Sentuhan Teknologi Afrika Selatan Ubah Mi-24 Aljazair Jadi Helikopter Serang Lincah “Super Hind”

Sebagai sekutu strategis dan konsumen alutsista utama Rusia di kawasan Afrika Utara, Angkatan Udara Aljazair (Qwwat al-Jawwiya al-Jaza’iriya) secara historis mengoperasikan puluhan unit helikopter tempur keluarga Mil Mi-24 Hind.
Baca juga: Kirim Su-30MKA ke Niger, Aljazair Pamer Keunggulan Logistik dan Dominasi Udara di Afrika
Secara keseluruhan, Aljazair tercatat mengoperasikan sekitar 35 hingga 40 unit armada Mi-24 yang didominasi oleh varian Mi-24V (Hind-E) dan Mi-24P (Hind-F). Varian Mi-24V mengandalkan rudal anti-tank 9K114 Shturm serta senapan mesin rotari empat laras YakB-12.7 mm, sedangkan Mi-24P dilengkapi meriam ganda samping GSh-30K berkaliber 30 mm.
Meski dikenal tangguh, lapis baja tebal dan sistem mekanis konvensional Soviet membuat helikopter ini lamban bermanuver dan terbatas pada operasi malam hari.
Guna meningkatkan efektivitas tempurnya tanpa harus membeli armada baru berbiaya mahal dari Barat, Aljazair mengambil langkah berani pada akhir 1990-an dengan menggandeng perusahaan pertahanan asal Afrika Selatan, Advanced Technologies and Engineering (ATE).
Algerian Air Force’s Mil Mi-24 Super Hind Mk III.
This isn’t a “Crocodile” anymore — it’s more like a piranha. pic.twitter.com/0xNIDh1j1S— 𝔗𝔥𝔢 𝕯𝔢𝔞𝔡 𝕯𝔦𝔰𝔱𝔯𝔦𝔠𝔱 🦩🇬🇪🇺🇦🇺🇲🇬🇷 (@TheDeadDistrict) June 22, 2026
Sebanyak 34 unit Mi-24V/P milik Aljazair diserahkan kepada ATE untuk dirombak total menjadi standar Mi-24 Super Hind. ATE—yang berpengalaman mengembangkan helikopter serang CSH-2 Rooivalk—memadukan keandalan struktur rekayasa Soviet dengan kecanggihan sistem avionik digital serta persenjataan standar NATO.
Transformasi terbesar Super Hind terletak pada pemangkasan bobot mati struktural serta desain ulang area hidung (radome). ATE menanggalkan kubah senapan mesin konvensional dan menggantinya dengan kanon otomatis dual-feed 20mm Vektor F2 buatan GIAT/Afrika Selatan yang dipasang pada rantai khusus di dagu helikopter. Kanon ini dikendalikan secara otomatis (slaved) mengikuti gerakan helm pilot (Helmet-Mounted Sight/HMS), memungkinkan awak menembak sasaran darat secara presisi hanya dengan mengarahkan pandangan mata.
Helikopter Serang Mi-24 Hind dengan Cat dan Logo US Coast Guard, Ini Faktanya!
Arsitektur sistem penerbangan juga dirombak total menjadi digital glass cockpit yang kompatibel dengan kaca mata malam (Night Vision Goggles/NVG). Pada bagian hidung dipasang kubah sensor elektro-optik buatan Denel/Kentron yang mengintegrasikan kamera Forward-Looking Infrared (FLIR), kamera TV, dan penanda jarak laser (laser rangefinder).
Untuk pertempuran anti-tank jarak jauh, Super Hind Aljazair dibekali hingga 16 unit rudal terpandu laser ZT-3 Ingwe bermuatan hulu ledak tandem HEAT, yang sanggup menembus lapisan baja reaktif (ERA) pada tank tempur utama hingga jarak 5 kilometer.
Sistem perlindungan mandiri (self-protection suite) pada Super Hind juga mendapatkan peningkatan signifikan untuk menghadapi ancaman rudal pencari panas (IR homing missile). Helikopter ini dibekali sistem peringatan pendekatan rudal (Missile Approach Warning System), penerima peringatan radar (Radar Warning Receiver), pembuang suar decoy/chaff terintegrasi, serta penekan radiasi inframerah (IR suppressor) pada saluran pembuangan gas buang mesin Turboshaft Isotov TV3-117. Kombinasi ini memberikan tingkat kelangsungan hidup (survivability) yang jauh lebih tinggi saat beroperasi di zona pertempuran sengit.
Heboh Penampakan Mi-35M ‘Ghoib’: Mengenal Helikopter Serang Lanjutan Buatan Rusia dan Rekam Jejaknya
Secara teknis, modifikasi ini terbukti sukses memperpanjang masa pakai (service life) armada helikopter serang Aljazair hingga lebih dari dua dekade. Keberhasilan program Super Hind ini bahkan menjadi tolok ukur global bagaimana sebuah alutsista berdesain khas Blok Timur dapat dipadukan secara sempurna dengan doktrin dan teknologi penerbangan Barat. Hingga kini, armada Mi-24 Super Hind Aljazair tetap disiagakan sebagai benteng pertahanan udara utama dalam mengamankan perbatasan darat dan wilayah gurun Sahara dari potensi ancaman asimetris.
Pengurangan bobot serta perbaikan titik berat (center of gravity) menjadikan Super Hind memiliki kelincahan bermanuver (maneuverability) yang sangat tinggi, memungkinkannya melakoni taktik penerbangan menyusur kontur bumi (nap-of-the-earth) secara agresif.
Doktrin tempur Mi-24 Aljazair pun bergeser dari sekadar helikopter penyerbu berat menjadi pemburu taktis berbasis teknologi sensor modern yang sanggup beroperasi siang-malam di berbagai medan ekstrem. Integrasi teknologi Afrika Selatan pada alutsista buatan Rusia ini hingga kini diakui sebagai salah satu program modernisasi helikopter paling sukses di dunia. (Gilang Perdana)


