Unjuk Gigi Alutsista Battle Proven, Rusia Boyong Sistem Drone dan Artileri Canggih ke ADEX 2026

BUMN eksportir senjata asal Rusia, Rosoboronexport (bagian dari Rostec State Corporation), resmi memimpin pameran bersama industri pertahanan Rusia pada ajang ADEX 2026 International Defense Exhibition. Pameran pertahanan berskala internasional tersebut berlangsung pada 30 September hingga 2 Oktober 2026 di Baku Expo Center, Azerbaijan.

Baca juga: CAWAT: Terapkan “Mode Perang”, Industri Pertahanan Rusia Pertahankan Posisi Eksportir Senjata Kedua Dunia

Dalam pameran kali ini, kontingen Rusia memboyong deretan alutsista terbaru untuk seluruh matra militer, kepolisian, hingga satuan anti-teror. Direktur Jenderal Rosoboronexport, Alexander Mikheev, menegaskan bahwa lini produk yang ditampilkan difokuskan pada alutsista yang telah teruji keandalannya dalam pertempuran nyata (battle proven) guna menjawab ancaman keamanan kawasan Kaspia.

Sektor sistem nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) dan amunisi berputar (loitering munition) menjadi salah satu menu utama kontingen Rusia. Rosoboronexport memamerkan sistem rekonsiliasi dan serang Lancet-E buatan ZALA, UAV pengintai S350M-E, serta varian drone tembak Kub-series, sistem rekonsiliasi portabel RUS-PE, dan UAV Skat-350M dari Kalashnikov Group.

Untuk pertahanan udara dan penangkal drone (counter-UAV), Rusia juga mendemonstrasikan sistem pertahanan udara jarak pendek Pantsir-S1M, sistem kanon pertahanan udara Citadel AA—yang merupakan produk teranyar Rostec rilis tahun 2026—serta sistem radar pertahanan Radescan.

Untuk kebutuhan Angkatan Darat, Rusia menampilkan deretan alutsista artileri dan rudal balistik taktis. Di antaranya adalah sistem rudal balistik Iskander-E, artileri swagerak (self-propelled howitzer) 2S43 Malva dan 2S40 Flox, serta mortar swagerak 2S41 Drok.

Rostec Kirim Batch Perdana 2S43 Malva 8×8 – Self Propelled Howitzer 152mm untuk Militer Rusia

Sementara itu, untuk Angkatan Udara, jet tempur multi-peran super-manufaktur Su-35 buatan United Aircraft Corporation (UAC) kembali menjadi primadona utama di lini penerbangan.

Kehadiran masif industri pertahanan Rusia di ADEX 2026 menegaskan komitmen Moskow untuk terus memperkuat kemitraan strategis dan hubungan bertetangga baik dengan negara-negara di kawasan Kaspia serta Asia Tengah.

Di tengah dinamika keamanan global, pameran ini menjadi panggung vital bagi Rosoboronexport untuk membuktikan bahwa alutsista buatan Rusia tetap berdaya saing tinggi dan mampu beradaptasi cepat dengan doktrin perang modern yang sangat mengandalkan dominasi drone serta pertahanan udara presisi tinggi. (Bayu Pamungkas)

Efek “Battle Proven”: Pasca Perang Ukraina, Ekspor Senjata Rusia Diprediksi Tembus US$17 Miliar per Tahun

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *