Selain HUT TNI, maka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia kerap dijadikan momentum refleksi untuk mengulas perkembangan TNI, baik dari aspek personel dan persenjataan. Selain terus berharap modernisasi berkelanjutan pada alutsista di ketiga matra, tak lupa menjadi renungan adalah keberadaan alutsista TNI yang telah berusia tua dan masih dioperasikan saat ini. (more…)
Dalam peperangan yang kian brutal, ranpur dengan proteksi lapis baja standar dirasa tidak memadai. Serangan senjata anti tank dan drone kamikaze, nyatanya dengan mudah mengoyak ranpur lapis baja ringan. Untuk menyiasati, maka dalam waktu singkat diperlukan modifikasi pada lapisan luar bodi. Dan di ajang Army 2023, untuk pertama kalinya diperlihatkan ranpur Tiger (Tigr) 4×4 varian “Mad Max.” (more…)
Salah satu dampak dari pecahnya perang Ukraina adalah potensi keterlambatan pengiriman alutsista produksi Rusia. Hal itu bisa dipahami, mengingat konsentrasi manufaktur persenjataan akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan perang. India selaku importir terbesar persenjataan dari Rusia, pernah menyatakan kekhawatiran akan potensi keterlambatan pengirim sistem hanud jarak jauh S-400. (more…)
Meski tak digelar semeriah tahun sebelumnya, ajang pameran pertahanan Army 2023 di Patriot Park, Moskow, tetap memikat perhatian para pemerhati persenjataan global. Salah satu yang menarik dari Army 2023, yaitu untuk pertama kalinya diperlihatkan ZAK-23E 8×8 Mobile Air Defense System, yang tak lain ‘produk kawin silang’ antara ranpur BTR-82 8×8 dengan kanon hanud ZU-23 23 mm. (more…)
Self propelled howitzer (SPH) tracked – roda rantai K9 Thunder 155 mm pamornya telah mendunia. Selain digunakan Korea Selatan, K9 Thunder dikenal laku keras dengan ekspor ke Estonia, Turki, Finlandia, India, Norwegia, Polandia dan dalam pesanan ke Mesir, Australia serta Rumania. Terkhusus ke negara yang membeli dalam jumlah besar, K9 Thunder diproduksi secara lisensi terkait dengan alih teknologi. Dan ada kabar terbaru dari Polandia yang memborong alutsista besar-besaran dari Negeri Ginseng. (more…)
Meski adopsi kayak tempur (combat kayak) terdengar jarang saat ini, namun tahukah Anda, pada era Perang Dunia Kedua, perahu kayak yang beroperasi senyap dengan fleksibilitas tinggi, adalah andalan pasukan Komando Inggris dalam misi infiltrasi dan sabotase. Dan saat ini, ada kabar bahwa combat kayak kembali bakal digunakan dalam perang di Ukraina. (more…)
Lantaran berada dalam jangkauan tembak rudal balistik Cina, maka sejak beberapa tahun belakangan, Amerika Serikat terus memperkuat sistem pertahanan udara di Guam. Selain sistem hanud Iron Dome, NASAMS dan Patriot, pertahanan udara Guam juga akan dilengkapi radar GhostEye yang mampu mendeteksi serangan rudal balistik hipersonik. Buntut dari rapatnya sistem hanud di Guam, maka secara langsung berpengaruh pada ruang udara (airspace) di kawasan Guam. (more…)
Akurasi GPS (Global Positioning Systems) dipadukan dengan kualitas material yang mumpuni, menjadikan Garmin smartwatch sebagai pilihan bagi para pegiat luar ruangan yang tangguh, termasuk di level pasukan khusus sekalipun. Dan salah satu produk smartwatch terbaru Garmin yang dirilis di Indonesia adalah Garmin Instinct 2X Solar. (more…)
Selain menggeber program Next Generation Interceptor (NGI), yakni sistem pertahanan udara untuk menghadapi serangan rudal balistik antarbenua – intercontinental ballistic missile (ICBM). Amerika Serikat kini juga tengah mengembangkan sistem radar mobile generasi terbaru yang mampu mendeksi jenis ancaman baru di masa depan, termasuk dalam hal ini adalah rudal balistik yang melesat dengan kecepatan hipersonik. (more…)
Rangkaian kereta api sangat besar perannya dalam perang di Ukraina. Contohnya seperti Rusia yang menggunakan kereta api untuk mendorong logistik dan pergeseran pasukan, kendaraan tempur dan taktis dalam jumlah besar. Mengingat luasnya wilayah daratan Rusia, maka peran kuda besi terbilang vital untuk mendukung pergeseran material tempur ke daerah perbatasan. (more…)