Bukti Sukses ToT dari Rusia, India Resmi Gulirkan MBT T-90 Bhishma Domestik ke-1000

Keberhasilan sebuah negara dalam melakukan alih teknologi (Transfer of Technology/ToT) alutsista tingkat tinggi kembali dibuktikan oleh India. Pada 22 Mei 2026, perusahaan pertahanan pelat merah India, Armoured Vehicles Nigam Limited (AVNL), mencetak sejarah besar dengan menyerahkan unit Main Battle Tank (MBT) T-90 Bhishma buatan domestik yang ke-1000 kepada Angkatan Darat India.
MBT tersebut keluar dari jalur perakitan Heavy Vehicles Factory (HVF) yang berbasis di Avadi, sebuah kota di pinggiran Chennai, India Selatan. Pencapaian monumental ini melambangkan tuntasnya fase produksi panjang yang dimulai dari cetak biru Rusia dua dekade lalu, dan kini bertransformasi menjadi sebuah MBT dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai kisaran 80 persen, termasuk pada sektor krusial seperti mesin yang kini dikembangkan dan diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.
Varian lokal ke-1000 ini secara resmi mengusung penamaan T-90IM, di mana huruf ‘IM’ merupakan singkatan dari Indigenously Manufactured. Label ini sengaja disematkan untuk membedakan varian produksi lokal dengan tank T-90S rakitan Rusia yang pertama kali diterima New Delhi pada awal era 2000-an.
Perjalanan panjang selama lebih dari dua puluh tahun ini menuntut India untuk secara bertahap menguasai berbagai teknologi sensitif yang awalnya tidak selalu ditransfer oleh Rusia secara cepat atau penuh. Beberapa lompatan teknologi mandiri yang berhasil dikuasai para insinyur India antara lain adalah manufaktur mesin diesel hingga sistem penggerak kubah elektromagnetik modern yang sukses menggantikan mekanisme hidrolik asli bawaan Rusia.
T-90 Bhishma tank, Arjun Mk I Main Battle Tank, followed by Nag Missile System (TRACKED) MK-2 on the Kartavya Path, during the Republic Day Parade pic.twitter.com/1gZSGoX6AB
โ Frontalforce ๐ฎ๐ณ (@FrontalForce) January 26, 2026
Sebagai MBT generasi ketiga, basis T-90 Rusia diperkenalkan pada awal 1990-an sebagai evolusi dari keluarga T-72 yang telah puluhan tahun dioperasikan oleh India. Kontrak pertama senilai miliaran dolar ditandatangani pada Februari 2001, di mana India awalnya menerima 124 unit tank utuh langsung dari Rusia, sementara sisanya dikirim dalam bentuk kit urai (semi-knocked-down) untuk dirakit di HVF Avadi. Baru pada tahun 2006, sebuah kesepakatan lisensi resmi ditandatangani untuk mengizinkan HVF memproduksi 1.000 unit tank T-90S secara mandiri.
Lini produksi tersebut mencapai tonggak sejarah pertamanya pada tahun 2009 ketika pabrik Avadi berhasil menggelindingkan tank T-90S pertama yang benar-benar dirakit penuh dari komponen buatan lokal, bukan sekadar menyatukan suku cadang impor.
Keberhasilan program indigenisasi ini tidak terlepas dari rekam jejak HVF Avadi yang telah menjadi pusat manufaktur kendaraan tempur utama India sejak didirikan oleh Ordnance Factory Board pada tahun 1961. Selama lebih dari enam dekade operasionalnya, pabrik ini telah melahirkan lebih dari 4.600 unit kendaraan lapis baja, mulai dari tank Vijayanta yang berbasis desain Inggris, T-72 Ajeya di bawah lisensi Uni Soviet, hingga tank rancangan asli India, Arjun.
T-90 Bhishma featuring cope cage with camouflage on it during Exercise Maru Jwala conducted by the Sudarshan Chakra Corps of Indian Army. ๐ฎ๐ณ๐
Cope cage not just protect from drones but also from sun & heat at desert, this can be further improved with camouflage netting.๐โจ pic.twitter.com/a1wiCIcYev
โ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ (@Kunal_Biswas707) November 11, 2025
Dengan lebih dari 1.300 varian T-90 yang aktif beroperasi bersama T-72 Ajeya dan tank Arjun, Angkatan Darat India kini mengoperasikan salah satu armada lapis baja terbesar di Asia. Kekuatan pemukul ini digelar untuk menghadapi dua front perbatasan yang memiliki karakteristik medan sangat kontras. Di front barat yang berbatasan dengan Pakistan, formasi lapis baja dikerahkan di dataran rendah Punjab dan Rajasthan yang luas untuk memaksimalkan daya tembak dan mobilitas taktis.
Sementara di front utara yang berbatasan dengan China, T-90 harus beroperasi di celah-celah gunung tinggi dengan suhu ekstrem seperti yang terjadi saat ketegangan di Lembah Galwan tahun 2020. Di medan setinggi ribuan meter di atas permukaan laut ini, kavaleri India juga mulai memasang proteksi tambahan berupa sangkar besi rakitan (improvised cage armor) pada kubah T-90 sebagai respons taktis terhadap ancaman serangan pesawat tanpa awak (drone), sebuah pelajaran berharga yang dipetik dari perang modern di Ukraina.
๐ฎ๐ณ๐๐ช T-72M1 Ajeya, Arjun MK1, T-90 Bhishma. pic.twitter.com/MX5xQyEOHN
โ Sukhoi Su-57 “Felon”๐ZOV (@75Sukhoi) February 6, 2025
Pencapaian unit ke-1000 ini pun membawa dimensi komersial baru bagi India di pasar ekspor global. Kemampuan terbukti AVNL dalam memproduksi platform lapis baja berat dalam volume besar dengan kualitas operasional yang terjaga, menempatkan perusahaan ini dalam posisi tawar yang kuat untuk pembicaraan ekspor masa depan. Hal ini sangat potensial mengingat banyak negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika kini tengah mengevaluasi ulang armada tank mereka berdasarkan dinamika perang Ukraina.
Melalui pencapaian ini, esensi utama dari proyek T-90IM adalah keberhasilan dari sebuah pertaruhan besar yang diambil India dua dekade lalu. Dibandingkan terus-menerus bergantung pada pipa pasokan suku cadang dan perbaikan dari Rusia, India memilih menyerap teknologinya, membangun basis industri, dan menerima segala risiko penundaan anggaran demi meraih kemandirian pertahanan sejati. (Gilang Perdana)


