
Lepaskan Parachute Flare, Sukhoi Su-35 Rusia ‘Gocek’ Drone Tempur MQ-9 Reaper AS di Langit SuriahHubungan antara Amerika Serikat dan Rusia ibarat api dalam sekam, meski kedua negara masih berhubungan diplomatik, tetapi gesekan akibat konfik di Ukraina telah membuat kedua negara saling sikut dalam perang proxy. Salah satu buntut dari panasnya hubungan AS dan Rusia tercermin dalam operasi militer di Suriah. (more…)

Perang total telah digelar Ukraina, salah satu wujudnya adalah melibatkan semua komponen senjata, termasuk melibatkan jenis senjata yang bukan untuk peruntukannya, tapi ‘terpaksa’ dilibatkan untuk menghadapi sasaran yang bukan tandingannya. Contohnya untuk menghadapi serangan drone kamikaze yang terbang rendah, ada upaya untuk mengubah senapan serbu AK-74 sebagai senjata anti drone. Kok bisa? (more…)

Ada beragam cara yang digunakan untuk mengeliminasi drone yang terbang tanpa izin dan melewati zona keamanan. Salah satu yang unik adalah dengan menjaring drone sasaran dengan perangkat jaring. Teknik ini sebelumnya telah diperkenalkan pada sistem anti drone Skywall. Bedanya, pada solusi terbaru ini jaring-jaring tidak ditembakan dari senjata man portable, melainkan drone sasaran dijaring oleh drone lain. (more…)

Terbang rendah dengan kecepatan relatif ‘lambat’, keberadaan drone ibarat buah simalakama, dicibir lantaran berteknologi ‘standar’, namun kenyataan mampu menimbulkan kerusakan signifikan. Dan bila bersatu dalam kelompok, swarm drone tak pelak bisa menciptakan kesulitan tersendiri, mengingat ada saja di antara ‘mereka’ yang lolos dari sergapan sistem hanud konvensional. Pada kasus tersebut, Negeri Paman Sam rupanya membutuhkan bantuan ‘THOR’. (more…)

Tergabung dalam pakta pertahanan AUKUS, Australia terus bersiap menghadapi konflik bersenjata di masa depan dengan Cina. Selain memproyeksikan pengadaan rudal jelajah jarak jauh, jet tempur stealth dan kapal selam bertenaga nuklir, Australia juga tak ketinggalan dalam adopsi senjata laser. Selain pengadaan senjata sistem hanud laser Dragonfire anti rudal hipersonik yang dipasok Qinetiq, Australia juga mengembangkan senjata laser untuk menghadapi drone. (more…)

Bila tak ada aral melintang, dijadwalkan pada tahun ini juga TNI AU, khususnya Korps Pasukan Khas (Paskhas) akan kedatangan alutsista anyar. Alutsista yang dimaksud adalah sistem senjata untuk pertahanan pangkalan udara (lanud). Setelah sebelumnya korps baret jingga ini menerima rudal MANPADS (man portable air defence system) QW-3 buatan Cina, maka sista yang segera hadir kali ini dari jenis kanon reaksi cepat, yaitu Oerlikon Skyshield laras tunggal kaliber 35 mm. (more…)