Ditinjau Putin di Latihan Center-2026, Rusia Pamerkan Tank Tanpa Awak Berbasis MBT T-72 B3M ‘Shturm’

Presiden Rusia Vladimir Putin secara langsung meninjau kesiapan dan demonstrasi tempur alutsista terbaru berbasis robotik saat menghadiri fase aktif latihan militer strategis “Center-2026” di Lapangan Tembak Chebarkulsky, Wilayah Chelyabinsk.
Dalam kesempatan tersebut, Putin diperlihatkan armada kendaraan tempur tanpa awak (unmanned combat vehicles) yang dibangun menggunakan basis sasis MBT (Main Battle Tank) T-72 B3M. Tank nirawak ini dikerahkan langsung dalam tahap utama latihan untuk menjalankan peran dukungan tembakan (fire support) bagi unit-unit pasukan serbu.
Pengembangan sistem robotik ini diketahui mengusung platform Heavy Robotic Complex (TShRK) “Shturm” garapan Uralvagonzavod. Dalam demonstrasi di Chebarkulsky, platform tanpa awak ini hadir dengan dua varian modul tempur (combat module) tidak berawak (uninhabited). Varian pertama mengusung modul tempur tipe MBT (persenjataan meriam utama), sementara varian kedua menggunakan modul tempur tipe BMPT (Tank Support Combat Vehicle) yang dirancang khusus untuk mengawal pergerakan infanteri dan kendaraan lapis baja di medan konflik.
Meskipun memikat dari segi konsep teknis, analisis mendalam terhadap konfigurasi akhir modul BMPT pada proyek Shturm ini memunculkan sejumlah catatan kritis dari para pengamat militer. Dari segi proteksi, modul persenjataan baru ini memang mendapatkan tambahan proteksi pelindung reaktif (Explosive Reactive Armor/ERA) di bagian depan dan samping—sebuah peningkatan dibanding varian BMPT berawak konvensional.

Namun, blok ERA tersebut tercatat hanya menutupi sekitar sepertiga dari total tinggi modul, sementara sisanya hanya diserahkan pada pelindung jaring (mesh screens). Di sisi lain, desain peluncur rudal kembali menggunakan proteksi tertutup yang mirip dengan desain awal era 2000-an.
Kelemahan teknis paling krusial terletak pada sektor kesadaran situasional (situational awareness) dan sistem kendali (fire control system). Modul tempur Shturm tercatat hanya mengandalkan satu alat bidik kombinasi (combined sight), tanpa dilengkapi penglihatan panorama (panoramic sight) maupun kamera pemantau di sekeliling perimeter modul.
Russia’s UNMANNED TANKS ROLL INTO CENTER-2026 exercises
EMPTY TANKS LOAD AMMUNITION AUTOMATICALLY as CREWS CONTROL THEM REMOTELY
TANKS FIRE at PRESS OF A BUTTON while ADVANCING ACROSS FIELD https://t.co/9ZxZk66GA6 pic.twitter.com/xmN6b8G2ow
— RT (@RT_com) October 2, 2026
TASS writes:
During a visit to the Chebarkul training ground in the Chelyabinsk region, Russian President Vladimir Putin was shown unmanned combat vehicles built on the chassis of the T-72 B3M tank, a TASS correspondent reports.
They have two different combat modules – a… pic.twitter.com/HQlR6NR5fe— Andrei_bt (@AndreiBtvt) October 2, 2026
Absennya alat bidik cadangan (backup sight) dan kamera cakupan 360 derajat memicu pertanyaan besar mengenai bagaimana operator di stasiun kendali dapat mendeteksi sasaran secara efektif dan melakukan pengawasan area secara menyeluruh di tengah kerumunan medan tempur.
Di luar masalah modul tempur, konsep operasional TShRK Shturm—yang sejatinya merupakan adaptasi dari teknologi kendaraan pembersih ranjau nirawak “Prokhod-1″— dinilai memiliki celah kerentanan tinggi. Sistem komunikasi dan kendali jarak jauh pada platform ini masih sangat bergantung pada garis pandang (line of sight) dan rentan terhadap efek gangguan sinyal (jamming).
Untuk mengoperasikan tiga unit MBT nirawak Shturm, Rusia mengandalkan satu pos kendali bergerak (command post) lapis baja berbasis sasis MBT yang harus bergerak beriringan di dekat lokasi robot. (Gilang Perdana)


