
Perang drone yang kian masif memaksa industri pertahanan global untuk mencari solusi pencegatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga ekonomis. Terbaru, perusahaan Arkodim yang berbasis di Kazan, Rusia, dilaporkan telah mengembangkan algoritma jaringan syaraf tiruan (neural network) canggih yang dirancang khusus untuk sistem pertahanan udara (air defense) tingkat rendah guna menghadapi ancaman drone kecil. (more…)

Fenomena penggunaan perlindungan tambahan berupa struktur kandang atau jaring besi, yang populer disebut sebagai “cope cage,” kini resmi berpindah medium dari domain darat ke laut. Jika sebelumnya proteksi improvisasi ini hanya lazim terlihat pada atap tank atau kendaraan tempur di darat, laporan terbaru menunjukkan bahwa militer Rusia mulai menerapkan metode serupa pada armada kapal perang mereka. Langkah ini diambil sebagai respons pragmatis atas ancaman drone Ukraina di wilayah Laut Hitam. (more…)

Isu keamanan di kawasan Teluk kembali memanas seiring dengan langkah taktis Uni Emirat Arab (UEA) dalam memitigasi ancaman asimetris yang kian nyata terhadap infrastruktur sipil vital. Angkatan Bersenjata UEA kini dilaporkan resmi mengandalkan sistem pertahanan laser buatan Cina, Guangjian-21A atau Light Arrow-21A, untuk memproteksi Bandara Internasional Dubai dari potensi serangan one-way attack drone yang diluncurkan oleh Iran. (more…)

Dinamika peperangan di Ukraina telah menempatkan drone First Person View (FPV) sebagai ancaman paling mematikan bagi kendaraan lapis baja dan konvoi logistik. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan pertahanan negara Rusia, Rostec, melalui anak perusahaannya Rosel Holding (bagian dari Vector Research Institute), resmi memperkenalkan inovasi terbaru dalam keluarga sistem anti-drone mereka yang diberi nama Serp-FPV. (more…)

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi peperangan udara, ancaman dari drone komersial kecil dan First Person View (FPV) telah menjadi tantangan baru yang mematikan di medan tempur modern. Menanggapi ancaman yang kian nyata ini, Pentagon melalui Departemen Pertahanan Amerika Serikat baru saja mengumumkan kontrak masif senilai kurang lebih US$11,6 juta dengan perusahaan O.F. Mossberg & Sons. (more…)

Gelaran World Defense Show 2026 di Riyadh, menjadi panggung bagi Rusia untuk memamerkan taringnya dalam inovasi persenjataan modern. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pengenalan jenis amunisi baru untuk kanon legendaris 30 mm 2A42. (more…)

Dunia militer internasional kembali dikejutkan oleh pencapaian teknologi pertahanan Cina yang melampaui batas imajinasi. Tim ilmuwan dari Northwest Institute of Nuclear Technology (NINT) di Xi’an, yang dipimpin oleh pakar riset terkemuka Huang Wenhua, dilaporkan sukses membangun senjata gelombang mikro berkekuatan 20 Gigawatt (GW) pertama di dunia. (more…)

Industri pertahanan Rusia tengah melakukan manuver teknologi besar-besaran dengan mengembangkan sistem pertahanan udara portabel (Man Portable Air Defence System/MANPADS) generasi terbaru yang diberi nama Hermes (Germes). Pertama kali diperkenalkan ke publik oleh pengembangnya, NPO Kaysant, pada awal September lalu, sistem ini diklasifikasikan sebagai MANPADS khusus anti drone. (more…)

Dalam dinamika industri pertahanan yang terus berkembang, inovasi sering kali lahir dari adaptasi teknologi yang sudah teruji. Langkah berani ini baru saja diambil oleh Leonardo, raksasa pertahanan asal Italia, dengan memperkenalkan Hystrix. Sistem pertahanan udara jarak dekat (Short Range Air Defense/SHORAD) berbasis truk ini hadir untuk menantang BAE Systems, yang lebih dulu meluncurkan Tridon MK2. (more…)

Dinamika medan perang di Ukraina telah melahirkan urgensi baru dalam arsitektur pertahanan udara global. Munculnya ancaman drone kamikaze murah seperti seri Shahed-136 dari Iran atau Geran Rusia telah menciptakan dilema ekonomi bagi negara-negara Barat; menggunakan rudal pertahanan udara yang sangat mahal untuk mencegat target yang harganya jauh lebih murah dianggap sebagai strategi yang tidak berkelanjutan. (more…)