
Produsen otomotif raksasa asal Jerman, Mercedes-Benz, secara mengejutkan menunjukkan ambisi kuat untuk membawa lini produk otomotif ikoniknya langsung ke kancah medan perang modern. Melalui laporan yang dirilis oleh Spiegel, Mercedes-Benz resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Tytan Technologies, sebuah perusahaan rintangan (startup) pertahanan berbasis di Munich, untuk mengembangkan sistem pertahanan udara taktis yang mobile. (more…)

Guna membendung ancaman drone intai dan drone kamikaze (FPV drone) yang merajalela di garis depan, militer Rusia resmi mengoperasikan sistem pertahanan udara (hanud) titik taktis terbaru bernama “Zubr”. Sistem anti drone modular yang dikembangkan konsorsium pertahanan terkemuka Rusia, High-Precision Complexes (anak perusahaan Rostec), statusnya kini telah dinyatakan masuk dalam tugas dinas tempur (combat duty) aktif untuk melindungi aset-aset krusial Rusia dari serangan udara elevasi rendah. (more…)

Dalam ajang pameran dirgantara ILA Berlin 2026, Airbus Helicopters menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan Quantum Systems pada Rabu (10/6/2026). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi kemampuan sistem pencegat anti-drone (Counter-Unmanned Aerial Systems/C-UAS) milik Quantum Systems ke dalam jajaran helikopter militer buatan Airbus. (more…)

Menyusul pengumuman kerja sama strategisnya dengan Airbus, raksasa pertahanan Jerman Diehl Defence langsung menggebrak panggung pameran ILA Berlin Air Show 2026 dengan meluncurkan sistem pertahanan udara (Air Defense System) terbarunya yang sangat revolusioner, IRIS-T SLS MK4. (more…)

Dua raksasa industri pertahanan Eropa, Airbus Defence and Space dan Diehl Defence, secara resmi menandatangani kesepakatan strategis baru untuk kerja sama di bidang sistem pertahanan udara dan rudal terintegrasi (Integrated Air and Missile Defence – IAMD). (more…)

Kementerian Pertahanan Inggris dilaporkan berhasil melewati tahapan krusial dalam program pengembangan sistem penangkal elektronik (electronic countermeasures) generasi terbaru yang dirancang khusus untuk melindungi personel infanteri dari berbagai ancaman berbasis kendali radio. (more…)

Sistem perisai udara yang membentengi ibu kota Rusia, Moskow, diklaim nyaris tidak memiliki celah dalam menghalau serangan udara. Walikota Moskow, Sergey Sobyanin, menegaskan bahwa tingkat kebocoran atau persentase drone musuh yang berhasil lolos menembus perimeter pertahanan udara kota tersebut berada di bawah 0,001 persen. (more…)

Masih segar dalam pembahasan di artikel sebelumnya, mengenai peran helikopter ringan Fennec milik Angkatan Udara Perancis yang sukses memburu drone kamikaze di langit Uni Emirat Arab (UEA) bermodalkan kanon pod. Melanjutkan kesuksesan taktik perang asimetris, Perancis kini kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung Timur Tengah. (more…)

Lockheed Martin mewartakan telah sukses mendemonstrasikan integrasi sistem terbaru untuk merontokkan ancaman drone. Dalam uji coba penembakan langsung (live-fire testing), Lockheed Martin untuk pertama kalinya meluncurkan rudal JAGM (Joint Air-to-Ground Missile) dari sistem peluncur portabel berbasis kontainer bernama GRIZZLY untuk mengintersepsi drone penyerang satu arah (one-way attack drone) kategori Group 3. (more…)

Sistem pertahanan udara titik (point defence) modern kini sangat bergantung pada efektivitas kanon reaksi cepat untuk menetralisir ancaman di ketinggian rendah, mulai dari rudal jelajah hingga drone intai dan kamikaze. Salah satu pionir dalam teknologi ini adalah Rheinmetall Oerlikon melalui sistem Skyshield, Skynex, maupun Skyranger yang mengandalkan kanon otomatis kaliber 35mm. (more…)