Lebih Mematikan dari Black Hawk Standar, MH-60S Seahawk Gendong Kanon Gatling M197 20mm

Helikopter utilitas dan angkut medium berplatform Black Hawk atau keluarga turunan Seahawk militer Amerika Serikat umumnya dikenal luas mengandalkan persenjataan pertahanan diri berupa senapan mesin medium atau Minigun multi-laras kaliber 7,62 mm seperti M134, maupun senapan mesin berat kaliber 12,7 mm.
Baca juga: Sikorsky MH-60S Knighthawk: Workhorse Angkatan Laut AS dengan ‘Darah’ Black Hawk
Namun, pemandangan berbeda dan jauh lebih mengintimidasi tampak pada armada helikopter MH-60S Seahawk—yang juga dikenal dengan julukan “Sierra”—di bawah naungan Naval Aviation Warfighting Development Center (NAWDC) yang berbasis di Naval Air Station Fallon, Nevada.
Alih-alih membawa senapan mesin standar, varian khusus helikopter Angkatan Laut AS ini terlihat dilengkapi dengan sistem persenjataan tembak eksternal yang jauh lebih destruktif, yakni kanon putar berkaliber besar M197 20 mm yang digantung di bawah sayap eksternalnya.
Kehadiran kanon M197 pada platform helikopter sekelas MH-60S memberikan dimensi daya gempur tembak darat (close air support) yang luar biasa tajam. Kanon Gatling tiga-laras buatan General Dynamics Armament and Technical Products ini memiliki bobot sekitar 132 pon dan sanggup memuntahkan proyektil kaliber 20 mm dengan kecepatan tembak mencapai hingga 1.500 putaran per menit.
The U.S. Navy MH-60S Seahawk (known as the “Sierra”) helicopters assigned to the Naval Aviation Warfighting Development Center (NAWDC) at Naval Air Station Fallon, Nevada.
This version of the helicopter features the very large underwing M197 20mm Gatling gun produced by General Dynamics Armament and Technical Products. The three-barrel, 132-pound gun can fire up to 1,500 rounds per minute. The M197 is the same weapon which now arms the Marine Corps’ Cobra helicopter.
Image source
https://t.co/jo8nRv0cTM— 𝔗𝔥𝔢 𝕯𝔢𝔞𝔡 𝕯𝔦𝔰𝔱𝔯𝔦𝔠𝔱🎻🇬🇪🇺🇦🇺🇲🇬🇷 (@TheDeadDistrict) October 27, 2026
Sebagai catatan historis di dunia militer, M197 bukanlah barang baru di medan tempur; senjata pemusnah ini merupakan persenjataan organik andalan yang telah lama terbukti tangguh dan terpasang sebagai kanon utama pada helikopter serang Korps Marinir AS, AH-1W SuperCobra, serta menjadi pendahulu bagi sistem meriam putar di varian helikopter serang modern lainnya.
Menariknya, dominasi dan keandalan kanon M197 tidak hanya berhenti di matra udara helikopter tempur saja, melainkan juga merambah ke jajaran armada pesawat tempur taktis sayap tetap (fixed-wing), salah satunya adalah jet tempur ringan multi-peran KAI FA-50. Pada platform FA-50, kanon M197 diintegrasikan secara internal di bagian depan struktur badan pesawat sebagai meriam organik utama untuk pertempuran jarak dekat (dogfight) maupun misi serangan darat taktis.
Vulcan M197 – Kanon Internal FA-50 Fighting Eagle, Afdol Buat Dogfight dan Close Air Support
Dengan kapasitas amunisi yang memadai dan kombinasi laju tembak tinggi, kanon ini memberikan fleksibilitas tempur yang mematikan bagi pesawat tempur ringan dalam menghadapi target sasaran empuk di darat maupun permukaan laut.
Secara teknis, adopsi kanon M197 20 mm pada helikopter MH-60S Seahawk NAWDC mencerminkan evolusi doktrin taktis militer modern yang menuntut fleksibilitas tinggi dalam skenario operasi khusus, pertempuran pesisir, maupun penumpasan kelompok bersenjata asimetris.
Dengan mengawinkan platform helikopter angkut serbaguna yang memiliki kabin luas dan daya jelajah jauh dengan daya tembak kaliber meriam 20 mm milik jet tempur, militer AS berhasil menciptakan instrumen tempur udara yang mampu memberikan tembakan perlindungan masif secara instan. (Gilang Perdana)


