multiple Launch Rocket System) dengan basis roket kaliber 122 mm sudah tak asing lagi dalam arsenal persenjataan TNI. Di segmen ini, Batalyon Roket Resimen Artileri Korps Marinir adalah pengguna utama. Tak hanya satu jenis, Korps Marinir bahkan mempunyai self propelled MLRS 122 mm dari jenis RM70 Grad, RM70 Vampire dan Norinco Type 90B. RM70 Grad dan Vampire mengusung platform heavy truck Tatra 8×8, sementara Norinco Type 90B terpasang pada truk North-Benz 2629 6×6. (more…)

Meski bukan kelas destroyer, kodrat kapal perang ini adalah sebagai pemburu dan penghancur kapal selam, namun karena fungsi utamanya tak dapat berjalan sebagaimana mestinya, sosok kapal perang ini di Indonesia kemudian beralih peran sebagai kapal patroli. Yang dimaksud disini adalah Kronshtadt Class Submarine Chaser, jenis kapal perang yang tersisa sebagai ‘buah’ dari kampanye Operasi Trikora. (more…)

Hampir empat dasawarsa LVTP (Landing Vehicle, Tracked, Personnel)-7 alias Assault Amphibious Vehicle merajai ‘pasar’ ranpur lapis baja amfibi di lingkup NATO dan negara-negara karib Amerika Serikat. Karena ceruk pasar yang kecil di segmen ini, boleh dikata tak terlalu banyak kompetsisi di kelas APC amfibi yang sekelas LVTP-7. Namun belakangan ada upaya untuk setidaknya memberi pilihan lain, seperti yang dilakukan Krauss-Maffei Wegmann (KMW) GmbH, manufaktur persenjataan dari Jerman, yang pada Eurosatory 2018 di Paris merilis prototipe apa yang disebut Amphibious Protected Vehicle Tracked (APVT). (more…)

Di dekade 60-an, selain armada RI kental dengan perkuatan berupa kapal kombatan bertonase besar seperti kapal penjelajah, kapal perusak dan frigat, namun TNI AL (d/h ALRI) tak melupakan keberadaan unsur patroli. Dengan tonase yang relatif ringan, kapal patroli efektif untuk meronda dan melakukan pengawalan secara terbatas di pangkalan dan daerah operasi. (more…)