Perkuat ‘Mata’ di Langit, Angkatan Udara Rusia Terima Pesawat Intai (AEW&C) Modernisasi A-50U

Angkatan Udara Rusia dilaporkan baru saja menerima tambahan armada pesawat peringatan dini dan kontrol udara (AEW&C) Beriev A-50U yang telah dimodernisasi. Kabar mengenai penyerahan pesawat intai raksasa ini pertama kali diungkapkan oleh kanal Telegram militer terkemuka Rusia, Fighterbomber.

Baca juga: Pesawat Spesialis Pengacak Radar HAVA SOJ Turki Unjuk Gigi, Duet Mematikan Pendamping E-7 Wedgetail

Dari sisi sejarah dan pengembangan teknis, A-50 dikembangkan dari basis pesawat angkut militer legendaris Ilyushin Il-76 dan pertama kali mengudara pada Desember 1978. Pesawat ini dirancang oleh Taganrog Scientific and Technical Aviation Complex and the Research and Production Association Vega, untuk menggantikan pesawat intai lawas Tupolev Tu-126 yang dinilai sudah usang.

Setelah melalui serangkaian uji coba sejak tahun 1985, pesawat peringatan dini ini resmi diadopsi oleh Uni Soviet pada tahun 1988. Selama era Perang Dingin, industri pertahanan Soviet tercatat hanya memproduksi sekitar 31 unit pesawat ini. Di era modern, jumlah armada operasionalnya menyusut drastis menjadi sekitar 12 unit saja di seluruh dunia, di mana sebagian kecilnya dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata India, sementara Angkatan Udara Rusia diperkirakan hanya menyisakan sekitar sembilan unit aktif yang terbagi dalam varian standar A-50 dan varian modernisasi A-50U.

Keunggulan utama dari varian A-50U yang baru dimodernisasi ini terletak pada kubah radar berputar raksasa di atas punggungnya yang mengusung sistem radar Shmel (Bumblebee). Berbeda dengan sistem komputer onboard Argon-50 era Soviet pada varian dasar, A-50U telah mendapatkan peningkatan digitalisasi besar-besaran untuk mengolah data pengintaian udara, darat, maupun maritim secara real-time.

Pesawat ini dibekali sistem elektro-optik super sensitif yang mampu mendeteksi pancaran api dari peluncuran rudal balistik musuh dari jarak fantastis hingga 800 kilometer. Tidak hanya itu, antena radar utamanya mampu melacak pergerakan jet tempur tingkat tinggi dan rudal jelajah yang terbang rendah dari jarak hingga 700 kilometer, memberikan keunggulan ruang dan waktu yang sangat masif bagi komando pertahanan udara Rusia.

Kemampuan intai dari pesawat yang sering dijuluki sebagai “Mata di Langit” ini tidak terbatas pada target udara semata, melainkan juga sangat mematikan untuk memetakan kekuatan di permukaan. Sistem radar canggihnya sanggup mendeteksi posisi situs peluncur rudal pertahanan udara serta pangkalan rudal balistik taktis musuh dari jarak aman hingga 400 kilometer di belakang garis depan.

Lebih jauh lagi, untuk mendukung operasi darat, instrumen deteksi A-50U mampu mengendus pergerakan dan konsentrasi kendaraan lapis baja atau tank musuh dari jarak mencapai 450 kilometer. Kombinasi antara daya jangkau deteksi yang sangat jauh, sistem manajemen pertempuran udara, dan kemampuan bertindak sebagai pos komando terbang inilah yang membuat kehadiran unit baru A-50U menjadi aset yang sangat bernilai tinggi bagi militer Rusia dalam upaya mereka mengamankan supremasi udara di zona konflik. (Bayu Pamungkas)

Hari ini 68 Tahun Lalu, Dubes Rusia untuk Indonesia Serahkan Ilyushin Il-14 Avia Sebagai Tanda Persahabatan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *