Krisis Perawatan Parah, Lebih dari Separuh Jet Tempur F-16 Ukraina Mangkrak di Hanggar Pemeliharaan

Skuadron jet tempur F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara Ukraina dilaporkan sedang menghadapi krisis operasional dan pemeliharaan yang cukup parah. Menurut laporan investigasi terbaru dari The Wall Street Journal, lebih dari separuh armada F-16 hasil hibah negara-negara Barat saat ini tidak dapat disiagakan untuk misi tempur karena harus menjalani proses perawatan berkala (phase inspection) di fasilitas pemeliharaan luar negeri.
Proses inspeksi dan perawatan berkala yang idealnya hanya memakan waktu antara dua hingga enam minggu di fasilitas standar, kini membengkak secara drastis hingga mencapai 40 minggu saat ditangani oleh fasilitas pemeliharaan di Belgia.
Lamanya durasi perbaikan ini disebabkan oleh penumpukan antrean perawatan, keterbatasan suku cadang, serta prosedur teknis yang sangat kompleks untuk memulihkan pesawat yang terus-menerus digenjot dalam misi tempur berintensitas tinggi di wilayah udara Ukraina.
Jet tempur yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Ukraina saat ini merupakan varian F-16AM (kursi tunggal) dan F-16BM (kursi ganda) yang telah mengadopsi standar pembaruan usia pakai atau Mid-Life Update (MLU). Varian ini secara garis besar setara dengan kemampuan F-16C/D Block 50/52, di mana pesawat dilengkapi radar terintegrasi AN/APG-66(V)2, sistem perang elektronik (electronic warfare), helm pendarat bidik Joint Helmet Mounted Cueing System (JHMCS), serta kemampuan menembakkan amunisi presisi modern seperti rudal udara-ke-udara jarak menengah AIM-120 AMRAAM dan rudal jarak pendek AIM-9X Sidewinder.
Half of Ukraine’s F-16s cannot fly combat missions because of maintenance delays
The jets sit idle after hitting 300 flight hours, when they need a scheduled overhaul. In Belgium, that work can take up to 40 weeks, compared with 2–6 weeks in the United States.
In the US, the… pic.twitter.com/1FUQ08Myyh
— Visegrád 24 (@visegrad24) September 30, 2026
Mengenai jumlah dan asal-usul armada, komitmen total hibah F-16 untuk Ukraina dari koalisi negara-negara NATO mencapai sekitar 85 hingga 90 unit. Komitmen ini dipelopori oleh Belanda (yang menjanjikan 24 unit), Denmark (19 unit), Norwegia (sekitar 12 hingga 22 unit), serta Belgia (yang berkomitmen hingga 30 unit).
Namun, pengerahan pesawat ini dilakukan secara bertahap sejak pertengahan 2024. Hingga saat ini, diperkirakan baru sekitar 20 hingga 30 unit F-16 yang benar-benar telah tiba dan beroperasi secara aktif di tanah Ukraina, di mana sebagian unit dialokasikan khusus sebagai pesawat latih atau sumber kanibalisasi suku cadang (spares donor).
F-16 Ukraina Rontok! Rusia Gunakan Kombinasi Dua Rudal Hanud S-300
Padahal, kehadiran armada F-16 terbukti sangat krusial dalam memperkuat pertahanan udara Ukraina. Sejak pertama kali dikerahkan ke medan konflik, jet tempur buatan Amerika Serikat ini dilaporkan telah berhasil menembak jatuh lebih dari 2.500 drone tempur dan 650 rudal jelajah milik Rusia. Peran F-16 menjadi kian vital untuk mencegat gelombang drone bermesin jet Rusia yang intensitas serangannya terus meningkat tajam.
Dengan laju keterlambatan proses pemeliharaan saat ini, Kiev berada dalam risiko besar kehabisan armada F-16 yang siap tempur (combat-ready) pada akhir tahun. Situasi krusial ini mendorong sekutu Barat untuk segera mencari jalan keluar dengan memperluas kapasitas fasilitas perbaikan lokal dan regional.
Langkah darurat yang sedang dijajaki mencakup pemanfaatan kontrak dukungan teknis dari Amerika Serikat senilai US$235,5 juta bersama perusahaan pertahanan asal Belgia guna mempercepat alur kerja (turnaround time) pemeliharaan jet tempur tersebut. (Bayu Pamungkas)
Sukhoi Su-35S Lumpuhkan Mirage 2000 dan F-16 Ukraina dalam Pertempuran Jarak Dekat


