Pamer Alutsista ‘Jiplakan’ Barat, Museum Militer Korea Utara Jadi Sorotan Dunia

Korea Utara kembali menyedot perhatian para pengamat militer internasional. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, secara resmi membuka “Museum Revolusi Pertahanan” (Defense Revolution Museum) untuk memperingati ulang tahun ke-82 Partai Buruh.
Baca juga: Korea Utara Umumkan Nama Resmi MBT ‘Peranakan’ Abrams dan Armata Sebagai “Cheonma-2”
Museum yang dikelola oleh Komisi Ekonomi Kedua—lembaga yang mengawasi industri senjata Korea Utara—ini diresmikan pada 11 Oktober. Meskipun kantor berita KCNA tidak menyebutkan ukuran atau lokasi pasti dari fasilitas tersebut, foto-foto yang dirilis menunjukkan bahwa setidaknya sebagian dari museum ini dibangun di bawah tanah dengan lorong-lorong panjang menyerupai terowongan tempat berbarisnya berbagai alutsista mutakhir.
Museum yang menampilkan deretan pencapaian alutsista Korut selama bertahun-tahun ini menjadi sorotan dunia karena banyak dari sistem senjata yang dipamerkan terang-terangan mencomot elemen desain dari tank, kendaraan tempur, hingga sistem maritim milik Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan negara-negara Barat.
Salah satu etalase darat yang paling menyita perhatian adalah tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Cheonma-2 yang dilengkapi meriam Pegasus-21. Dalam tangkapan gambar yang memperlihatkan antusiasme Kim Jong Un, tank ini mengalami modifikasi besar pada bagian kubah (turret).
Meanwhile in the DPRK.
On October 11, the Museum of the Defense Revolution of the Second Economic Committee of the Democratic People’s Republic of Korea opened.
Many, many missiles, drones, loitering munitions. And of course, the new Chonma-2 tank was presented, with a newer 21 (Pegasus-21) on the turret, which probably suggests a modified variant. First of all, the changes concern the turret – its height has been increased – they abandoned the so-called “Humpbacked” turret (https://t.co/OXkJp3Gr3X). The “Humpbacked” turret is a concept in which the turret roof in the area above the gun has the shape of a raised hump, while the side sections can be made lower compared to it. This concept was implemented on the French Leclerc tank and the South Korean K1 and K2 main battle tanks. From a protection standpoint, the concept of such a turret has weakened zones in the side part of the “hump,” which cannot be prevented structurally.
It is also visible that the new modification abandoned the external mounting of ATGMs, as was the case earlier; however, such a variant of the tank is also presented in the display. It is impossible to say for sure here, since it could also be an ATGM launcher on a retractable device that rises.— Andrei_bt (@AndreiBtvt) October 12, 2026
Setelah Cheonma-2, Korea Utara Pamerkan “Tianma-2”: MBT dengan Sentuhan Desain Leopard 2A7/A8
Desain atap cembung—yang sebelumnya meniru konsep MBT Armata Rusia dan M1 Abrams AS —kini ditinggalkan. Korut menggantinya dengan bentuk kubah yang lebih tinggi dan datar (flat) guna menghilangkan titik lemah struktural sekaligus meningkatkan perlindungan dari ancaman drone top-attack yang makin dominan di medan perang modern.
Selain itu, evolusi rekayasa pada tank ini juga terlihat dari perombakan sistem peluncur rudal anti-tank terpandu (ATGM); Korut mencopot peluncur eksternal permanen yang rawan terkena serpihan ledakan, lalu menggantinya dengan indikasi kuat sistem peluncur internal yang bisa dinaik-turunkan (retractable). Langkah ini memperlihatkan bahwa para insinyur Korut tidak sekadar meniru bentuk luar, melainkan mulai matang dalam mengevaluasi kelemahan desain Barat dan Asia untuk disesuaikan dengan kebutuhan pertempuran nyata.
The Defense Revolution Museum of the Second Economic Committee opened in Pyongyang on October 11, coinciding with the 81st anniversary of the Workers’ Party of Korea. The museum… https://t.co/vCtZZrOZCh
— ViralOsint (@viralosint) October 13, 2026
Tidak hanya kendaraan tempur berat, museum ini juga memamerkan sorotan baru berupa kendaraan berlapis baja (armored vehicle) 4×4 yang sangat mirip dengan rantis Roshel Senator buatan Kanada (berbasis sasis truk Ford F-550) yang banyak dipasok ke Ukraina. Versi buatan Korea Utara ini tampak memiliki bodi yang lebih panjang, mengindikasikan modifikasi untuk mengangkut lebih banyak personel.
Kehadiran rantis ini diduga kuat berkaitan dengan pengalaman pasukan Korea Utara di medan perang garis depan Kursk, Rusia, di mana unit Ukraina menggunakan Roshel Senator. Pasukan Rusia yang berhasil merampas beberapa unit Senator dalam kondisi utuh atau rusak ringan disinyalir menyerahkannya ke Korea Utara untuk direkayasa balik.

Sektor maritim dan artileri angkatan laut di museum ini turut mencuri panggung utama. Korea Utara memamerkan kubah meriam angkatan laut (naval gun) berukuran besar yang desainnya sangat identik dengan kubah meriam siluman buatan Italia, OTO Melara (kini OTO Breda)—khususnya lini meriam medium/besar (76 mm dan 127 mm) yang populer dipasang pada kapal-kapal perang modern dan perusak (destroyer) canggih di dunia, termasuk yang diadopsi pada armada kombatan permukaan terbaru Korea Utara. Adopsi desain meriam nir-pantul (stealth naval gun) bergaya Barat ini menegaskan ambisi Pyongyang untuk mengawinkan doktrin maritim era Soviet mereka dengan estetika dan efisiensi aerodinamis kapal perang modern global.
Tak jauh dari kubah meriam kapal, terdapat tiruan drone intai HALE (High Altitude Long Endurance) RQ-4 Global Hawk – Saebyeol-4, yang beberapa waktu lalu sempat membetot perhatian dunia.
Drone Intai Saebyeol-4 “RQ-4B Global Hawk” Korea Utara Gunakan Landing Gear Jet Tempur Chengdu J-7
Sebagai puncak kekuatan strategis, museum ini turut memamerkan monster utama daya gentar Pyongyang, yakni rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-20. Rudal raksasa yang dilengkapi peta dunia ini diklaim mampu menjangkau seluruh daratan Amerika Serikat.
Kehadiran Museum Revolusi Pertahanan ini menjadi pesan terbuka dari Pyongyang bahwa di tengah sanksi ekonomi yang mencekik, industri pertahanan mereka tetap mampu melakukan lompatan teknologi secara masif dengan cara “meminjam” dan memodifikasi cetak biru terbaik dari Barat dan Asia. (Gilang Perdana)
Iran Pajang Bangkai Drone Israel dan AS di Pameran Bawah Tanah


