
Iran menyadari bahwa cepat atau lambat akan ada serangan balasan dari Israel, selain menempatkan sistem pertahanan udara berbasis rudal di sekitar Teheran, maka sebelum serangan akbar Iran ditunaikan pada 13 April 2024, otoritas pertahanan udara Iran diketahui telah menggelar sistem jammer (electronic warfare) canggih buatan Rusia. Yang dimaksud adalah Kvant 1L222 Avtobaza Electronic Intelligence (ELINT) system. (more…)

Dari kasus yang terjadi dalam perang di Ukraina, maka awak Main Battle Tank (MBT) tak bisa lagi menganggap remeh ancaman dari drone kamikaze (loitering muntion). Bahkan, publikasi media terkemuka Jerman pernah menuturkan bahwa salah satu ketakutan terbesar awak MBT Leopard 2A4 Ukraina adalah serangan dari drone kamikaze FPV (First Person View). Namun, melihat eskalasi yan terjadi, kedua kubu, baik Ukraina dan Rusia, sama-sama menghadapi drone kamikaze sebagai lawan yang dilematis. (more…)

Roketsan, manufaktur persenjataan dari Turki, tak hanya fokus pada produksi beragam jenis rudal, termasuk rudal anti kapal Atmaca untuk TNI AL, Roketsan juga mengembangkan sistem hanud (pertahanan udara) dengan teknologi hybrid, yakni menggabungkan antara elemen elektromagnetik dan laser untuk melawan ancaman asimetris, seperti drone kamikaze. Seperti belum lama ini Roketsan merilis video sistem hanud ALKA Directed Energy Weapon System (DEWS). (more…)

Menjadi salah satu kekuatan militer terbesar di muka Bumi, Rusia mengadopsi penggelaran sistem pertahanan udara berlapis dengan beragam jenis kanon dan rudal hanud. Namun menjadi pertanyaan, bagaimana cara pasukan artileri pertahanan udara (Arhanud) Rusia berlatih? Dengan penugasan yang tinggi dalam operasi militer yang sedang berlangsung, tentu menarik untuk menyimak bagaimana strategi pasukan Rusia berlatih guna menghadapi ancaman serangan udara, yang terbukti masif menjadi tantangan besar sampai detik ini. (more…)

Terlepas dari urusan politik, pengerahan armada kapal perang ke Laut Merah juga terkait dengan pamer kekuatan militer. Namun, apa yang terjadi pada armada kapal perang Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine) justru sebaliknya. Baru saja melenggang masuk ke Laut Hitam, kapal perang Jerman, frigat FGS Hessen F221 (Type 124 Sachsen class) malahan dibuat malu besar pada aksi yang dilakukan pada 28 Februari 2024. (more…)

Meski sebatas prototipe, namun penampilan ranpur Pindad Badak 6×6 dengan dummy kanon Rheinmetall Skyranger 30 pada Indo Defence 2022, telah menarik perhatian banyak kalangan, pasalnya secara konsep kanon reaksi cepat untuk SHORAD (Short Range Air Defence) tersebut ideal untuk dipasang pada ranpur 6×6 produksi dalam negeri. Serupa tapi tidak sama, rupanya konsep integrasi Skyranger 30 pada Badak 6×6 telah dilirik oleh angkatan bersenjata Austria. (more…)

Menjatuhkan atau menetralisir serangan drone mungkin tidak terlalu sulit, namun, yang menjadi tantangan terbesar adalah kemampuan untuk mendeteksi keberadaan drone itu pada tahap sedini mungkin. Deteksi dengan radar intai konvensional kadang tidak terlalu efektif karena ukuran done yang kecil dan terbang rendah. Untuk menyiasati kasus di atas, pasukan Rusia di Zona Operasi Khusus (Ukraina) akan diperkuat dengan 1.000 unit Yurka, yakni jenis detektor drone yang punya fitur canggih. (more…)

Dengan motif untuk menjajal kemampuan tempur dan meraih predikat battle proven, tak sedikit alutsista keluaran baru yang dikirim ke Ukraina. Salah satunya dalam kelompok tersebut adalah sistem hanud (pertahanan udara) kanon Rheinmetall Skynex dari ‘donasi’ dari Jerman. Tak kurang empat unit Rheinmetall Skynex telah dikirim Jerman sejak akhir 2022. Namun belum lama ada kabar yang kurang sedap, yakni salah satu Skynex telah menjadi korban serangan drone kamikaze Rusia. (more…)

Bila solusinya tidak pas, urusan menghancurkan atau menetralisir drone kamikaze bisa membuat operator boncos, sebut saja untuk mengancurkan drone kamikaze yang harganya ratusan dollar tapi dihancurkan dengan rudal hanud seharga ratusan ribu dollar. Mungkin dipadan efektif pada awal-awal, tapi untuk mengantisipasi serangan drone kamikaze yang berkelanjutan, maka dibutuhkan solusi persenjataan anti drone yang ideal. (more…)

Ketimbang rekor F-22 Raptor yang untuk pertama kalinya menembak jatuh sasaran berupa balon udara mata-mata Cina, maka rekor yang dibuat oleh F/A-18 E/F Super Hornet di Laut Merah lebih bergengsi. Sama-sama menembak jatuh wahana tanpa awak, F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS dari kapal induk USS Dwight Eisenhower berhasil menembak jatuh kawanan drone kamikaze yang diluncurkan Houthi dari Yaman. (more…)