Perusahaan Senapan Angin Rusia EdGun Perkenalkan Kokoshnik, Drone Pencegat Otonom Berkecepatan 280 Km/Jam

Produsen asal Rusia, EdGun, memamerkan drone pencegat (interceptor UAV) terbaru bernama Kokoshnik. Sistem nirawak yang diluncurkan menggunakan alat peluncur manual ringkas ini dirancang khusus untuk memburu dan menghancurkan sasaran udara secara otonom di medan tempur.
Baca juga: Startup Ukraina Luncurkan Low Cost Drone Interceptor
Bagi kalangan militer, nama EdGun mungkin terdengar sebagai pemain baru di industri alutsista pertahanan. Namun, perusahaan yang didirikan oleh Eduard Gafarov pada 2005 ini sebenarnya telah mengantongi reputasi global di dunia manufaktur senapan angin bertekanan tinggi (PCP airgun). Terkenal lewat lini produk presisi bermodel bullpup seperti EDgun Matador dan Leshiy, EdGun kini memanfaatkan keahlian rekayasa mekanis presisi mereka untuk beralih ke sektor sistem nirawak otonom melalui kemunculan Kokoshnik.
Pengembangan Kokoshnik hadir sebagai alternatif inovatif dari sistem drone pencegat Rusia terdahulu seperti Yolka dan Varvar. Keunggulan utama Kokoshnik terletak pada integrasi sistem pemandu berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) di dalam badan drone. Operator cukup mengunci sasaran dari jarak hingga 1,2 km, setelah itu drone akan terbang mengejar dan mengeksekusi intersepsi secara mandiri tanpa memerlukan kendali manual lanjutan.
Ditinjau dari spesifikasi teknisnya, drone pencegat ini sanggup melesat dengan kecepatan puncak mencapai 280 km/jam serta mampu membawa muatan (payload) seberat 300 gram. Kecepatan tinggi ini sangat krusial untuk mengejar drone pengintai maupun drone kamikaze lawan yang bergerak lincah. Pihak pengembang bahkan menargetkan peningkatan performa pada varian berikutnya untuk mendongkrak kecepatan maksimumnya hingga 450 km/jam.
Russian company EdGun has presented its Kokoshnik interceptor UAV, a hand-launched system designed to engage aerial targets autonomously.
Developed as an alternative to Russian interceptor drones such as Yolka and Varvar, Kokoshnik reportedly uses an onboard AI-based guidance system. The operator locks onto a target at distances of up to 1.2 km (0.75 miles), after which the drone autonomously pursues and intercepts it.
The system reaches speeds of up to 280 km/h (174 mph) and has a reported payload capacity of 300 g (0.66 lb). The developers are planning to increase its maximum speed to 450 km/h (280 mph).
The interceptor is launched using a compact, manually operated launcher. If it fails to engage its target, it can reportedly be returned using a separate control unit.
Source: EdGun / Russian media
— Drone Wars (@Drone_Wars_) November 7, 2026
Selain kecepatan dan kecerdasan buatan, Kokoshnik menawarkan efisiensi operasional yang tinggi. Jika drone gagal mengintersepsi atau menghantam sasaran udara di lintasan terbangnya, sistem kendali terpisah memungkinkan Kokoshnik untuk dipanggil kembali (return mode) sehingga dapat digunakan ulang pada misi berikutnya.
Kehadiran Kokoshnik semakin mempertegas tren pertempuran kontra-drone (counter-UAV) modern yang kian mengandalkan drone pencegat otonom berbiaya murah. Dengan menggabungkan kecepatan tinggi, sistem pemandu AI, serta mekanisme peluncuran manual yang praktis di lapangan, Kokoshnik siap menjadi benteng pertahanan titik yang efektif bagi pasukan darat Rusia dalam menghadapi ancaman drone musuh. (Gilang Perdana)
Melesat 777 Km/Jam, Apex Recordhunter Bakal Jadi Basis Drone Interceptor Bertenaga Baterai Tercepat


